Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Kapolda Papua Minta Maaf ke Papua Pos
Jum'at, 24 Mei 2013 , 22:58:00 WIB

  

RMOL. Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian dan Komandan Satgas Brimob Kombes Sugeng meminta maaf kepada pemimpin redaksi Papua Pos karena ulah bawahannya yang mendatangi kantor tersebut tanpa permisi.

"Pak Kapolda Papua Irjen Tito dan Dansatgas Brimob Kombes Sugeng telah meminta maaf kepada saya lewat telepon seluler karena sikap anak buahnya yang masuk tanpa izin ke kantor Papua Pos," kata pemimpin redaksi Papua Pos Frida Adu kepada Antara Jayapura, Jumat (24/5).

Menurut Frida, peristiwa tersebut memunculkan banyak reaksi dari insan pers di Kota Jayapura, baik tanggapan secara langsung, lewat pesan singkat, telepon dan juga di jejaring sosial. Bahkan, katanya, teman-teman pers usulkan agar buat laporan polisi dan gelar jumpa pers terkait sikap sejumlah anggota Brimob yang masuk ke dalam kantor Papua Pos itu dan melakukan pemotretan.

Hanya saja, mantan redaktur pelaksana Majalah Berita Foja itu mengatakan belum memutuskan untuk menerima usulan dari rekan-rekan pers karena menghargai permintaan Kapolda Papua.

"Saya belum memutuskan apakah mau buat jumpa pers atau laporan polisi. Saya sudah telepon Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya agar menyampaikan permintaan kami kepada Kapolda Papua untuk menggelar audience ataupun klarifikasi secara terbuka didepan rekan pers Jayapura terkait masalah ini," katanya.

Frida berharap masalah ini tidak terulang lagi dan secepat mungkin Polda dan Brimob Papua membuat klarifikasi terkait sikap tidak terpuji anak buahnya.

"Saya ingin tahu, sebenarnya apa maksud di balik ini semua. Hal ini agar bisa disampaikan lewat audiensi atau klarifikasi secara terbuka. Dan memberikan pemahaman yang baik dan benar kepada anggota polisi atau Brimob tentang peran pers," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan anggota Brimob Polda Papua bersenjata lengkap dengan sebuah truk mendatangi kantor redaksi Papua Pos pada Selasa (21/5) malam, dan sebagian di antaranya langsung melakukan pemotretan dalam kantor tersebut tanpa permisi, dan membuat karyawan ketakutan. [ant/dem]


Baca juga:
Pemerintah Didesak Tolak Izin Perluasan Tambang Freeport
Pemerintah Pengecut! Tak Berani Nasionalisasi Aset Freeport
Golkar Desak Pemerintah Evaluasi Keberadaan Freeport
PERISTIWA TEROWONGAN FREEPORT
Polda Papua Telusuri Unsur Kelalaian Freeport dalam Tragedi Big Gossan


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Berhentilah Membully Penyanyi Muda Angel Pieters

Publik diminta untuk berhenti membully penyanyi muda Angel Pieters. Angel ...

 

Zaskia Gotik, Udah Ngetop, Neng Cuma Jualan Suara Doang Lho...

Neng ke Jakarta mau nyanyi, bukan buat jual diri. Menolak ajakan tarif fan ...

 

Emma Stone, Mesra Lagi Sama 'Spiderman'

Emma Stone ternyata tidak bisa jauh dari pelukan hangat Andrew Garfield. P ...

 

Lady Gaga, Kawin dan Konser Tetap Heboh

Gaya hidup Lady Gaga memang selalu kontroversial. Dari mulai video klip la ...

 

Juwita Bahar, Ditusuk Tunangan dari Belakang

"Pusing Pala Berbie" lagu andalan dari grup musik Putri Bahar ini sepertin ...


Berita Populer

Luhut Teriak Hidup Mahasiswa, Massa IMM Nyeletuk Pencitraan dan Palsu
Satpam Dipecat karena Shalat, Bank Danamon Pun Didemo
Mungkin Ini Orang-orang di Sekitar Jokowi yang Dimaksud Prabowo Suka Bikin Gaduh