Rita Widyasari

Pengelolaan Migas Harus Jadi Satu Holding

 SABTU, 02 JULI 2016 , 07:53:00 WIB | LAPORAN: WAHYU SABDA KUNCAHYO

Pengelolaan Migas Harus Jadi Satu Holding

kurtubi/net

RMOL. Pembentukan holding BUMN akan berdampak pada pengelolaan migas yang menjadi satu kesatuan. Apalagi, saat ini Indonesia membutuhkan pembangunan infrastruktur gas yang besar.

"Itu bisa dibangun kalau tidak menggunakan dana APBN," kata Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Nasdem, Kurtubi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/7).
 
Menurutnya, sangat tidak mungkin infrastruktur gas nasional diserahkan dan dikelola sendiri oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Sebab, meski notebene PGN merupakan perusahaan milik negara namun 43 persen sahamnya dikuasai
publik yang sebagian besar adalah investor asing.

"Sebaiknya infrastruktur gas yang sudah jadi diserahkan ke Pertamina sebagai perusahaan migas nasional. Itu bisa terjadi kalau PGN menjadi anak perusahaan Pertamina," jelas Kurtubi.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Andi Noorsaman Someng  menambahkan bahwa pembentukan holding BUMN migas sangat bermanfaat. Dengan holding maka tidak akan ada lagi persoalan-persoalan teknis di lapangan yang selalu dispute antara Pertagas dan PGN seperti saat ini. Misal tentang pembangunan pipa dan alokasi gas.

Selain itu, holding juga akan meningkatkan efisiensi. Misalnya terkait pembangunan jaringan pipa.

Dia menjelaskan, selain penggabungan, holding BUMN juga dibentuk dengan opsi tidak digabung yakni seperti sedia kala. Hanya saja, masing-masing badan
usaha harus lebih fokus pada tugasnya.

PGN tercatat mengoperasikan jalur pipa distribusi gas sepanjang lebih dari 3.750 kilometer dan jalur pipa transmisi gas bumi yang terdiri dari jaringan pipa bertekanan tinggi sepanjang sekitar 2.160 kilometer yang mengirimkan gas dari sumber gas bumi ke stasiun penerima pembeli.

"Namun, tidak semua jaringan infrastruktur gas PGN open access sehingga tidak bisa dimanfaatkan oleh produsen gas. Akibatnya, harga jual gas PGN cenderung lebih tinggi," jelas Andi.

Diketahui, pemerintah melalui Kementerian BUMN telah memutuskan akan menggabungkan PGN dan PT Pertamina Gas (Pertagas) ke dalam PT Pertamina. Realisasi penggabungan menunggu terbitnya peraturan pemerintah tentang pembentukan holding BUMN. [rus]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00