Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

WAWANCARA
M Yusuf: Dana Dari Ahmad Fathanah Mengalir Juga Ke Laki-laki
Sabtu, 18 Mei 2013 , 09:44:00 WIB

M YUSUF
  

RMOL. Aliran dana dari tersangka kasus dugaan suap daging impor sapi, Ahmad Fathanah, kepada 20 wanita tidak bisa dibeberkan namanya.

“Saya tidak bisa sebutkan secara detilnya,” kata Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

 Berikut kutipan selengkapnya:

Barangkali profesi saja, apa semuanya artis?

Saya tidak tahu, dari namanya perempuan semua.

Dari mana Anda tahu kalau rekening itu milik perempuan?

Itu kan mudah, lihat saja nama dan data bank di mana dana itu mengalir.

Masa tidak ada dana yang mengalir ke laki-laki?

Ada dana dari Ahmad Fathanah mengalir ke laki-laki. Cuma saya tidak hafal semuanya.

Transaksinya apa?
Semua ditulis lengkap dalam laporan PPATK yang disampaikan ke KPK. Pokoknya, semua data itu sudah dikirim kepada KPK. Terserah KPK mau kembangkan dari mana dulu. Data itu untuk bisa dipergunakan KPK dalam menelusuri sebuah perkara.

Apa ada aliran dana masuk ke petinggi PKS?
Pokoknya saya sudah serahkan semua aliran dana itu. Tanya ke KPK saja. 

PPATK ini hanya membantu penegak hukum. Kita tunggu saja langkah-langkah KPK.

PKS mengatakan PPATK harus berhati-hati mengeluarkan data, bagaimana ini?
Kami tidak sebutkan itu terkait dengan PKS kok. Malah beberapa waktu lalu saya bertemu dengan Nasir Jamil (fungsionaris PKS) dan komunikasi kita baik.

Apa yang Anda bicarakan dengan Nasir Jamil?
Saya bilang tidak sebut-sebut PKS. Beliau mengatakan sebenarnya tidak ada masalah apa-apa kok.

Kenapa kok ngomong begitu?
Karena Fathanah bukan kader PKS. Lagi pula dalam laporan tidak sebut nama orang-orang apalagi nama partai. Makanya, saya selalu berhati-hati berkomentar.

Apa lagi yang dibicarakan dengan Nasir Jamil?
Pembicaraannya mengenai pendanaan ke partai. Saya bilang tidak ditemukan hal itu.

Ada yang curiga PPATK dimanfaatkan parpol tertentu, apa benar?
Saya ini sudah disumpah, dari kecil dididik  orang tua dan guru secara baik.

Maka Insya Allah tidak mungkin saya ini seperti itu. Saya ini juga muslim, sejak kecil sudah melaksanakan ibadah haji. Ngapain juga saya kotori diri sendiri.

Kalau ada yang berpikiran saya sebagai Ketua PPATK dekat dengan parpol tertentu, suruh cuci muka saja. Kami ini kan lembaga independen. Saya disumpah untuk bekerja dengan Undang-Undang yang ada. Sampai detik ini saya tidak pernah menjadi anggota partai mana pun.

Apa dana ke partai juga dipantau PPATK?
Kalau itu ya. Semua partai kita pantau. Kami berharap semua partai lebih baik supaya tidak salah pilih pemimpin ke depan. Kan kita harus pilih orang yang bersih untuk memimpin negara ini. Makanya, menjelang pemilu ini, partai dijadikan objek riset PPATK. Artinya, kami mau lihat adakah aliran dana ke partai, anggota DPR, dan caleg.

PPATK kerja sama dengan KPU?
Tentu kami bekerja sama dengan KPU dan Bawaslu. Kami berusaha memantau aliran dana itu. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Fuad Rahmany: Petugas Pajak Yang Terima Suap Sudah Dipecat Sejak Kamis Lalu
Irman: Kualitas e-KTP Indonesia Tahan Panas Sampai 70 Derajat Celcius
Adrianus Meliala: Laporan PKS Hanya Gertakan
Taufik Kiemas: Pemberian BLSM Selama 6 Bulan Itu Namanya Nyogok Rakyat
Agus Condro: Saya Laporkan Kebobrokan Lapas Untuk Mendukung Ketua KPK...


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Velove Vexia, Langsung Menghindar Saat Ditanya Kumpul Kebo

Velove Vexia menghadiri resepsi pernikahan mantan pacarnya, Raffi Ahmad di ...

 

Cut Tary, Cium Pipi Kevin Di Parkiran

Kedekatan antara Cut Tary dan Richard Kevin sepertinya mulai terjawab. Set ...

 

Brett Rossi, Gagal Dinikahi Charlie Sheen

Brett Rossi harus gigit jari. Model dan eks bintang film porno ini gagal d ...

 

Lady Gaga, Baru Ngartis, Sering Diajak "Bobok"

Sang Mother Monster lagi galau. Ia masih menyimpan kekesalannya dimanfaatk ...

 

Bila Sakiti Gigi, Raffi Janji Siap Dicerai

Image prosesi pernikahan sangat mahal dan wah. Sebagian masyarakat menyind ...


Berita Populer

Wartawan Kaget dengan Arogansi Putra Tertua Jokowi
Putra Tertua Jokowi Kesal Disebut Anak Haram
Bukan Syukuran Rakyat, Tapi Pesta Pendukung Jokowi-JK