Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
SBY Harus Segera Susun Kebijakan Pembangunan di Bidang Maritim
Senin, 24 September 2012 , 07:09:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

PRESIDEN SBY/IST
  

RMOL. Upaya pemerintah Indonesia dalam melestarikan ekosistem alam bawah laut dan budaya bahari mendapat apresiasi dari dunia luar. Namun, semua itu tidak ada artinya jika negara yang memiliki luas laut 2/3 lebih besar dari daratan ini tidak memiliki maritime policy atau kebijakan pembangunan di bidang maritim.

Selama ini pengembangan potensi kelautan Indonesia terbentur masalah struktural. Belum ada kesadaran politis secara nasional tentang betapa besarnya potensi maritim negeri ini. Sehingga, pemihakkan kebijakan sektor maritim baik melalui kebijakan makro, fiskal maupun moneter sangat kurang. Masing-masing kementerian berjalan sendiri. Tak heran, jika terjadi tumpang tindih dan ketidakterpaduan pembangunan kelautan nasional.

Padahal, luas laut Indonesia yang mencapai 5,8 km2, dikelilingi 17.504 pulau, dengan panjang garis pantai 81.000 km, menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Potensi perekonomian kelautan Indonesia diperkirakan lebih dari 100 miliar dolar AS  per tahun. Namun, yang baru dikembangkan kurang dari 10 persen. Tak heran, jika UNDP menempatkan Indonesia di peringkat 108 untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Direktur Institut Maritim Indonesia (IMI), Dr Y Paonganan, menilai pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sering melakukan kegiatan kemaritiman yang bersifat seremoni, seperti sail, pemuda bahari dan sebagainya. Tapi, langkah kongkret dalam pembangunan nasional belum dilaksanakan sesuai dengan harapan.

"Steatmen Presiden SBY yang menyebutkan bahwa Sail Morotai adalah momen mengembalikan kejayaan maritim Indonesia harus segera diaktualiasasi. Yaitu, dengan menyusun maritime policy yang berisikan strategi maritim Indonesia agar kembali menjadi bangsa maritim yang tangguh, berdaulat dan disegani bangsa-bangsa lain di dunia," ujar Paonganan dalam keterangan tertulisnya (Senin, 24/9).

Pria yang akrab disapa Ongen ini mengapresiasi langkah pemerintah yang mencetus program ITC (Coral Traigle Initiative). Bersama lima negara yang berada di kawasan "Segitiga Terumbu Karang", yaitu Filipina, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Salomon dan Timor Leste, Indonesia telah berkomitmen menjaga pertumbuhan terumbu karang dunia. Atas langkah tersebut Presiden SBY, mendapat penghargaan CTI Award di New York, Amerika Serikat, Minggu kemarin (23/9).

Namun, Ongan menilai langkah itu hanya sebagian kecil dari upaya yang semestinya dilakukan pemerintah. Masih banyak pembangunan kelautan yang belum tersentuh khususnya dalam memberikan manfaat secara langsung bagi kesejahtaraan rakyat.

"IMI meminta SBY tidak hanya beretorika atas penghargaan tersebut. Tetapi segera melakukan langkah-langkah konstruktif untuk menuju Indonesia sebagai sebuah Negera Maritim yang besar dan maju," kata Ongan, sambil menambahkan bahwa IMI siap memberikan masukan terkait maritim policy. [ysa]


Baca juga:
Pemerintah Harus Jamin Keselamatan Pekerja Industri Offshore!
Warga Morotai Tuntut Pembangunan yang Adil dan Merata
Sebagai Negara Kepulauan, Indonesia Harus Punya Rumah Sakit Terapung
IMI Minta Televisi Lebih Banyak Tayangkan Maritim
IMI Segera Launching Film Pulau Terluar

Komentar (6)

Nama
Judul
Komentar
  1. jangan bicara background
    08.11.2012, 06:39 WIB
    Komentator: yusuf
    utk pak sby,
    utamakan kepentingan nasional yang pada saat ini sangat dibutuhkan oleh rakyat anda, jangan menitikberatkan background anda pak, utamakan kepentingan nasional,
    indonesia adalah negara kepulauan yg trdiri dri 2/3 bagiannya adalah LAUT. maka dari itu, prioritaskanlah sea basic oriented...!!!
    terima kasih
  2. SALUT!
    25.09.2012, 08:29 WIB
    Komentator: Adrian Mahardika
    inisiatif SBY utk membangun kelautan dengan menjaga pertumbuhan terumbu karang patut diapresiasi. jika hal ini bisa teralisasi dgn baik, tentu akan memberikan dampak yg positif bagi maritim kita. dunia internasional saja sampai memberikan penghargaan!
  3. lautku
    24.09.2012, 23:14 WIB
    Komentator: rijal
    pemerintah atau kepala negara pasti akan membuat kebijkan tentang kelautan/maritim semua sudah terencana..tapi apapun dan sebaik apapun kebijakan yang diambil tetap harau ada dukungan dari masyarakat itu sendiri...yang ikut andil dalam masalh maritim....
  4. peran masyarakat
    24.09.2012, 22:15 WIB
    Komentator: sadelih
    wilayah maritim indonesia sangat luas, mustahil pemerintah dapat membangun semuanya, lebih baik masyarakat aktif dalam pembangunan dan pengelolaan potensi maritim yang positif, pemerintah juga harus cepat tanggap memfasilitasi bila masyarakat terbukti mampu secara swadaya membangun dan mengelola kekayaan maritim kita.
  5. perlu kerjasama semua pihak
    24.09.2012, 21:02 WIB
    Komentator: wawan
    Memang diperlukan usaha, kerja keras dan kerjasama seluruh elemen bangsa ini unutk membangun perekonomian dr daerah maritim. Tetapi tidak perlu hanya menunggu kebijakan atau pemerintah turun tangan. Dengan adanya otonomi daerah, seharusnya daerah dapat memanfatkan wilayah maritimnya sebagai produk utama dr daerahnya.
  6. lanjutkan
    24.09.2012, 11:31 WIB
    Komentator: Sarjito
    Program ini bagus jika dilaksabakan dengan baik serta berkesinambungan agar mendapat hasil bagi masyarakat sekitar panta*/pesisir, untuk itu perlu ada keseriusan dari masing2 daerah/ pemerintah tingkat walikota bupati

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II