Verified

Menteri Amran : Manfaatkan Teknologi, Jangan Wariskan Budaya Impor Untuk Anak Cucu Kita

Kementerian Pertanian  RABU, 22 MARET 2017 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: IHSAN DALIMUNTHE

Menteri Amran : Manfaatkan Teknologi, Jangan Wariskan Budaya Impor Untuk Anak Cucu Kita

Amran/rmol

RMOL. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan tidak mungkin pertanian Indonesia akan maju tanpa teknologi.

Hal tersebut disampaikan menteri Amran saat memberikan sambutan dalam acara Temu Informasi Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Peningkatan Produktivitas dan Percepatan Swasembada Jagung di Kawasan Timur Indonesia di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makasar, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

"gudang dari pengembangan dan peningkatan teknologi itu ada di Perguruan Tinggi. Masih banyak anak muda adalah generasi penerus bangsa yang harus kita wariskan pertanian yang maju dan berdaulat pangan, Jangan pernah wariskan kemiskinan dan budaya impor kepada anak cucu kita" tegas Amran.

Amran juga berharap Perguruan Tinggi dapat bersinergi dengan Pemerintah dalam membangun pertanian di Indonesia. Dalam kesempatan itu Amran pun mengapresiasi inovasi benih unggul padi 3 S yang dihasilkan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) yang diujicobakan di Cilacap, Jawa Tengah. Benih Unggul di areal lahan seluas 500 ha itu melibatkan 50 orang Guru Besar Ahli Pertanian dari seluruh Perguruan Tinggi di tanah air.  

"Benih ini mampu menghasilkan produksi 13,4 ton / ha (rata2 nasional 5,5 ton/ha) yang berarti 2 kali lipat produksi rata-rata nasional. Jika kita resonansikan hasil ini ke seluruh tanah air, saya yakin kita bisa menghidupi seluruh Asia Tenggara" tegas Amran.

Amran pun mengajak segenap civitas akademika Perguruan Tinggi dan para Pemuda Tani untuk bersama-sama membangunkan lahan-lahan tidur dan "petani tidur".  

"Kita akan bangunkan 50 persen lahan-lahan tadah hujan yang belum tergarap secara maksimal, kita akan tingkatkan IP nya, Kita akan bangun dan kembangkan long rain storage," pungkas Amran.

Amran pun mengajak Menteri Ristek dan Dikti M Nasir yang juga hadir dalam kesempatan itu untuk bekerja bersama memperkuat lumbung pangan di daerah-daerah perbatasan. Menaggapi hal itu, Nasir mengaku akan terus mendorong perguruan tinggi untuk melakukan pengembangan-penegmbangan inovasi yang menghasilkan teknologi yang mampu meningkatkan hasil pertanian.  

Nasir memberikan contoh hasil pengembangan imovasi teknologi padi gogo oleh Universitas Jenderal Soediman yang dikembangkan di Cilacap, yang mampu menghasilkan 9 ton GKP / ha ( rata2 6 ton / ha). Demikian juga dengan pengembangan inovasi jagung hibrida dan kedele yang menghasilkan kedele unggulan mutiara 1 dan mutiara 2 (inovasi BATAN).  

"Bahkan untuk kopi dan kakao, Kemenristek Dikti telah memiliki hasil pengembangan riset terbaik di dunia yang ada di Jember,"kata Nasir

Selain padi, jagung dan kedele, Kemenristek Dikti juga terus melakukan pengembangan inovasi teknologi untuk menghasilkan sapi indukan unggulan (Sapi Limousine), sehingga ke depannya pemerintah akan mampu untuk mewujudkan swasembada daging.

Nasir juga mengharapkan Perguruan Tinggi khususnya Jurusan Tehnik Mesin untuk dapat menghasilkan inovasi teknologi pasca panen yang dapat meminimalisir kehilangan hasil panen. Diharapkan ke depan kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Ristek Dikti dapat terus ditingkatkan, yang saat ini sudah pada tahap implementasi.[san]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00