Rita Widyasari

Berantas Narkoba, Jangan Lupa HAM

 SABTU, 23 APRIL 2016 , 09:33:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Berantas Narkoba, Jangan Lupa HAM

foto:net

RMOL. Jelang berlangsungnya Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Sesi Spesial mengenai Permasalahan Narkotika Dunia (United Nations General Assembly Session/UNGASS 2016), ka­langan aktivis berharap ke­hadiran pemerintah Indonesia bisa membawa paradigma baru dalam pemberantasan kejaha­tan narkoba di Tanah Air.

Apalagi selama ini, kebi­jakan narkotika Indonesia telah memunculkan sejumlah konsekuensi negatif berupa pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, Ricky Gunawan menuturkan, kriminalisasi bagi pengguna narkotika sebagaimana ter­cantum di dalam UU No 35 tahun 2009 adalah bentuk pe­langgaran hak atas kesehatan pengguna narkotika sekaligus memunculkan serangkaian pelanggaran HAM lainnya.

"Kriminalisasi pemakaian narkotika membuat pemakai narkotika enggan dan sulit mengakses program pemuli­han ketergantungan narkotika dan menjauhkan mereka dari penjangkauan layanan kesehatan karena khawatir akan pemenjaraan," ujarnya.

Sementara memenjarakan pemakai narkotika justru makin menyuburkan peredaran gelap narkotika di lembaga pemasyarakatan. Artinya, kriminalisasi pemakaian bu­kannya menurunkan angka ketergantungan, tetapi malah meningkatkannya dan mem­perburuk kondisi kesehatan pemakai narkotika.

"Dengan kriminalisasi pe­makaian narkotika, pemakai narkotika juga semakin rentan mengalami penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta penyiksaan atau perlakuan buruk lainnya," katanya.

Ricky melihat, kebijakan kriminalisasi pemakaian narko­tika dan penguasaan narkotika telah memenjarakan banyak orang hingga penjara-penjara di Indonesia harus menampung narapidana melebihi kapasitas. Anggaran penegakan hukum pun jadi membengkak, dari tahap penyelidikan sampai pemenjaraan, disebabkan oleh menumpuknya kasus-kasus semacam ini.

Tak hanya itu, penegakan hukum atas kasus narkotika di Indonesia juga semakin me­langgengkan praktik hukuman mati. Pemerintah Indonesia telah mengeksekusi empat belas orang pelaku tindak pidana narkotika pada tahun 2015 dalam kurun waktu em­pat bulan.

"Sejak eksekusi dilakukan, angka peredaran gelap narko­tika terbukti tidak menurun. Justru peredaran gelap narko­tika semakin marak, dan dari banyak kasus terungkap bahwa aparat penegak hukum pun terlibat dalam peredaran gelap tersebut," sebutnya.

Pemerintah seharusnya tidak menutup pada fakta dan bukti dalam merumuskan sebuah ke­bijakan. Intensi dari eksekusi mati yang dilakukan oleh Indonesia adalah memberantas peredaran gelap narkotika.

"Tetapi ketika peredaran ge­lap narkotika tetap marak seka­lipun eksekusi mati dilakukan, hal ini jelas menunjukkan bahwa eksekusi mati tidak terbukti berhasil memberantas peredaran gelap narkotika," tandasnya.

Staf riset LBH Masyarakat, Albert Wirya menambahkan, pihaknya mendesak pemerintah Indonesia untuk mendekrimi­nalisasi pemakaian narkotika serta penguasaan narkotika dalam jumlah terbatas.

"Sudah saatnya Indonesia mendekriminalisasi pemakaian narkotika secara sungguh-sungguh," katanya.

Dekriminalisasi adalah tidak sama dengan legalisasi pemakaian narkotika. Dekriminalisasi pemakaian narkotika sesungguhnya selaras dengan pemenuhan hak atas kesehatan dan sesuai dengan semangat pemidanaan modern.

Pemerintah juga harus menghapus hukuman mati da­lam perkara narkotika, karena tidak terbukti menurunkan angka kejahatan peredaran gelap narkotika. UNGASS adalah peluang bagi negara-negara, termasuk Indonesia, untuk menimbang ulang ke­bijakan narkotikanya saat ini dan memberikan ruang bagi pendekatan baru yang lebih berpijak pada hak asasi manu­sia, kesehatan publik, inklusi sosial dan ilmiah. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00