Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Nopol Cantik Kendaraan Bisa Dipesan Via Internet
Rabu, 13 Februari 2013 , 09:01:00 WIB

ILUSTRASI
  

RMOL. Praktik jual beli plat nopol cantik makin diminati dan mahal. Pemilik kendaraan memburu nopol cantik bukan lagi untuk pelengkap kendaraan, tetapi menjadi gaya hidup.

Praktek jual beli nomor polisi (nopol) cantik yang dulu hanya mengandalkan jasa di Sistim Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), sekarang sudah merambah dunia maya.

Contoh jasa pembuatan nopol cantik di dunia maya Rakyat Merdeka temukan di situs belanja popular, Kaskus. Dalam situs www.kaskus.co.id, terdapat postingan jasa pembuatan nopol cantik.

Dalam postingan tersebut dijelaskan, penyedia jasa bisa mengurus pembuatan nopol cantik di daerah Jakarta sesuai permintaan. “B 1 XXX/XX, terserah mau 3 huruf atau 2 huruf belakangnya. Plat B Only (Khusus Jakarta). Pilih Nomor dan Huruf Sesuka Anda,” dikutip dari postingan tersebut.

Penyedia jasa ini mengklaim bisa menyelesaikan pembuatan nopol cantik dalam waktu 10-14 hari kerja, berikut BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor).

Hal serupa ditemukan di situs www.modifikasi.com. Disini menampilkan jasa pembuatan plat nopol cantik secara terbuka. Dalam postingan penyedia jasa memberikan langsung harga pasaran nopol cantik yang dinginkan.

“Sebagai range harga yang reasonable untuk angka dan huruf pilihan. Plat B enam digit (B XXX XXX) sekitar 3-15 juta, kemudian plat B lima digit (B XX XXX) sekitar 4-17 juta, dan plat B empat digit (B X XXX) sekitar 8-22 juta,” tulis postingan tersebut.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane tidak heran dengan aksi maraknya penyedia jasa nopol cantik. Soalnya, peminatnya semakin banyak. Dan praktek pembuatan nopol cantik telah melibatkan oknum polisi secara turun menurun.

“Sekarang mau buat nomor cantik tinggal lewat jasa calo. Nomor cantik sekarang dikuasai calo yang memiliki jaringan, sehingga praktek pencaloan langsung di lapangan sudah berkurang,” ujar Neta ketika dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Neta membeberkan, ada empat jenis nomor cantik yang bisa dipesan masyarakat. Pertama, nomor cantik yang digitnya berjumlah 2-4. Nomor semacam ini, kata dia, kisaran harganya Rp 10 sampai Rp 20 juta. “Ini harganya relatif lebih mahal,” kata dia.

Kedua, nomor cantik yang bisa terbaca. “Biasanya nomor cantik semacam ini digit keduanya angka 3 atau 1,” jelasnya.

Ketiga, nomor cantik yang memiliki arti khusus. Misalnya tanggal tahir, tanggal perkawinan dan lain-lain. Untuk nomor cantik semacam ini, kata Neta, biasanya dibelakang angka ditambahkan inisial.

“Nomor ini harganya agak murah. Paling sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” tuturnya.

Keempat, lanjut Neta, jenis nomor cantik yang dianggap membawa keberuntungan. Sepengetahuan dia, nopol ini harganya sangat tinggi, tergantung penilaian seberapa besar hoki yang di bawa.

“Yang termahal itu plat nomor B 99 dan B 88. kedua nomor ini harganya sampai Rp 300 juta,” tandasnya.

Neta menilai, maraknya jual-beli nopol cantik ini disebabkan karena penetapan nomor tersebut tidak diatur oleh undang-undang.  Padahal di negara lain, kata Neta, nomor cantik semacam itu di lelang kepada pembeli tertinggi.

“Dana hasil lelang tersebut kemudian masuk ke anggaran daerah dan di pergunakan untuk pembangunan infrastruktur daerah,” jelasnya.

Maka dari itu, Neta menyarankan, ke depan pemerintah membuat peraturan untuk mengatur pembuatan nomor cantik. Baik dalam bentuk peraturan pemerintah, maupun peraturan daerah.

“Tujuannya agar dana besar untuk membuat nomor cantik tidak hanya masuk ke oknum. Biaya nomor cantik juga harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat luas,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Hubungan Masyarakat (Karopenmas Divhumas) Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar meminta kerja sama dari masyarakat untuk memberantas pencaloan nomor cantik.  Baginya, aparat kepolisian tidak pernah membisniskan nomor cantik kendaraan.  

Boy menghimbau agar msyarakat melaporkan ke Penyidik Bidang Provesi dan Pengamanan (propam) Polda Metro Jaya atau Mabes Polri jika ada yang dirugikan. “Apabila hal ini merugikan masyarakat dalam menerima pelayanan di Samsat, segera laporkan. Termasuk jika ada oknum yang terlibat dan menyulitkan,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Harga Bisa Meroket Jika Tak Ditertibkan
Deding Ishak, Anggota Komisi III DPR

Maraknya praktik pencaloan nomor cantik melanggar ketentuan. Hal ini jika tidak ditertibkan bisa juga menimbulkan kesenjangan sosial di kalangan masyarakat.

Dengan adanya praktik pencaloan ini, otomatis nilai jual nomor cantik akan meroket. Akibatnya cuma orang-orang kaya yang bisa punya. Dan yang seperti ini akan akan memicu kesenjangan sosial antara masyarakat.

Berdasarkan peraturan seharusnya masyarakat tidak perlu membeli nomor cantik. Saat membeli kendaraan, kita bisa saja mengajukan nomor, dan selama nomor tersebut belum dimiliki oleh orang lain, maka kita boleh menggunakannya.

Namun, masyarakat kan tidak mengetahui cara mengecek nomor tersebut sudah di miliki atau tidak. Yang bisa kan petugas atau orang yang sudah terbiasa di sana. Inilah yang memicu praktek pencaloan tersebut.

Saya meminta pihak kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menertibkan jual beli nomor cantik ini. Petinggi kepolisian harus bertindak tegas menyelesaikan masalah ini. Pasalnya, hal ini bisa menimbulkan persepsi buruk dari masyarakat terhadap polri.

Daripada Dilarang, Lebih Baik Diresmikan  Dan Negara Untung
Yandri Susanto, Pemilik Nopol Cantik

Pembuatan nomor polisi cantik di kepolisian sebenarnya bagi saya tak ada masalah. Justru harus dipandang sebagai sesuatu yang strategis.

Saya usul ke depan pembuatan nomor cantik ada aturan formal mulai dari Peraturan Kapolri atau undang-undang. Kita melihat pembuatan nomor cantik ini sangat potensial mendatangkan keuntungan bagi pusat dan daerah. Ini bisa menjadi pemasukan negara non pajak.

Sekarang ketimbang pembuatan nomor cantik dilarang-larang  dan mengakibatkan transaksi di bawah tangan yang tak jelas dari aparat,  lebih baik pembuatannya dilakukan secara resmi.

Asal tahu saja, satu nomor polisi cantik jika dihargai sekitar Rp 5 juta per nomor, ini kan prospektif untuk pemasukan negara. Kita tahu pemilik kendaraan di Indonesia puluhan juta. Negara bisa mendapatkan keuntungan triliunan rupiah. Nopol cantik kan juga bisa untuk pemilik sepeda motor. Motor jumlahnya ratusan juta loh, bayangkan keuntungannya.

Nomor polisi cantik bukan hanya menguntungan bagi pendapatan negara, tetapi juga menguntungkan untuk pendataan kendaraan pribadi dan mempermudah mengidentifikasi pemilik kendaraan untuk keperluan administratif.

Saya meyakini, dengan nomor cantik akan membuat pemilik kendaraan memiliki punya tanggung jawab menjaga kendaraannya. Kejahatan menggunakan kendaraan pribadi juga bisa diminimalisir, karena pemilik tidak akan sembarangan menggunakan kendaraan yang menggunakan nomor cantik yang telah dimiliki. [Harian Rakyat Merdeka] 


Baca juga:
DPR Punya Siasat Ngakalin Aturan Badan Kehormatan
Kunker DPR Ke Luar Negeri Disortir Sampai Pemilu 2014
Ssttt, Parpol Ajukan Syarat Caleg Dilarang Poligami...
Kini Dibuka, Jalur Cepat Untuk Membuat Paspor
Pemerintah Tak Mudah Sediakan Rumah Bagi Rakyat Miskin


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Dewi Gita & Armand Maulana, Duet Perdana Di Ultah Nikah Ke-20 Tahun

Rumahtangga Dewi Gita dan Armand Maulana sudah berjalan 20 tahun. Sebuah ...

 

Olla Ogah Kecipratan Duit Batubara Rp 6 M

Pihak keluarga menepis Olla terlibat pencucian uang. Diklaim bisnis batu b ...

 

Marah Pacar Ditaksir Anak

Setelah kisah cintanya dengan Brahim Zaibat berakhir tahun lalu, Madonna l ...

 

Luna Maya, Enak Dipacarin Reino Barack Ketimbang Ariel

Waktu sama Ariel, pacaran emosional, dibawa ke hati. Sama Reino lebih sant ...

 

Risty Tagor, Masih Bisa Kok Rujuk Bareng Rifky Balweel

Suara sumbang perihal alasan Risty Tagor menggugat cerai Rifky Balweel mul ...


Berita Populer

Jokowi: Negara Tidak Efisien, Banyak Anggaran yang Bocor
Singapura Ketar-ketir Sama Jokowi dan Hutan Indonesia
Inilah Tujuh Menteri SBY yang Kompak Mau Mundur Bulan Ini