Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

WAWANCARA

Rahmat Bagja: Di TPS, Peserta Tamasya Al Maidah Diharapkan Menjaga Omongannya

Wawancara  SELASA, 18 APRIL 2017 , 10:40:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rahmat Bagja: Di TPS, Peserta Tamasya Al Maidah Diharapkan Menjaga Omongannya

Rahmat Bagja/Net

RMOL. Rahmat Bagja memberi per­hatian khusus kepada massa yang mengikuti Tamasya Al Maidah untuk tidak menge­luarkan pernyataan yang kontra produktif. Selain itu, dia juga meminta kepada pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta untuk bisa mengendalikan massanya. "Jangan kemudian bilang ini bukan massa saya. Saya yakin sampai tingkat ranting, sampai tingkat kelurahan, teman-teman di partai politik mengendalikan," ujar Rahmat. Berikut pernyataan lengkap Rahmat;
Sedianya jutaan orang dari luar Jakarta akan masuk ke ibu kota untuk turut men­gawasi jalannya pemungutan suara di TPS lewat gerakan Tamasya Al Maidah. Apakah Anda melihat hal itu seba­gai bentuk intimidasi atau tidak?
Kalau intimidasi kan sampai saat ini kita belum tahu, nanti kita lihat di TPS seperti apa. Karena semua pasangan calon itu mengerahkan.

Maksudnya semua pasan­gan calon mengerahkan massa itu bagaimana?
Ya di tiap-tiap partai pendu­kung mengerahkan massanya ke Pilkada DKI Jakarta. Makanya saya ingin mengimbau agar siapa pun yang mengendalikan itu entah pasangan calon mana, maka harus bisa mengendalikan massanya. Jangan kemudian bilang ini bukan massa saya. Saya yakin sampai tingkat rant­ing, sampai tingkat kelurahan, teman-teman di partai politik mengendalikan.

Sudah ada laporan menge­nai hal ini?
Bawaslu sampai saat ini me­lihat belum ada laporan dari pihak yang memprotes terhadap hal ini. Kita masih menunggu laporan di TPS, karena nanti TPS yang melihat.

Tapi apakah pengerahan massa itu bisa digolongkan sebagai bentuk pelanggaran atau tidak?
Kita belum bisa bilang ini pelanggaran, karena semua masyarakat boleh dong men­gawasi (Pilkada Jakarta). Akan tetapi pengawasan seperti apa? Nah kalau menurut saya kalau pemantau resmi kan lebih jelas, karena sudah teresgistrasi di KPUD, nah kalau ini kan nggak.

Lantas bagaimana dong jika masyarakatnya sendiri tergerak ingin ikut mengawasi, apakah harus dilarang?
Kami harapkan semua orang yang punya semangat untuk mengawasi Pilkada DKI agar berhati-hati dalam membuat pernyataan-pernyataan.

Karena ada tuh, kalau anda tidak pilih ini, anda akan ini. Ini memang problematik juga, karena kasusnya Pak Ahok masih di pengadilan, karena secara prinsip undang-undang, Pak Ahok masih dianggap belum bersalah. Kalau masyarakat akh­irnya memilih karena si Aseperti ini, si B seperti ini, silakan. Tapi jangan sampai dibuat masif seperti itu.

Nah Bawaslu sendiri apakah sudah menyiapkan antisipasi khusus untuk mengatasi hal tersebut?
Kami harapkan juga KPUD DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta mengimbau kepada pe­nyelenggara Tamasya Al Maidah untuk menjaga omongannya, menjaga situasi kondusif di TPS. Jangan sampai nanti 'ini ya, ini ya'.

Kapolri sudah mengeluar­kan maklumat agar Kapolda melarang warganya masuk Jakarta, bagaimana Bawaslu melihat itu?
Kami mengikuti sikap dari Bawaslu DKI Jakarta. Karena teman-teman DKI lah yang mengerti. Bagaimana proses di lapangan yang terjadi, kalau kami kan sudah memberikan amanat kepada teman-teman DKI untuk menjalankan tugas­nya dan sekarang mereka sudah hampir lima tahun ini. Mereka lebih mengerti daripada kami yang baru. Kami harapkan se­mua pihak yang mengerahkan massa dari luar Jakarta agar tidak membuat pernyataan yang kontraproduktif terhadap jalan­nya pemilu. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Said Aqil Cocok Gantikan Menteri Agama
Pesan SBY Untuk AHY

Pesan SBY Untuk AHY

, 24 JUNI 2017 , 10:00:00

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

Khutbah di Lapangan Gajah Mada

, 25 JUNI 2017 , 19:31:00

Lebaran Markas Kostrad

Lebaran Markas Kostrad

, 26 JUNI 2017 , 13:51:00

Bicara di <i>Open House</i>

Bicara di Open House

, 25 JUNI 2017 , 21:52:00