Verified

Filosofi & Tasawuf Haji & Umrah (21)

Makna Simbolik Thawaf (2)

Tau-Litik  SENIN, 05 SEPTEMBER 2016 , 09:39:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Makna Simbolik Thawaf (2)

Nasaruddin Umar/Net

DALAM artikel terdahulu dijelaskan thawaf sebagai ibadah formal tertua bagi para makhluk. Thawaf juga menirukan apa yang pernah di lakukan nenek moyang kita Adam dan Hawa. Ini se­mua membuktikan manusia sebagai makhluk mikroko­smos, harus tunduk dan pasrah (islam) dan konsisten (istiqamah) kepada ketentuan Khaliq-nya. Muslim sejati, selain me­nyatakan kepasrahan total kepada Tuhan, ia juga harus memancarkan nilai-nilai pencerahan dan vibrasi kasih dalam kehidupan bermasyarakat. Bukannya menebarkan fitnah dan keresahan yang pada gilirannya akan menyulut konflik dan memperlemah sendi-sendi keutuhan dan kesatuan.

Sehebat apa pun seseorang pasti tidak pernah bebas dari kekeliruan dan kesalahan. Boleh jadi 24 jam tidak cukup bagi kita untuk membicarakan kelemahan seseorang, tetapi 24 jam juga tidak cukup untuk membicarakan kelebihan orang yang sama. Tuntutan orang-orang yang selalu mengidealisasikan figur manusia tanpa kele­mahan dan kekurangan adalah tuntutan yang tidak realistis, bahkan absurd. Namun, jargon 'kelemahan manusia’ tidak bisa dijadikan alasan untuk melegitimasi apalagi melanggengkan ke­salahan. Dalam siklus kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa menjalankan fungsi-fungsi thawaf. Orang-orang yang berthawaf di atas rel yang benar, mereka itulah disebut orang-orang yang berjalan di atas jalan yang lurus, jalan yang penuh kenikmatan: "Ihdina al-shirath al-mustaq­im, shirath al-ladzina an'amta 'alaihim…".

Orang-orang musyrik, yang melakukan loyalitas dan penghambaan ganda kepada lebih dari satu objek yang seharusnya disembah, sesungguhnya mereka telah menempuh rel menyimpang dalam kehidupan. Mereka inilah yang digambarkan Tuhan dalam Surah al-¬Hajj: Barang siapa memperse­kutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS.al-Hajj/22: 31)

Orang-orang yang menyimpang dari sistem global Tuhan dan menyalahi tata krama kema­nusiaan, mereka itu termasuk orang-orang yang menyimpan dari rel. Nurani (cahaya) dalam hati mereka berangsur-angsur padam digantikan dengan hati zhulmânî, yang gelap-gulita. Cermin batin mereka buram sehingga tidak mampu lagi menangkap nur, cahaya Ilahi. Mereka teralienasi gemerlapnya kehidupan dunia. Hati mereka tidak lagi tergetar menyaksikan penderitaan kaum dhu`afa’ yang semakin dha`if, karena paham individualisme sedemikian merasuk ke dalam pikiran mereka. Orang-orang seperti ini sulit merasakan ketenangan dan ketenteraman hakiki lantaran jiwanya dipadati nafsu penaklukan (power struggle), dan pada akhirnya mereka merasa kelelahan karena tersedot oleh energin­ya sendiri. Dalam bahasa Al-Qur’an dikatakan:

Barang siapa yang Allah kehendaki akan diberikan petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (berpasrah diri) Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatan­nya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (Q.S. al-An`am/6: 125).

Dengan demikian, thawaf yang dilakukan pada setiap kita menyelenggarakan sejumlah ibadah, memiliki makna dan fungsi ganda. Pertama thawaf berfungsi sebagai rukun ibadah haji dan umrah, tetapi yang tak kalah penting, bagaimana menghayati makna simbolik thawaf sebagai bagian dari penyucian diri dari dosa dan kekhilafan masa lampau. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Kritisi Jokowi-JK

Kritisi Jokowi-JK

, 21 OKTOBER 2017 , 05:01:00