Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Tidak Realistis Mengajukan Jokowi dalam Pilpres
Jum'at, 24 Mei 2013 , 07:14:00 WIB
Laporan:

JOKOWI/IST
  

RMOL. Sementara kalangan masih saja ada yang menghendaki agar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, maju dalam pilpres. Di alam demokrasi, kehendak ini tentu saja tidak salah, namun tidak realistis.

"Publik yang mau Jokowi maju jadi capres atau cawapres itu hanya terjebak dalam euforia saja," kata gurubesar politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis kemarin (23/5).

Maswadi menegaskan bahwa kehendak itu juga tidak realistis. Sebab faktanya, Jokowi bukanlah kader inti di PDI Perjuangan. Di saat yang sama, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati untuk merekemondasikan Jokowi dalam Pilpres.

Hal yang tak kalah penting, lanjut Maswadi, adalah soal kinerja. Hingga saat ini, belum ada program Jokowi yang berjalan di Jakarta. Jokowi hanya mampu memprtontonkan bahwa ia dekat dengan rakyat.

"Itu saja. Soal kinerja, mana program dia. Sekarang dia baru merasakan bahwa mengurus Jakarta itu tak semudah mengurus Solo. Di Jakarta, satu tangan menunjuk, tangan lain digebuk orang," demikian Maswadi. [ysa]


Baca juga:
Peserta Konvensi Demokrat Akan Disuruh Jualan Dulu ke Daerah-daerah
Mahfud MD dan Gita Wirjawan Harus Intens Melobi Elit Partai Bila Serius Mau Jadi Capres
Masih Jauh Mengukur Potensi Gita Wirjawan Jadi Capres
Kereta Api akan Menjangkau Seluruh Tanah Air jika RR jadi Presiden
Demokrat Lebih Korup Dibanding PKS, Konvensi hanya Dagelan SBY


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Farah & Suami Masih Serumah

Tak mau menjawab soal perselingkuhan. Mau pergi ke Bali untuk menenang ...

 

Gisca Dmelia, Coba Jadi Penyanyi

Gisca Dmelia bukan tipe cewek yang cepat puas. Setelah menjajal dunia mode ...

 

Laudya Chintya Bella, Kegerahan Karena Gemuk

Laudya Chintya Bella rela menggemukan badannya untuk film terbaru berjudul ...

 

Fifty Shades of Grey Kurang Hot & Erotis

Kendati Fifty Shades of Grey  baru akan dirilis 13 Februari 2015, nam ...


Berita Populer

Surya Paloh Sadari Kekeliruan tentang JK
Mendesak, Megawati harus Batalkan Pencapresan Jokowi
Gerindra Tertawakan Alasan Jokowi ke PBNU