Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Ironis, SBY Saksi Sejarah Gelombang Reformasi Tapi Masih Bermental Orde Baru
Rabu, 01 Mei 2013 , 08:28:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

SBY
  

RMOL. Jatuhnya Presiden Soeharto dan tuntutan pemberantasan praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) melahirkan TAP MPR Nomor XI/MPR 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi Kolusi, dan Nepotisme.

"TAP MPR RI itu merupakan puncak kemuakan publik terhadap praktik-praktik KKN yang sudah demikian melembaga," ujar pengamat politik dari The Indonesia Reform Martimus Amin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 1/5).

Karena saat itu, Partai Golkar dan pejabat negara lainnya menempatkan keluarga-keluarganya sebagai anggota legislatif dan duduk di lembaga-lembaga tinggi Negara lainnya.

Makanya, tokoh reformasi Amien Rais saat itu mengkritik model rekruitmen para pejabat. Amien, kata Martimun, menyebutnya dengan pola perekrutan berdasarkan 'AMPII' atau anak, menantu, ponakan, serta istri dan ipar.

"Imbas dari kritikan publik membuat anak Wiranto selaku Panglima ABRI saat itu mundur dari anggota MPR," jelas Martimus.

Yang terjadi saat ini, sambungnya, ternyata praktik KKN lebih massif dan menyebar di segenap lapisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepala masinis gerbong KKN era reformasi kini dimotori Presiden SBY sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat.

"Tanpa malu-malu lagi (SBY) menabrak konsensus reformasi. Sudah sedemikian hipokritnya SBY sehingga ia tidak malu-malu lagi menabrak konsensus reformasi," ungkapnya.

Kritik terhadap skandal dugaan korupsi yang dilakukan keluarga Cikeas dan di pemerintahannya belum mereda, kini SBY menempatkan paling banyak keluarganya sebagai Caleg dari Partai Demokrat pada Pileg 2014. Setidaknya ada lima belas anggota keluarga SBY yang menjadi caleg DPR RI.

"Kita dapat memaklumi seandainya perbuatan itu dilakukan sejenis pemimpin diktatur dan junta militer, seperti Soeharto, Marcos, Saddam Husein, Husni Mubarak, Idi Amin, dan Ben Ali," imbuhnya.

"Ironisnya, ini dilakukan oleh SBY, saksi sejarah reformasi. Jadi tidak usah heran KKN tak pernah kunjung tuntas tertangani. Karena biang kerok masalah terletak pada pemimpin negara sekaligus ketua umum partai yang masih dikendalikan 'orang-orang bermental KKN Orde Baru'," demikian Martimus. [zul]


Baca juga:
Citra Terbuka Partai Demokrat karena Mau Gelar Konvensi Lenyap Seketika
Kelakuan SBY Mengingatkan Publik akan Kebiasaan Elit Orde Baru
Masih di Bawah SBY, Ketua Demokrat Jateng juga Ramai-ramai Calonkan Anggota Keluarganya
Demokrat Paling Nepotis, Nama-nama Bacaleg dari Keluarga SBY Diungkap
Tingkat Elektabilitas Demokrat Turun Sebelum SBY Jadi Ketua Umum


Komentar Pembaca

Rizal Ramli: Pejabat Asal Njeplak Rusak Citra Indonesia di Dunia

blitz.rmol.co
 

Yuri "SNSD", Pacari Atlet Baseball

Ada kabar asmara terbaru dari Girls' Generation alias SNSD. Setelah Sooyou ...

 

Delia Septianti, Ngartis Modal Muka

Delia Septianti makin eksis aja. Selain menyanyi solo, eks vokalis Ecoutez ...

 

Victoria Beckham, Dapat Kado HUT Spesial dari Suami

Artis sekaligus desainer Victoria Beckham kembali mendapat kejutan dari su ...

 

Gisele Bundchen, Pensiun Jadi Model

Istri quarter back New England Patriots, Tom Brady ini telah membulatkan t ...

 

CL 2NE1, Bukan Orang Paling Berpengaruh di Dunia

Majalah TIME merilis daftar 100 orang paling berpengaruh dunia untuk tah ...


Berita Populer

Ditegaskan, Kubu Ancol Sah Ikut Pilkada
Langkah Hukum Yusril Ihza Pertajam Konflik Golkar
Gerindra Senayan: Pertalite Cuma Akal-akalan Jokowi!