Rita Widyasari

Kinerja Imunisasi Banyuwangi Tertinggi Di Jatim

Banyuwangi  KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 , 01:11:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Kinerja Imunisasi Banyuwangi Tertinggi Di Jatim
RMOL. Kinerja imunisasi Kabupaten Banyuwangi menjadi yang tertinggi di Jawa Timur dalam tiga indikator utama berdasarkan penilaian pemerintah provinsi, yaitu pengelolaan vaksin, imunisasi dasar lengkap (IDL), dan desa universal child immunization (UCI) atau desa yang seluruh balitanya sudah terimunisasi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, imunisasi merupakan aspek penting dalam kehidupan anak. Imunisasi yang baik dan lengkap menjamin kesehatan anak. Tumbuh kembang anak menjadi lebih baik.

"Dengan demikian, anak bisa fokus untuk belajar guna menggapai cita-citanya," ujarnya di Banyuwangi, Rabu (16/11).

Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk bagi anak-anak melalui Posyandu, Puskesmas, dan rumah sakit. Di Posyandu, misalnya, dikembangkan model yang terintegrasi dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Klinik tumbuh kembang anak juga dibangun di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit.

"Ini adalah ikhtiar kami agar golden period anak bisa diperhatikan dengan baik. Banyuwangi masa depan dimulai saat ini dengan memperhatikan perkembangan anak-anak," paparnya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, menambahkan, terkait pengelolaan vaksin, Banyuwangi mendapat nilai tertinggi karena pengelolaan cold chain (rantai pendingin) vaksin yang baik, mulai dari proses penyimpanan vaksin, pendistribusian kepada puskesmas, penyimpanan di puskesmas, hingga vaksin sampai kepada pasien.

"Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas vaksin tetap baik. Vaksin harus dipastikan selalu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius agar tidak mudah rusak. Ini sebabnya cold chain harus betul-betul dikawal," kata Dokter Rio, panggilan akrabnya.

Banyuwangi, terang dia, berhasil mengantongi poin besar pada kategori ini lantaran dianggap advance dalam pengelolaan vaksinnya. Di Banyuwangi, cold chain sudah dilakukan secara maksimal. Di antaranya penggunaan mobil vaksin dalam distribusi, yaitu mobil khusus yang dilengkapi peralatan pendingin sehingga menjamin suhu penyimpanan selama perjalanan tetap terkontrol.

"Untuk pendistribusian, kami lakukan dengan mobil vaksin yang keliling ke setiap puskesmas agar kualitas vaksin tetap terjamin. Nanti di puskesmas, akan langsung dimasukkan ke dalam kulkas yang suhunya dimonitor setiap saat oleh petugas setempat," ujar Dokter Rio.

Kemudian, pada kategori capaian imunisasi dasar lengkap (IDL), yang dinilai adalah capaian balita yang telah menerima seluruh jenis vaksin. Mulai dari vaksin BCG, Polio, Hepatitis B, DPT hingga Campak.

"Untuk IDL ini, Banyuwangi sudah mencapai 93,6 persen atau sebanyak 21.540 balita telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Kami terus kejar target 100 persen," jelasnya.

Berikutnya pada kategori capaian desa UCI, Banyuwangi telah mencapai 97,7 persen atau sebanyak 212 desa seluruh balitanya telah memperoleh imunisasi. Artinya hanya tersisa lima desa saja yang belum menjadi desa UCI.

"Kita optimis di akhir 2016 nanti capaian desa UCI Banyuwangi bisa 100 persen. Oleh karena itu, kita akan melakukan sweeping dari rumah ke rumah untuk memastikan agar tidak ada sasaran yang terlewat," pungkas Dokter Rio. [wah]   
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00