Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Tasikmalaya
Selasa, 02 April 2013 , 15:59:00 WIB
Laporan: Sopyan Munawar

FAJAR SIDIK/RMOL
  

RMOL. Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil menangkap seorang terduga teroris di Tasikmalaya. Pelaku disergap ketika akan pulang ke rumahnya, setelah mendatangi jasa penitipan barang. Hingga kini pihak keluarga tidak yakin anaknya adalah terduga teroris.
 
Penangkapan terhadap seorang terduga teroris bernama Fajar Sidik (FS) warga Leuwianyar, Sukamanah, Cipedes, Kota Tasikmalaya, terjadi pada hari Rabu (27/03) lalu, sekitar pukul 10.00. Dia ditangkap anggota Densus 88 ketika akan pulang ke rumahnya setelah  mendatangi jasa penitipan barang Dakota Cargo di Jalan Kalangsari, Cipedes, Kota Tasikmalaya.

FS langsung disergap oleh enam orang yang diketahui sebagai anggota Densus 88 dengan mengendarai dua unit motor dan satu unit mobil.
 
Menurut saksi mata, Mumuh Muhtadin, FS disergap ketika berada di depan jasa penitipan barang Dakota Cargo. Tiba-tiba dua sepeda motor yang diketahui sebagai anggota Densus 88 langsung menyergap dari belakang hingga FS terjatuh. Bahkan anggota Densus sempat mengarahkan pistol ke atas. Tanpa perlawanan, FS dibawa ke dalam mobil Toyota Avanza warna hitam. Begitupun kendaraan motor milik FS dibawa anggota Densus menuju arah Bandung.
 
Warga setempat tidak mengetahui, jika yang ditangkap oleh Densus 88 tersebut adalah terduga teroris. Warga mengira pelaku yang ditangkap polisi adalah tindak pidana kejahatan atau terkait narkoba.
 
Menurut Hilmi, pamannya FS, sebelum mendapat laporan dari pihak kepolisian, pihak keluarga sempat mencari FS selama tiga hari ke beberapa temannya dan kerabat di wilayah Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar. Bahkan keluarganya sempat menanyakan kepada beberapa warga setempat, namun keberadaa FS tidak diketahui.
 
Istri dan keluarganya baru mengetahui jika FS sudah diamankan oleh anggota Densus 88, setelah adanya surat pemberitahuan penangkapan yang diterima pada hari Senin 1 April, kemarin.
 
Hingga kini pihak keluarga merasa tidak yakin jika FS seorang anggota teroris. Dimata keluarga, FS dikenal sebagai kepala rumah tangga yang baik dan guru mengaji di masjid, serta memiliki usaha busana muslim.
 
Meski surat pemberitahuan penangkapan dari Mabes Polri sudah ada ditangan keluarga, namun hingga kini pihak keluarga belum bisa berangkat dan menengok FS.
 
Saat ditemui, Khoerudin, orang tua FS di rumahnya mengaku, pihak keluarga sudah mendapat kabar bahwa FS dalam kondisi baik dan saat ini masih ditahan di rutan Brimob Kelapa dua Jakarta.
 
Khoerudin, tidak menerima dan sangat menyesalkan atas penangkapan anaknya oleh Densus 88 yang terkesan arogan, karena FS tidak pernah terlibat dan melakukan aksi teroris. Pihak keluarga berharap agar Densus 88 secepatnya memulangkan FS. Jika tidak terbukti terlibat dalam aksi teroris, keluarga akan menutut Densus 88 dan meminta kepada pemerintah untuk membubarkan Densus 88, karena dinilai telah memfitnah serta membuat malu keluarga. [dem]


Baca juga:
Mengapa Terorisme Merebak?
Sering Tembak Mati dan Salah Tangkap Orang, Kinerja Densus 88 Harus Dievaluasi!
Densus 88 Harus Dievalusi dan Dibenahi, tapi Bukan Dibubarkan!
Kapolri: Tunggu Saja Hasil dari Peradilan Umum
Perampok Emas Tambora Kelompok Fa'i


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Tessy "Srimulat", Setelah Diciduk Polisi Minum Pembersih Toilet

Pelawak Srimulat Kabul Basuki alias Tessy ditangkap di Bekasi Utara, Kamis ...

 

Jessica Mila, Sinyal Oke Buat Kaesang

Belum bicara cinta karena Mila baru lihat foto, belum ketemu langsung. Ia ...

 

Keira Knightley, Lagi Pesta Prom Cium Teman Cewek

Setiap orang memiliki kisah unik dalam hidup. Termasuk Keira Knightley yan ...

 

Shandy Aulia, Ciumannya Dipuji Lawan Main

Shandy Aulia kini bukan sosok remaja yang dikenal lewat film Eiffel I'm ...

 

Anne Hathaway, Tolak Jabat Tangan Wartawan Dibilang Takut Kena Ebola

Anne Hathaway, Tolak Jabat Tangan Wartawan Dibilang Takut Kena Ebola Repor ...


Berita Populer

Sekarang JK Benar-benar Bisa Jadi Presiden
Relawan Jokowi: Buat Apa Berbaju Putih Bila Ada Noda di Kabinet
Andi Arief Ajak KIH Belajar dari Sejarah