Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Menteri Syarif Hasan: Pameran Potensi Daerah Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sabtu, 18 Mei 2013 , 08:42:00 WIB
Laporan:

SYARIF HASAN/IST
  

RMOL. Ajang pameran yang memperlihatkan berbagai potensi dan kesempatan untuk berinvestasi dari berbagai pelosok daerah yang ada di Indonesia dinilai merupakan langkah dan strategi yang paling tepat untuk mempublikasikan kemampuan daerah-daerah di Indonesia.

"Saya bangga bahwa Apkasi berhasil mengahadirkan seluruh potensi kab upaten di Indonesia, terutama yang dipamerkan dalam event ini adalah semuanya produk asli indonesia," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Syarief Hasan saat menutup Apkasi International Trade and Investment Summit 2013 di Jakarta International Expo (Jum’at, 17/5).

Menurutnya, kegiatan ini dikatakan berhasil karena selama kegiatan ini dilakukan, telah menghasilkan berbagai transaksi bisnis, juga berbagai kegiatan usaha , berbagai MOU yang dilakukan, serta komunikasi yang terjalin antara para pelaku usaha dengan daerah."

"Inilah yang dicapai oleh AITIS ini, Ini namanya menjemput bola, dari pengusaha di daerah memperkenalkan langsung kepada para investor luar negeri maupun dalam negeri, jika event ini rutin dilaksanakan, dengan potensi daerah dan dukungan dari Apkasi, saya optimis pertumbuhan ekonomi kita akan mencapai paling tidak 6,5 persen lagi," ujarnya.  

AITIS 2013 yang digagas oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 15-17 Mei 2013, dan merupakan pameran internasional untuk mempromosikan potensi-potensi daerah dan memberikan kesempatan kepada investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk membuka investasi di berbagai sektor didaerah. Diharapkan dengan acara AITIS ini dapat menjadi ajang bertemu dan bertukar informasi antara Investor dan dareah.

"Saya mengapresiasi kepada Apkasi yang telah berhasil mempromosikani kapasitas dan kemampuan daerah, Sehingga para investor dapat melihat bahwa pertumbuhan di daerah dan demand kapasitas daerah sangat tinggi," ujarnya.

Tak kurang dari 170 kabupaten, lima provinsi, tujuh kota, tujuh kementerian, dan 21 perusahaan di tingkat kabupaten di seluruh Indonesia yang berhubungan dengan sektor pertambangan dan energi, pertanian, kelautan, dan perikanan, pariwisata, serta infrastruktur berpartisipasi dalam ajang pameran ini.

Ketua Umum Apkasi Isran Noor mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah implementasi peran dan fungsi Apkasi sebagai mitra pemerintah dalam mensukseskan master plan percepatan dan perluasan perekonomian indonesia atau MP3I.

"Kami berharap kegiatan AITIS yang merupakan program kerjatahunan ini dapat menjadi momentum yang akan dimanfaatkan oleh Anggota Apkasi dan pendukung lainnya, sebagai sarana promosi perdagangan dan investasi nasional," katanya.

Selain Pameran, acara AITIS 2013 ini juga dilakukan acara forum bisnis selama pameran berlangsung dengan menghadirkan nara sumber Menteri-Menteri terkait, Duta Besar dan Konsuler Negara Sahabat, Pejabat Terkait, Kalangan Investor dan Trader, Akademisi, dan Praktisi Ekonomi sebagai sarana bertukar informasi mengenai potensi daerah secara lebih rinci dan para pengusaha didaerah mendapat informasi mengenai apa-apa saja yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para investor luar negeri tersebut. [ysa]


Baca juga:
Menkop Minta KUKM Laporkan Bank Negara Gagal
Dilanda Fitnah, Syarief Hasan Masih Sibuk Kerja di Babel
Menkop dan UKM: Jika BBM Naik, Pemerintah Siapakan Skema Subsidi Untuk UMKM
Menkop: Usul Indonesia Soal Ketentuan Jumlah & Partisipasi Anggota Kemungkinan Diadopsi ICA
PUKUL GONG

blitz.rmol.co
 

Farah & Suami Masih Serumah

Tak mau menjawab soal perselingkuhan. Mau pergi ke Bali untuk menenang ...

 

Gisca Dmelia, Coba Jadi Penyanyi

Gisca Dmelia bukan tipe cewek yang cepat puas. Setelah menjajal dunia mode ...

 

Laudya Chintya Bella, Kegerahan Karena Gemuk

Laudya Chintya Bella rela menggemukan badannya untuk film terbaru berjudul ...

 

Fifty Shades of Grey Kurang Hot & Erotis

Kendati Fifty Shades of Grey  baru akan dirilis 13 Februari 2015, nam ...


Berita Populer

Mendesak, Megawati harus Batalkan Pencapresan Jokowi
Gerindra Tertawakan Alasan Jokowi ke PBNU
Pertemuan di Rumah Jacob Soetoyo Terasa Seperti Menawarkan Dagangan yang Tidak Laku