Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Tak Mau Abaikan Survei, PDIP Pertimbangkan Usung Jokowi
Rabu, 24 Juli 2013 , 22:54:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

JOKOWI/NET
  

RMOL. PDIP belum tentu akan mengusung Joko Widodo meski elektabilitas dan popularitas Gubernur DKI Jakarta itu selalu teratas berdasarkan temuan berbagai lembaga survei.

"Karena hasil survei bukan tolak ukur untuk menentukan keputusan politik," jelas Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo saat dijumpai di Wisma Kodel, Jakarta Selatan, Rabu (24/7) sore usai  pemaparan hasil telesurvey yang dilakukan Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG).

Meski begitu, Jokowi yang daulat SSSG sebagai tokoh paling populer, tetap dipertimbangkan PDI Perjuangan. "Saya kira partai yang cerdas tidak akan meninggalkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Tapi ingat partai juga mempunyai komitmen, jadi memimpin indonesia loh, bukan memimpin negara yang kecil," terang dia.

Berdasarkan, telesurvey yang dilakukan SSSG, Jokowi berhasil mendapatkan 25,48 persen suara mengalahkan 15 tokoh lain yang sering mengisi berita-berita nasional.
Perolehan Jokowi itu jauh diatas Megawati Soekarnoputri yang hanya mendapatkan 2,68 persen.

Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie, pada Maret lalu, mengungkapkan dengan moncernya elektabilitas Jokowi, Mega akan mendukungnya. "Jokowi effect akan dengan sangat signifikan melambungkan perolehan suara PDI Perjuangan menembus angka 35% bahkan lebih tinggi dari perolehan pemilu 1999. Keteguhan dan kegigihan hati Megawati selama ini tampaknya akan berbuah di pemilu 2014," kata Jeffrie.

Tak hanya itu, dia memprediksi jutaan orang akan memaksa Jokowi untuk bersedia nyapres. Dukungan itu, kata Jeffrie,  akan disampaikan secara bergelombang alamiah.

Pertengahan Juni lalu, relawan Jokowi ngumpul di Bandung menggelar kongres dan membentuk simpul relawan Jokowi for President. Jokowi bakal dipaksa nyapres. Selang beberapa hari, tepatnya pada 21 Juni, warga Solo, memberi ucapan selamat ulang tahun, sekaligus memaksa Jokowi agar mau nyapres di Pemilu 2014. [zul]


Baca juga:
Jokowi Perlu Didampingi Tokoh Islam yang Diakui Internasional
PDIP Tak Mau Buru-buru Tetapkan Capres-Cawapres
PKB Mulai Serius Pasarkan Rhoma Irama
Jokowi Mengatasi Prabowo, Jauh Tinggalkan Mega
Partai Nasdem: Buat Apa Ikut Konvensi Kalau Cuma Jadi Penggembira dan Dipermalukan?


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Jennifer Arnelita, Dinikahi"Stok Lama"

Masa gonta-ganti pacar resmi berakhir. Umur sudah 31 tahun, diminta sege ...

 

Fabioli de Oliviera, Heran Polisi Belum Bisa Tangkap Penyiram Air Keras

Korban penyiraman air keras, Fabioli de Oliviera dan ibunya, Syuli Umboh ...

 

April Summers, Ingin Jadi Pacar Pelatih Inter Milan

Model seksi ini disebut-sebut sebagai orang yang senang atas perceraian pe ...

 

Janet Jackson, Tidak Lagi Sembunyi

JJ alias Janet Jackson akhirnya tidak lagi sembunyi-sembunyi tampil di dep ...

 

Renata Kusmanto, Belajar Mengaji Sama Ibunya Fachry

Pengen ikut puasa dan merasakan suasana Lebaran. Tapi nanti kalau sudah ti ...


Berita Populer

Ini yang Akan Terjadi Bila Sri Mulyani Masuk Kabinet
Pemerintahan Jokowi dalam Bahaya Jika Benar Rekaman Itu Suara Rini
Yusril Ihza: Kesan Rakyat, Kalau Menterinya Goblok yang Ngangkat Lebih Goblok