Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Jangan Pilih Partai yang Dukung Kenaikan Harga BBM
Rabu, 05 Juni 2013 , 07:22:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

RMOL. Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sangat tidak berpihak kepada rakyat.

Tak hanya masyarakat menengah ke bawah, mahasiswa yang setiap hari menggunakan kendaraan umum  juga akan semakin terbebani karena kenaikan harga BBM tersebut diyakini akan membuat ongkos tranportasi merangkak naik.

Demikian disampaikan Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi (Rabu, 5/6).

Karena, efek kenaikan harga BBM ini dapat dipastikan naiknya harga kebutuhan pokok dan turunnya daya beli masyarakat apalagi ini menjelang bulan puasa Ramadhan. Efek lain yang akan muncul adalah naiknya biaya trasportasi menjelang puasa dan Lebaran yang juga akan memicu naiknya kebutuhaan-kebutuhan lain sehingga masyarakat kecil semakin sengsara.

Padahal, sambungnya, kenaikan harga BBM merupakan imbas dari kegagalan tim ekonomi SBY yang dikomandoi Menko Perekonomian terutama dalam pengelolaan pertambangan energi yang berubungan dengan BBM.

"Kami menilai kenaikaan harga BBM ini diakibatkan oleh  beberapa hal diantaranya  pertama gagalnya produksi minyak Indonesia akibat terlalu banyak campur tangan pihak asing," ujarnya.

Kedua, akibat kurangnya pengawasan sehingga masih terdapat indikasi kebocoran dan pencurian minyak mentah di berbagai tempat sehingga produksi dianggap berkurang. Ketiga, akibat gagalnya pengelolaan minyak bumi di Indonesia yang semestinya diperuntukan bagi warga Negara Indonesia dan dikelola oleh perusahaan lokal tapi faktanya perusahaan dalam negeri tidak mampu bersaing dengan perusahaan asing karena pemmerintah tidak melakukan keberpihakan.

"Apalagi Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), sebagai kompensasi kenaikan harga BBM merupakan akal-akalan pemerintah untuk mendongkrak elektabilitas partai tertentu terutama yang tergabung dalan partai koalisi," kata Fahman.

Karena itu menurutnya, BLSM ini, merupakan bentuk suap gaya baru yng diterapakan di Indonesia. Makanya, IMM menyerukan kepada masyarakat agar bersama-sama memenolak kenaikan harga BBM dan  tidak memilih partai politik  manapun yang mendukung kenaikan harga BBM pada pemilu 2014 mendatang.

"Karena itu (kenaikan BBM) akan menjadi lahan korupsi baru bagi para penguasa," tandasnya.

IMM sekali lagi dengan tegas menolak rencana pemerintah tersebut. Dalam waktu dekat ini, IMM akan mengelar aksi serentak di seluruh Indonesia. [zul]


Baca juga:
Inilah Hasil Rapat Setgab Soal BBM di Kediaman Wapres
Setgab Rapat dengan Wapres, Anis Matta Silaturrahim ke Tebuireng
Spanduk PKS Tolak Kenaikan BBM Bertebaran di Jambi
Tiga Alasan BBM Naik Versi Menkop UKM
Masih Bergaya Ala @TrioMacan2000, Boediono Jabarkan Dasar Kenaikan BBM


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Rinada Janji Bertobat

Setelah bertobat, ingin menjalani kehidupan normal seperti dulu. Sembari m ...

 

Tessa Kaunang, Dicium Sandy Sebelum Resmi Menjanda

Tessa lega. Tidak lagi harus datang ke pengadilan dan permintaan nafkah Rp ...

 

FKA Twigs, Kepergok Digandeng Mesra Rob Pattinson

Jalinan asmara penyanyi eksentrik FKA Twigs dan Robert Pattinson sebelum i ...

 

Nicki Minaj, Bebas Dari Tuntutan Plagiat Wig Palsu

Nicki Minaj sempat terlibat persoalan hukum gara-gara rambut palsu pada ...

 

Eddies Ditahan Suami Nangis

Penahanan Eddies Adelia oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, membuat sua ...


Berita Populer

Bongkar Misteri Metal Kujang Gunung Padang, TTRM Pertimbangkan Undang Ahli dari Israel dan Mesir
Kebakaran Gedung ESDM Upaya Hilangkan Bukti Korupsi Jero Wacik?
Pakar Tata Negara Tantang DPD Ramai-ramai Demo Tolak Pilkada Lewat DPRD