IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

Gara-gara Nama Ganda Satu Wanita, 16 Bacaleg Dicoret

Gerindra Protes Karena Kadernya Mundur Dari PKPI

X-Files  RABU, 12 JUNI 2013 , 11:22:00 WIB |

Gara-gara Nama Ganda Satu Wanita, 16 Bacaleg Dicoret

Partai Gerindra

RMOL. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih menemukan satu nama bakal calon legislatif ganda. Meski hanya satu nama, tapi efeknya panjang, mengakibatkan 16 bacaleg dari Partai Gerindra dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dicoret KPU.
Anggota KPU Arief Budiman menyatakan, awalnya bacaleg ganda atau terindikasi pencalonan ganda berjumlah 24 orang. “Setelah partai politik diberi tenggat 12 hari untuk memperbaikinya, ternyata masih ada satu bacaleg ganda,” kata Arief di kantornya, kemarin.

KPU akhirnya mencoret nama satu bacaleg ganda tersebut. Sedangkan 23 nama lain yang terindikasi ganda, kata Arief, sudah tidak ada masalah.
Arief tidak mau menyebutkan nama satu bacaleg ganda yang dicoret KPU itu. Tapi, menurut Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, bacaleg ganda yang dicoret KPU itu bernama Nur Rahmawati.

Berdasarkan daftar 24 bacaleg ganda yang pernah dikeluarkan KPU, Nur terdaftar sebagai bacaleg Partai Gerindra di daerah pemilihan Jawa Barat IX dan bacaleg Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di dapil Jabar V.

Karena pencoretan nama Nur Rahmawati yang terdaftar sebagai bacaleg Partai Gerindra di dapil IX Jabar dan bacaleg PKPI di dapil V Jabar, maka KPU juga mencoret seluruh bacaleg dari dua partai itu di dua dapil tersebut. Soalnya, Partai Gerindra dan PKPI tidak tidak memenuhi jumlah kuota 30 persen perempuan di dua dapil tersebut. 

Dapil Jabar IX meliputi Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Subang. Ada 8 bacaleg dari Partai Gerindra yang ikut dicoret KPU di dapil tersebut (lihat tabel). Jatah kursi yang diperebutkan di dapil tersebut berjumlah 8.

Dapil Jabar V meliputi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor dengan jatah 9 kursi. Ada 8 bacaleg PKPI yang turut dicoret di dapil tersebut (lihat tabel).

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, keputusan KPU mencoret semua bacaleg Partai Gerindra di dapil Jabar IX dengan alasan tidak memenuhi kuota 30 persen  perempuan, sangat tidak adil. Menurutnya, titik pangkal permasalahan ini adalah pencoretan nama Nur Rahmawati yang dinilai KPU sebagai bacaleg ganda Partai Gerindra dan PKPI.

“Akibatnya Nur Rahmawati didiskualifikasi, sehingga syarat minimal 30 persen perempuan untuk dapil tersebut berkurang,” katanya, kemarin.

Padahal, bela Muzani, Nur Rahmawati bukanlah bacaleg ganda. Sebelum memutuskan bergabung dengan Partai Gerindra pada 22 Mei, empat hari sebelumnya, Nur sudah mengundurkan diri secara resmi dari PKPI “Itu sebabnya kami daftarkan ke KPU, dengan menyerahkan seluruh dokumen persyaratannya,” ucap dia.

Masalahnya, kata Muzani, KPU tetap memproses pendaftaran bacaleg atas nama Nur Rahmawati dari PKPI. “Harusnya KPU tidak menerima, karena yang bersangkutan sudah mengundurkan dari PKPI dua hari sebelum batas pendaftaran ditutup. Tap