Rakyat Merdeka Online

Home


INI YANG HARUS DILAKUKAN AGAR CAWAPRES JOKOWI TAK DITENTUKAN BERDASARKAN KEKUATAN FULUS
SENIN, 24 MARET 2014 , 23:11:00 WIB

LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR


JOKOWI
  

RMOL.  Untuk menghindari politik transaksional dalam menentukan calon wakil presiden Joko Widodo, termasuk penentuan pasangan capres dan cawapres lainnya, sebaiknya didasarkan pada peta isu, tantangan Indonesia di tingkat global dan lokal, baik politik, ekonomi, hukum, sosial budaya dan pertahanan dan keamanan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif IndoStrategi Andar Nubowo kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 24/3).

Dia menjelaskan, dalam konteks internasional, Indonesia tahun 2015 akan memasuki ASEAN Economic Community (AEC). Selain itu, Indonesia dihadapkan pada isu globalisme, krisis ekonomi dunia, perubahan iklim,  rekonfigurasi kekuatan dunia antara Barat dan Rusia/China, dan pasar global.

"Dalam konteks ini, maka kita perlu kepemimpinan yang energik, visioner dan mampu menghadapi tantangan dan ancaman lokal dan global tersebut, demi menjaga kepentingan nasional da dan kemaslahatan rakyat Indonesia," tegas dosen FISIP UIN Jakarta ini.

Melihat tantangan tersebut, dia mengingatkan, Jokow meski sudah populer, termasuk juga capres Gerindra Prabowo Subianto dan capres Golkar Aburizal Bakrie, perlu figur cawapres sebagi komplementer yang energik, muda, kompeten, dan berpengalaman di tingkat nasional dan internasional.

Pengalaman nasional dan internasional ini sangat penting, supaya Indonesia tidak jatuh pada kepemimpinan yang tidak bervisi dan berkualitas pada kemakmuran rakyat.

"Calon-calon potensial yang muncul seperti Gita Wirjawan, Din Syamsuddin  Mahfud MD, Dahlan Iskan, dan Anis Baswedan dapat diuji publik dan diajukan sebagai calon potensial dalam bursa cawapres sekarang ini. Mereka ini dinilai memiliki jam terbang tinggi dalam mengurusi persoalan-persoalan domestik dan internasional," ungkapnya.

Terlepas dari semua itu, dia menambahkan, publik berharap, Pemilu dan Pilpres 2014 ini adalah momentum rakyat untuk merasakan masa depan Indonesia yang lebih baik. "Yakni Indonesia yang demokratis dan berkemakmuran dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," demikian kader muda Muhammadiyah, jebolan EHESS Paris, Perancis ini.

Sebelumnya dia melihat, setelah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri resmi menunjuk Joko Widodo sebagai calon presiden, sejumlah pihak langsung melakukan kasak-kusuk mengajukan nama-nama jagoannya atau nama dirinya sendiri sebagai calon wakil presiden.

Karena itu, bukan tidak mungkin wacana siapa yang akan mendampingi Jokowi ini bisa mengarah pada pembusukan demokrasi. Karena dikhawatirkan akan ditunggangi kelompok oligarki dan plutokrasi untuk kepentingan politik dan ekonominya. "Kekhawatiran ini beralasan, mengingat nama-nama cawapres yang muncul di publik tampaknya sarat kepentingan politik dan ekonomi bisnis," tandasnya. [zul] 


Baca juga:
LIBURAN ABURIZAL BAKRIE KE MALADEWA BERBAU SKANDAL MORAL
ALHAMDULILLAH, SENIMAN DAN PESILAT SIAP MENANGKAN PDIP
RAJA DANGDUT OPTIMISTIS JADI CALON PRESIDEN PKB
WASPADA, CAWAPRES JOKOWI AKAN DITENTUKAN KEKUATAN FULUS
JOKOWI-PRABOWO POPULER, PESERTA KONVENSI DEMOKRAT BERPELUANG JADI KUDA HITAM


Komentar Pembaca
KSAL Halal Bihalal Bersama Ratusan Wartawan

Kabar Baik, Tahun Depan Program Wirausaha Pemula Kembali Bergulir

blitz.rmol.co
 

Bella Shofie, Sidang Cerai Lucu Hakim Aja Ketawa

Lelucon dalam drama perceraian antara Bella Shofie dan Suryono, berlanjut. ...

 

Ariana Grande, Gara-Gara Donat Diboikot Gedung Putih

Kurang apa, Ariana Grande? Dengan tampang imut, suara dahsyat dan penampil ...

 

Alyssa Daguise, Al Cium Alyssa Bikin Malu Bunda…

Foto ciuman bibir Al dan Alyssa beredar dan heboh lagi. Fans kian resah ga ...

 

Cristina Buccino, Teman Makan Malam CR7

Model dan show­girl seksi Italia ini dikabarkan punya hubun­gan spesial ...

 

Angel Karamoy, Janda Karena Pasha?

Angel dan Steven kompak menutupi kepastian putusan perceraian mereka. Peng ...

Cetak SDM Berdaya Saing Tinggi, Kementerian PUPR Tingkatkan Komposisi Karyawan Teknis
 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipercaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengge ...

Berita Populer

Langkah Dewan Nasional Walhi Bawa-bawa SARA Menghina Kemanusiaan
Terbukti, Jokowi Selamatkan Ahok dari Kepretan Rizal Ramli
Ahok Mengaku Sudah Dimentahkan Megawati