Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |
Pemilu Ulang Tak Pengaruhi Suara Rakyat Sumsel
Kamis, 01 Agustus 2013 , 23:13:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

ALEX-NOERDIN/NET
  

RMOL. Pemungutan suara ulang pemilihan gubernur Sumatera Selatan diyakini tidak akan mengubah hasil perolehan suara. Pasalnya, masyarakat saat ini sudah melek politik sehingga tak mudah pindah haluan.

Demikian disampaikan Direktur Lembaga Riset dan Pendidikan Politik Rakyat (RPPR), Bakti Zainal, dalam diskusi publik “Membaca Arah Kecenderungan Pemilih Pasca Putusan MK” di Hotel Aston, Palembang, Kamis (1/8)).

Dalam penjelasannya, seperti disebutkan dalam rilis yang diterima, Bakti mengungkapkan kedewasaan pemilih menghadapi Pemilukada. Meski banyak calon melakukan manuver politik bahkan dengan iming-iming duit, belum tentu masyarakat memilihnya. “Pengalaman berdemokrasi sejak reformasi sampai sekarang jadi proses pembelajaran tersendiri. Rakyat tak bisa lagi dibodohi,” katanya.

Karena itu, lanjut Bakti, pada pemungutan suara ulang nanti sangat kecil terjadi perubahan. Pilihan awal akan tetap jadi acuan utama bahkan tensinya cenderung menguat. “Pemilu ulang justru membangkitkan animo masyarakat. Sebab mereka merasa disakiti dan dipermainkan,” terangnya.

Senada dengan Bakti, Direktur Lembaga Pengembangan Otonomi Daerah Yudha Firmasnyah menunjukkan, pengalaman beberapa daerah yang melakukan pemilu ulang hasilnya selalu sama. Yakni, pemenang pada putaran pertama tetap menang di putaran kedua. “Lihat misalnya Tangerang Selatan, Pandeglang atau Pemilukada Jawa Timur. Sama saja tidak ada perubahan. Bahkan kemenangannya makin telak,” kata Yudha mencontohkan.

Hanya saja, di akhir penyampaiannya Yudha mengimbau agar masayarakat mewaspadai segala bentuk agitasi dan proganda. Sebab menurutnya, tak sedikit calon yang menghalalkan segala cara untuk mengubah pendirian pemilih.

“Jangan sampai kesatuan dan persatuan masyarakat Sumsel tercerai berai. Pengalaman di beberapa daerah, walaupun tidak boleh lagi berkampanye, selebaran gelap berisi fitnah biasa disebar ke pemilih. Ini harus diwaspadai,” pungkasnya.

Pilgub Sumsel diikuti empat pasangan calon Eddy Santana Putra-Anisja Djuwita Supriyanto;  Iskandar Hasan-Hafisz Tohir; Herman Deru-Maphilinda Boer dan pasangan Alex Noerdin-Ishak Mekki. Pilgub dimenangkan Alex Noerdin-Ishak Mekki.

Pilgub tersebut dimenangkan pasangan inkumben, yaitu Alex Noerdin-Ishak Mekki. Tapi, pasangan Herman Daru dan Maphilinda Boer memperkarakan penggunaan dana bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp 70 miliar oleh pasangan inkumbent untuk membeli sepeda motor kepada 3 ribu petugas Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (P3N) dan pembuatan harian umum gratis menjelang pilkada.

MK pun memerintahkan digelar pemungutan ulang di beberapa kabupatan/kota. Yaitu seluruh TPS di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur; seluruh TPS di Kabupaten Ogan Komering Ulu; seluruh TPS di Kota Palembang; seluruh TPS di Kota Prabumulih; dan Seluruh TPS di Kecamatan Warkuk Ranau Selatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. [zul]


Baca juga:
Gugatan Disesalkan, di Tempat Pemungutan Ulang Justru Alex Noerdin Kalah
KPK Telaah Korupsi Alex Noerdin
JPRR: Tidak Pantas Keluarga Koruptor Diusung Jadi Cagub
Tolak Herman Deru Gubernur Sumsel
Beredar, Video Jaksa Meras Guru


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Lea Michele, Kencan Vulgar Sama Pacar Baru

Lea Michele tak ragu lagi untuk bermesraan dengan kekasih barunya, Matthew ...

 

Behati Prinsloo, Penakluk Adam Levine

Karier playboy Adam Levine terpaksa berhenti. Vokalis Maroon 5 ini telah ...

 

Anne J. Cotto, Hamil Duluan Jumat Ini Nikah

Calon suami kerja di prusahaan kontraktor pertambangan. Lebih muda tujuh t ...

 

Nabille Benattia, Resmi Jadi WAGs Inter

Model sexy berdarah Prancis-Itali ini resmi jadi WAGs baru Inter Milan set ...

 

Rachel Maryam, Yakin Hari Ini Nggak Rusuh

Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil akhir penghi ...


Berita Populer

Kalau Terbukti Kecurangan Secara TSM, MK Bisa Ganti Pemenang Pilpres
Kok Lepas Jilbab, Bu Iriana Ikutan Marshanda Ya?
Kantongi Bukti Awal, MK Hadirkan Jokowi-JK