IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Gertakan PKS Bikin Publik Kian Muak

 JUM'AT, 31 MEI 2013 , 10:56:00 WIB | LAPORAN:

Gertakan PKS Bikin Publik Kian Muak

ilustrasi/ist

RMOL. Untuk yang ke sekian kalinya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melontarkan ancaman. Ancaman itu adalah keluar dari koalisi, seiring dengan rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), R Siti Zuhro, ancaman PKS itu hanya sebatas ancaman semata, dan tidak mungkin benar-benar dilakukan. Singkat kata, PKS tetap berada di dalam koalisi hingga pemerintahan SBY-Boediono berakhir.

"PKS pakai gertak sambal. Dan sekarang ini, gertak sambal PKS pakai cabai yang tawar, he he. Tidak akan berpengaruh sama sekali terhadap dinamika koalisi," kata Zuhro kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 31/5).

Zuhro pun yakin, gertakan PKS untuk keluar koalisi dengan dasar berbeda pandangan soal harga BBM ini merupakan bagian dari upaya menarik simpati publik. Namun sayang sekali, publik pun sudah tahu cara pencitaraan PKS ini.

"Ini menambah deretan gaya gertak PKS dan ini menambah kemuakan publik. Rakyat sekarang cerdas, dan mencatat setiap langkah partai, termasuk PKS. Dan semakin PKS semakin menggertak, rakyat semakin tahu bahwa itu bohong belaka," demikian Zuhro. [ysa]


Komentar Pembaca
Ruhut dan Hayono Tidak Disiplin

Ruhut dan Hayono Tidak Disiplin

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 , 17:27:00

Pilkada DKI 2017 Bernuansa Pilpres

Pilkada DKI 2017 Bernuansa Pilpres

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 , 16:45:00

Harapan Besar PDIP Ada di Pundak Hana Hasanah

Harapan Besar PDIP Ada di Pundak Hana Hasanah

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 , 13:00:00

Partai Relawan Militan Jokowi

Partai Relawan Militan Jokowi

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2016 , 01:47:00

Ahok Dan Para Tokoh Pendukung

Ahok Dan Para Tokoh Pendukung

SELASA, 27 SEPTEMBER 2016 , 10:51:00

Bicara di Peresmian Museum

Bicara di Peresmian Museum

SENIN, 26 SEPTEMBER 2016 , 05:04:00