Verified

Unfinished Deal

Intermestik  SABTU, 08 AGUSTUS 2015 , 00:46:00 WIB | OLEH: MUHAMMAD TAKDIR

<i>Unfinished Deal</i>
Pergeseran penting telah terjadi dalam relasi AS-Iran pasca kesepakatan nuklir dicapai Juli 2015. Kedua negara akhirnya berhasil menuntaskan kerangka persetujuan baru mengenai kemampuan nuklir Teheran.Dengan harap-harapcemas, persetujuan itu dipastikan akan mengubah paradigma persepsi ancaman nuklir Iran di Washington.

Persepsi yang tidak akan sepenuhnya hilang, tetapi less annoying bagi Teheran. Kesepakatan tersebut memang tidak bisa disebut telah selesai, karena masih harus melewati reviu Kongres AS yang sebagian besar menentang keras.

Kesepakatan itu sekaligus menjadi test-casedoktrin Obama. Sebuah doktrin krusial menjelang masa akhir pemerintahannya di 2016. Jika berhasil, langkah ini menjadi legacy fundamental politik luar negeri yang diwariskan Obama. DoktrinObama "we will engage, but we preserve all our capabilities" terlihat memang lebih rasional dibandingkan para pemimpin AS sebelumnya.Hal itu juga nampak berlaku untuk semua urusan geo-strategis AS saat ini, Iran tanpa terkecuali. Tetapi doktrin tersebut bukannya tanpa masalah.Senator Lindsey O. Graham (R-South Carolina) menyebut doktrin itu dibuatoleh "a flawed negotiator".

Dalam konteks Iran, doktrin itu lebih banyak dipandang tidak tepat. Penolakan terhadap deal AS-Iran keras disuarakan para pentolan Partai Republik dan sebagian konservatif Demokrat.

Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Corker (R-Tennesse) menuding ada banyak red flags dalam kerangka kesepakatan tersebut. Sebagai sebuah output perundingan berbulan-bulan, outline kesepakatannya menurut Corker, menyimpan banyak rincian yang masih kabur hingga saat ini.

Sebagai konsekuensinya, relasi AS-Iran akan menginjeksi perdebatan panas dalam Pemilihan Presiden AS 2016 mendatang. Para kandidat kedua kubu politik di AS melihat sebaran "ranjau politik" didalamnya. Meskipun kemasan red flag banyak disebut, tetapi esensinya lebih bermuara pada sentimen Israel yang akan selalu menjadi episentrum jagat politik AS. Bagian-bagian kontroversial red flag itu disinyalir banyak terkait dengan kepentingan strategis Tel Aviv seperti; masih kaburnya elemen pencabutan sanksi internasional (apakah termasuk program misil balistik Teheran), ketidakpastian proses inspeksi IAEA (senjata nuklir) serta residu status Iran yang dituding sebagai axis of evil (pendukung HAMAS, Hizbullah, tuduhan afiliasi dengan gerakan terorisme, dll).

Bagi Iran sendiri, "deal" itu membuat Teheran tidak lagi memiliki titik balik (turning point). Efektivitasfinal accord tersebut sangat bergantung pada endurances tindak lanjutnya. Iran akan memperoleh akses dan pengakuan pengembangan industri nuklirnya. Saat bersamaan, aktivitas nuklir negara itu akan sepenuhnya berjalan di bawah monitoring ketat 24/7 dengan sanksi keras dan direct jika dilanggar. Still, looks like gambling!

Penting bagi kita belajar dari stubbornness Iran dalam memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan strategis. Perundingan bisa berlarut-larut, tetapi daripada memperoleh hasil buruk, mending no-deal sama sekali!.Diplomasi adalah jalan panjang yang berliku, tetapi dengan satu tujuan: melindungi dan memperjuangkan kepentingan nasional. Seperti kata pemeo, "a diplomat is someone who can tell you to go to hell, but in such a way - you are looking forward to the trip". [***]

@emteaedhir
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
<i>Utang</i>

Utang

JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017

Memupuk Empati Kolektif Peradaban
Al-Jazeera Atau Nickelodeon?

Al-Jazeera Atau Nickelodeon?

KAMIS, 08 JUNI 2017

Kushner 'The Insidious'

Kushner 'The Insidious'

SELASA, 23 MEI 2017

<i>Sleepless Kaum Urban</i>

Sleepless Kaum Urban

RABU, 10 MEI 2017

There Is No Winner In Aleppo

There Is No Winner In Aleppo

JUM'AT, 06 JANUARI 2017

Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00