Rakyat Merdeka Online

Home


VIDEO KEKERASAN
AKSI BRUTAL OKNUM POLISI BETUL-BETUL TAK MANUSIAWI
SABTU, 02 MARET 2013 , 19:17:00 WIB

LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR


TIMUR PRADOPO/IST
  

RMOL. Aksi brutal yang dilakukan oknum polisi terhadap terduga teroris seperti terlihat dalam video yang dilaporkan oleh Forum Silaturrahmi Ormas dan Lembaga Islam (SOLI), kepada Kapolri Kamis lalu tidak lagi pantas disebut sebagai perilaku manusia. Karena sejak menit pertama hingga menit ke 13:54 detik, perilaku oknum aparat di dalam video tersebut sudah di luar kewajaran dan sangat tidak manusiawi.

"Untuk itu, disarankan tidak usah membuka video, yang ternyata sudah tersebar di Youtube, jauh sebelum para tokoh Islam menemui Kapolri kemarin lusa. Terutama, bagi yang tidak tega dan tidak kuat terhadap gambar-gambar sadis dan tak berperikemanusiaan," ujar staf khusus SOLI, Mustofa B. Nahrawardaya, dalam keterangan tertulis yang diterima petang ini (Sabtu, 2/3).

Dikatakan Mustofa, hingga siang ini, belum diketahui siapa yang pertama kali meng-upload video super sadis ini ke jejaring sosial. Namun kalau dilihat dari proses pengunggahannya, sudah dilakukan berurutan dan bertahap pengisian kontennya. Akhir 2012, hanya diunggah selama 4 menit, namun sebulan kemudian diunggah penuh.

"Yang aneh, setelah saya komparasikan, ternyata kedua video tersebut sama persis, baik video yang ada di Youtube maupun yang beberapa hari lalu disuguhkan kepada Kapolri. Tidak ada editing, isinya sama persis. Bahkan, pada edisi akhir tahun lalu, sebuah video yang hanya diunggah seperempat dari panjang durasi konten aslinya, sempat ditranskrip dan ditayangkan dari suara menjadi bahasa teks di internet," sambung Mustofa yang ikut dalam pertemuan SOLI dengan Kapolri tersebut.

Karena itu, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum(ICAF) ini berharap dengan sangat polisi segera bisa menangkap dan memenjarakan para pelaku.

"Dan saya pikir tidak akan menemui persoalan berarti. Selain wajah pelaku terekam jelas dan bahkan close-up, identitas persenjataan dan baju serta sebagian nomer topi baja yang dikenakan para oknum aparat itu, bisa terbaca dengan jelas," ungkapnya.

Apalagi, seperti diungkapkan Koordinator SOLI Prof. Din Syamsuddin saat bertemu Kapolri, salah satu korban dari kebiadaban perilaku oknum aparat berjamaah ini, sekarang masih hidup, dan akan dijamin keselamatannya usai video yang merekam penyiksaan terhadapnya diketahui publik. "Untuk itu, janji Kapolri ini harus dikawal agar tidak diingkari," demikian Mustofa, yang juga aktivis muda Muhammadiyah ini. [zul]


Baca juga:
NGERI, ANGGOTA DENSUS 88 DIPROGRAM MENJADI ALGOJO
BRUTAL KEPADA TERDUGA TERORIS, POLRI JANJI KOREKSI DIRI
KETUA MUI: BOM BUNUH DIRI MATI KONYOL, HARAM HUKUMNYA
DIN SYAMSUDDIN: EVALUASI KINERJA DAN KEBERADAAN DENSUS 88!
DIN SYAMSUDDIN: JENDERAL TIMUR PRADOPO TANGGAPI POSITIF USUL PENANGANAN TERORISME


Komentar Pembaca
Cetak SDM Berdaya Saing Tinggi, Kementerian PUPR Tingkatkan Komposisi Karyawan Teknis
 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipercaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengge ...

Hari Buruh Dan Memperjuangan Peningkatan Kesejahteraan
blitz.rmol.co
 

Tamara Bleszynski, Sobrat Anggap Tamara Istri

Sobrat mengenalkan diri sebagai fan berat Tamara pada 2012. Sejak itu, Sob ...

 

Rachel Roy, Diterpa Isu Jadi Selingkuhan Jay Z

Sampai kemarin, akun media sosial perancang busana Rachel Roy masih dipenu ...

 

Kartika Putri, Mobil Ditabrak, Eh Malah Digodain Anaknya Sugiharto

Nasib nahas dialami Kartika Putri pada Kamis (21/4) malam. Toyota Vellfire ...

 

Rebecca Romijn, Kendall Jenner Bukan Supermodel

Kendall Jenner dan Gigi Hadid terus mendominasi runway hingga editorial ma ...

 

Ayu Ting Ting, Di TV India, Bilang Rumah Gadang Asal Papua

Ayu Ting Ting kembali digunjingkan di media sosial. Kali ini soal salah se ...

Berita Populer

78 Voters Desak KLB PSSI
Demo Melawan Dari Jakarta Utara, Lengserkan dan Tangkap Ahok
PPP Djan Faridz Bakal Disahkan Jadi Peserta Pilkada Serentak