Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

PIRAMIDA GUNUNG PADANG
Andi Arief Tak Kecewa Hasil Penelitian Tim Katastropik Purba Diabaikan
Minggu, 11 November 2012 , 20:52:00 WIB
Laporan: Teguh Santosa

SKETSA IMAJINER GUNUNG PADANG
  

RMOL. Inisiator Tim Bencana Katastropik Purba, Andi Arief, tidak kecewa kendati Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kelihatannya "tidak mengakui" hasil penelitian yang dilakukan tim yang dibentuknya untuk meneliti Gunung Padang, di Cianjur, Jawa Barat.

Andi Arief adalah Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana. Beberapa waktu belakangan ini ia aktif terlibat dalam penelitian mendalam di situs megalitikum Gunung Padang. Penelitian kebencanaan yang dilakukan Kantor Staf Khusus di kawasan sekitar jalur patahan Cimandiri menemukan keanehan struktur di bawah situs megalitikum itu.

Penelitian berikutnya yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri yang terdiri dari sejumlah geolog dan arkeolog menyimpulkan bahwa sebuah bangunan yang begitu tua tertimbun di bawah situs megalitikum itu.

Dalam penelitian itu, para peneliti menggunakan teknologi yang paling mutakhir. Untuk GPR, misalnya, mereka menggunakan peralatan georadar dari GSSI (USA). Sementara untuk geolistrik tim ini memakai teknologi multi-channel SuperSting R-8 (USA), dan geomagnet dengan peralatan dari GEM-Ovenhausser yang sangat sensitif dan biasa dipakai oleh para arkeolog dunia.

Tim melakukan pengukuran geolistrik dengan berbagai konfigurasi ketelitian dan depth of penetration yang berbeda untuk memperoleh penampang struktur resistivity Utara-Selatan dan Barat-Timur.

Specimen yang diperoleh dari pengeboran telah pula dikirimkan ke Laboratorium Beta Analytic Miami, Florida, Amerika Serikat. Menurut laboratorium itu hasil carbon dating dari specimen itu memperlihatkan usia yang menakjubkan, yakni 14 ribu tahun lalu.

"Melihat dimulainya survei esok hari (Senin, 12/11) kelihatannya kecenderungan (Arkenas) melakukan survey arkeologi dari awal (tanpa merujuk hasil riset Tim Bencana Katastropik Purba dan Tim Terpadu Riset Mandiri)," ujar Andi Arief dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online, Minggu malam (11/11).

Namun demikian, sambungnya, Tim Terpadu Riset mandiri akan tetap bahu membahu dengan tim bentukan Arkenas.

"Berdasarkan metode itu terbukti cukup banyak membantu arkeolog DR. Ali Akbar menemukan dan membuktikan ada man made structure di bawah Gunung Padang. Kita berfikir positif bahwa Arkenas bergerak bukan karena menganggap ini projek amanat APBN," kata dia lagi.

Andi Arief juga berharap tim peneliti yang dibentuk Arkenas bekerja dengan metode yang benar dan tepat.

"Jangan sepelekan etika riset dan tanggung jawab intelektual kepada masyarakat. Harus kita jaga dan itu semua menjadi tanggungjawab kepada masyarakat," pesan Andi Arief lagi. [guh]


Baca juga:
Waspada, Tinggi Gelombang di Bengkulu Mencapai 3 Meter
Gempa 5.5 SR Goyang Barat Daya Sukabumi, Terasa Cukup Keras di Cianjur-Tasikmalaya
Gempa di Buru Maluku Tak Berpotensi Tsunami
Gempa 6,5 Skala Richter Hajar Maluku
Gunung Marapi Kembali Keluarkan Asap


Komentar Pembaca

Rizal Ramli: Pejabat Asal Njeplak Rusak Citra Indonesia di Dunia

blitz.rmol.co
 

Yuri "SNSD", Pacari Atlet Baseball

Ada kabar asmara terbaru dari Girls' Generation alias SNSD. Setelah Sooyou ...

 

Delia Septianti, Ngartis Modal Muka

Delia Septianti makin eksis aja. Selain menyanyi solo, eks vokalis Ecoutez ...

 

Victoria Beckham, Dapat Kado HUT Spesial dari Suami

Artis sekaligus desainer Victoria Beckham kembali mendapat kejutan dari su ...

 

Gisele Bundchen, Pensiun Jadi Model

Istri quarter back New England Patriots, Tom Brady ini telah membulatkan t ...

 

CL 2NE1, Bukan Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Majalah TIME merilis daftar 100 orang paling berpengaruh dunia untuk tah ...


Berita Populer

Bambang Trihatmodjo: Ibu Tien Soeharto Meninggal Bukan Karena Pertengkaran Saya dan Tommy
Beredar Rekaman SBY Ingin Menghilang dari Partai Demokrat
Pita Hitam Sepak Bola Indonesia