Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Puncak Elektabilitas Prabowo dan Wiranto Masih Diragukan
Senin, 29 April 2013 , 13:59:00 WIB
Laporan:

PRABOWO-WIRANTO/IST
  

RMOL. Tingkat elektabilitas Ketua Dewan Pembina, Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Hanura, Wiranto, yang meroket tajam masih diragukan oleh sementara akademisi.

Keraguan tersebut misalnya disampaikan oleh gurubesar Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Asep Warlan Yusuf.

Asep meragukan hasil survei yang menempatkan Prabowo dan Hanura di puncak elektabilitas. Apalagi bila varibel utamanya karena publik masih membutuhkan sosok capres berlatarbelakang TNI sebagaimana dirilis oleh Lembaga Klimatologi Politik (LKP).

"Terus terang ada sedikit keraguan bila menempatkan mereka sebagai pilihan," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 29/4).

Apalagi, lanjut Asep, bila variabel lainnya menempatkan ketegasan sebagai alasan publik memilih tokoh yang berlatarbelakang TNI ini. Sebab faktanya, saat ini, ada juga tokoh sipil yang bisa tegas, bahkan melebihi ketegasan seorang militer.

"Misalnya Pak Jusuf Kalla atau Pak Mahfud MD. Mereka berdua ini tegas," demikian Asep. [ysa]


Baca juga:
HKTI Resmi Usung Prabowo Jadi Capres 2014
Jadi Cawapres Saja Marzuki Alie Jago ke 10...
Ternyata Gita Wirjawan Masih Tahu Malu
Jokowi Risih Namanya Dicatut untuk Dongkrat Capres Tertentu
Farhat Abbas Berambisi Nyapres Lewat Demokrat


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Farah & Suami Masih Serumah

Tak mau menjawab soal perse­lingkuhan. Mau pergi ke Bali untuk menenang­ ...

 

Gisca Dmelia, Coba Jadi Penyanyi

Gisca Dmelia bukan tipe cewek yang cepat puas. Setelah menjajal dunia mode ...

 

Laudya Chintya Bella, Kegerahan Karena Gemuk

Laudya Chintya Bella rela menggemukan badannya untuk film terbaru berjudul ...

 

Fifty Shades of Grey Kurang Hot & Erotis

Kendati Fifty Shades of Grey  baru akan dirilis 13 Februari 2015, nam ...


Berita Populer

Surya Paloh Sadari Kekeliruan tentang JK
Mendesak, Megawati harus Batalkan Pencapresan Jokowi
Gerindra Tertawakan Alasan Jokowi ke PBNU