Keraton Cirebon Tidak Rela Rakyat Indonesia Menderita
Senin, 17 September 2012 , 22:08:00 WIB
![]() GAPURA KERATON CIREBON/IST | |
RMOL. Keraton Cirebon tidak rela rakyat Indonesia menderita seperti sekarang ini. Makanya, pihak Keraton mempersilakan mahasiswa untuk menggelar seminar, sebagai bagian dari Pertemuan Mahasiswa Indonesia, di Aula Keraton Cirebon.
Demikian disampaikan Humas Pertemuan Nasional Mahasiswa, Kurniawan Aris saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, malam ini, Senin (17/9).
"Keraton Cirebon punya histori mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Dan pada dasarnya mereka tidak rela rakyat tertindas. Jadi, mereka pun mendukung apa yang dilakukan mahasiswa, asal itu untuk perbaikan kondisi bangsa dan negara," sambungnya.
Besok, mahasiswa dari berbagai kampus seluruh Indonesia akan berkumpul Cirebon. Pertemuan ini dilakukan untuk membahas masa depan Indonesia.
"Seperti sudah kita ketahui, saat ini Indonesia jauh dari kata layak. Mulai dari lemahnya kepemimpinan nasional, lemahnya penegakan hukum, konflik horizontal dan vertikal yang semakin marak terjadi. Ini seharusnya membuat mahasiswa kembali memikirkan solusi terbaik untuk Indonesia," sambungnya.
Mahasiswa dari Aceh, Bengkulu, Jambi, Jogja dan Bandung pun sudah tiba di Cirebon. Soal estimasi kampus, panitia mendata kan ada 150 kampus yang akan hadir dalam pertemuan yang bertajuk 'Kembali ke Indonesia 45, Mempersatukan Khidmat Mahasiswa dan Rakyat Menuju Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur'. [arp]
















