Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Pengembangan Bandara dan Pelabuhan di Papua Barat Sudah Sangat Mendesak
Selasa, 16 April 2013 , 19:07:00 WIB
Laporan:

  

RMOL. Kota Sorong merupakan pintu masuk ke Tanah Papua. Karena itu, pengembangan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) mendesak dilakukan, dan Komisi V DPR pun didesak dapat merealisasikan impian rakyat Papua Barat tersebut.

Demikian harapan Walikota Sorong Lamberthus Jitmau saat berdialog dengan rombongan Komisi V DPR-RI yang mengadakan kunjungan kerja di Kota Sorong, Papua Barat (Selasa, 16/4). Dan saking semangatnya agar harapan itu segera terwujud, Walikota Lamberthus menyambut langsung di bandara, mengajak 12 anggota komisi meninjau langsung  dan menelusuri runway sepanjang 2000 meter. Dia berharap bisa landas pacu bandara DEO menjadi 2.400 meter.

"Kami meminta perpanjangan runway 300 meter. Karena wajah Papua ada di Kota Sorong sebab menjadi pintu arus barang dan jasa," ucapnya.

Terkait hal ini, Michael Wattimena, anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Papua Barat, pun dibebani amanah memperjuangkan anggarannya.

"Memang benar bahwa Kota Sorong etalase ke tanah Papua. Kita berharap Sorong menjadi kota jasa yang terbesar di wilayah timur Indonesia. Suara saya saat pemilu legislatif terbesar di Kota Sorong, tentu harapan itu akan diperjuangkan. Anggota yang ikut rombongan pun sepakat," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dalam anggaran 2013 sudah dialokasikan Rp 50 miliar untuk perluasan lebar landas pacu bandara DEO sehingga mencapai ukuran ideal landas pacu. Lebar landas pacu 30 meter menjadi 45 meter.

Dia pun berjanji memperjuangkan harapan Walikota Sorong. Dan mengingat topograpi Sorong dan Papua Barat secara keseluruhan maka pembangunan infrastruktur perhubungan laut dan udara menjadi perhatian.

Walikota Sorong secara bercanda menyebut Pemerintah Pusat dan Komisi V DPR fokus mengucurkan dana untuk pengembangan bandara Makassar atau Soekarno-Hatta.

"Pak Ketua keliru kalau begini. Berbuatlah sesuatu untuk Papua. Kami akan bangga," ucapnya sambil melirik Ketua Komisi V DPR Laurens Bahang Dama. Seusai dialog, Laurens Bahang Dama menyebut harapan pengembangan bandara DEO akan diperjuangkan.

"Kita juga ingin Kota Sorong yang disebut gerbang masuk ke Papua makin berkembang. Nah, pembangunan bandara DEO menjadi salah satu faktor pendukungnya," ujar Laurens.

Dukungan terhadap hal itupun disuarakan, anggota Fraksi PDI Perjuangan, Rendhy Lamajido.

"Saya dari fraksi oposisi tapi kali ini setuju Sorong jadi kota pelabuhan," ungkapnya seusai Komisi V melakukan kunjungan dan dialog dengan pengelola Pelindo IV di pelabuhan Sorong. [ysa]


Baca juga:
Disayangkan, Isu Genocide Disebarkan untuk Tolak Pemekaran Papua
Ibas Dorong Gubernur Lukas Enembe Libatkan Rakyat Bangun Papua
Berbagai Penyakit Mulai Menyerang Warga Korban Air Pasang Sentani
Gubernur Abraham Tegaskan Korban Busung Lapar Ada Empat Orang
95 Warga Kwoor Papua Meninggal Dunia karena Pelayanan Kesehatan yang Buruk


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Aura Kasih, Nangis, Digosipin Simpanan Pejabat

Sampai sekarang mengaku masih jomblo. Ogah dipacari duda, takut bermasalah ...

 

Cathy Schmitz, Dinikahi Miliarder "Bau Tanah"

Cinta itu buta. Malah bagi Cathy Schmitz (24), usia hanya lah sekedar angk ...

 

"Semoga Sophie Bisa Bimbing Ariel"

Seiring dengan hubungan yang semakin serius, Ariel pun telah memperken ...

 

Fanny Neguesha, Bantah Dibuntingi Super Mario

Mantan kekasih striker Liverpool, Mario Balotelli ini geram dituding telah ...

 

Eva Mendes, Melahirkan Bayi Perempuan

Eva Mendes sedang berbahagia. Ia sukses dihamili teman kumpul kebonya, ...


Berita Populer

Terbukti Koalisi Tanpa Syarat Itu Cuma Dongeng untuk Rakyat
Puteri Bung Karno: Jokowi Tak Layak Dilantik Jadi Presiden!
Golkar Kecam Pernyataan Adnan Buyung yang Kasar