Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
DPR Lembaga Pengawas, Lucu Kalau Semua Kebijakan Pemerintah Diamini
Jum'at, 07 Juni 2013 , 12:56:00 WIB
Laporan: Hendry Ginting

  

RMOL. DPR secara konstitusi harus 'bermuka dua' atau 'berkaki dua' dalam merespon kebijakan pemerintah. Wakil rakyat itu tidak boleh bersikap permanen.

Demikian dikatakan pakar hukum tata negara, Irmanputra Sidin kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (7/6).  

"Anggota koalisi, bahkan oposisi sekalipun juga tidak seharusnya memiliki sikap permanen untuk menolak apapun keinginan Presiden. DPR secara hukum tata negara memang tidak boleh memiliki sikap permanen atas kebijakan Presiden dalam menjalankan pemerintahannya,” kata Irman.

Sedangkan Presiden,  ujarnya, juga tidak boleh berpikir bahwa selama 5 tahun kebijakannya semua harus disetujui oleh anggota koalisi yang telah  membuat kontrak politik. Begitu pula sebaliknya, bahwa dalam 5 tahun segala kebijakan presiden harus tidak disetujui terus karena berpikir bukan bagian dari kontrak politik koalisi.

“Relasi DPR dan Presiden adalah relasi dinamis dalam kerangka checks and balance, oleh karenanya 'muka dua atau kaki dua', sesungguhnya lebih konstitusional dari 'muka satu'. Karena kalau justru muka satu, maka logika DPR sebagai perwakilan rakyat tidak akan berada dalam domain representasi objektif rakyat,” tegasnya. [zul]


Baca juga:
Komisi VI Bertemu Utusan PM Inggris
Bahas Absensi, BK DPR Kumpulkan Ketua Fraksi
Bahas Anggaran Perubahan 2013
Bahas Anggaran
Klarifikasi Sidak ke LP Sukamiskin


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Maria Eva, Sudah Dihamili Eks Pejabat Pare-Pare

Maria kaget umur 35 tahun masih bisa hamil. Tidak tahu apakah istri pertam ...

 

Dul Cemas Menanti Vonis

Terdakwa AQJ alias Dul telah menjalani enam kali persidangan dalam kasus k ...

 

Luna Maya, Rajin Rawat Organ Intim

Wanita itu idealnya cantik luar-dalam. Merawat paras yang terlihat sama pe ...

 

Lindsay Lohan, Bikin Berang ELLE Indonesia

Lilo kembali berulah. Dan kali ini ia bermasalah dengan pihak majalah ELLE ...


Berita Populer

Mendesak, Megawati harus Batalkan Pencapresan Jokowi
Gerindra Tertawakan Alasan Jokowi ke PBNU
Anggapan Jokowi Capres Boneka Semakin Tak Terbantahkan