Rakyat Merdeka Online

Home


PRABOWO BISA MAKLUMI 11 ANGGOTA KOPASSUS SERANG LAPAS
MINGGU, 07 APRIL 2013 , 09:51:00 WIB

LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR


PENJAGAAN LAPAS/IST
  

RMOL. 11 anggota Kopassus yang menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (23/3) dua pekan lalu memang melanggar hukum.

Serangan itu menewaskan empat tahanan yang merupakan tersangka kasus pengeroyokan hingga tewas, anggota Kopassus, Serka Santoso,  di Hugo's Cafe, Sleman, pada beberapa hari sebelum penyerangan tersebut, Selasa (19/3)

Tapi secara psikologis, Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Edhy Prabowo bisa memaklumi tindakan yang dilakukan para rekan Serka Santoso tersebut. Mengingat, solidaritas di tubuh TNI amat tinggi, terlebih di kesatuan elit TNI itu.

"Para oknum Kopassus itu melanggar hukum memang benar, tapi kalau dilihat kasusnya lebih dalam saya bisa memahami. Anggota mana yang tega melihat komandannya dibunuh secara sadis oleh para preman?" kata Edhy Prabowo Minggu (7/4).

Karena itu, anggota DPR Komisi VI ini mengimbau masyarakat tidak terus menerus memvonis 11 anggota Kopassus itu sebagai pembunuh terlebih setelah para pelaku sudah mengakui perbuatannya.

Pasalnya, kejadian di Lapas Cebongan bukanlah sebab melainkan akibat Serka Santoso dibunuh sekelompok orang di Hugos Kafe.

"Anggota Kopassus itu dibunuh dengan cara sadis oleh para preman yang memang sudah sangat meresahkan masyarakat Yogyakarta. Seandainya anggota Kopassus itu meninggal karena ketidaksengajaan, saya yakin tidak akan ada aksi balas dendam semacam itu," tegas Edhy.

Edhy yang kini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Gerindra di DPR ini meminta kepada DPR, LSM dan lain sebagainya untuk tidak terlalu menyoroti dan menghakimi Kopassus. Pasalnya, pihak TNI terlebih Danjen Kopassus Mayjen Agus Sutomo sudah mengakui kesalahannya dan siap bertanggungjawab.

"Jangan terlalu memojokkan para prajurit kita. Mereka juga anak kandung bangsa yang berjiwa ksatria. Bagaimana pun Kopassus sudah berkorban jiwa raga buat negara. Usut kasus ini tanpa harus memojokan Kopassus. Dan jangan ada lagi masyarakat yang menjadi korban ulah premanisme yang makin sini makin menjamur," pungkas Edhy. [zul]


Baca juga:
JENDERAL TB HASANUDDIN YAKIN JIWA KORSA BUKAN SATU-SATUNYA MOTIF PENYERANGAN LP CEBONGAN
PENCOPOTAN KAPOLDA DIY DAN PANGDAM IV DIPONEGORO SUDAH TEPAT
KOMISI III: POLDA DIY CEROBOH!
DISTRUST KEPADA LEMBAGA HUKUM AKAR MASALAH LAPAS CEBONGAN
SBY JUGA HARUS MAU BERTANGGUNG JAWAB MENTERINYA TERSERET KORUPSI


Komentar Pembaca
Cetak SDM Berdaya Saing Tinggi, Kementerian PUPR Tingkatkan Komposisi Karyawan Teknis
 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipercaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengge ...

Teguh 24 Jam Untuk Jakarta Adil dan Manusiawi
blitz.rmol.co
 

Tamara Bleszynski, Sobrat Anggap Tamara Istri

Sobrat mengenalkan diri sebagai fan berat Tamara pada 2012. Sejak itu, Sob ...

 

Rachel Roy, Diterpa Isu Jadi Selingkuhan Jay Z

Sampai kemarin, akun media sosial perancang busana Rachel Roy masih dipenu ...

 

Kartika Putri, Mobil Ditabrak, Eh Malah Digodain Anaknya Sugiharto

Nasib nahas dialami Kartika Putri pada Kamis (21/4) malam. Toyota Vellfire ...

 

Rebecca Romijn, Kendall Jenner Bukan Supermodel

Kendall Jenner dan Gigi Hadid terus mendominasi runway hingga editorial ma ...

 

Ayu Ting Ting, Di TV India, Bilang Rumah Gadang Asal Papua

Ayu Ting Ting kembali digunjingkan di media sosial. Kali ini soal salah se ...

Berita Populer

Lima WN China Yang Ditangkap TNI Berkantor Di Pantai Indah Kapuk
Begini Cara Pekerja Kereta Cepat Asal China Terobos Wilayah TNI
Kejagung Melempem, Relawan Desak KPK Usut BP3TI Kemenkominfo