Rita Widyasari

Peringatan May Day Tetap Digelar

Perjuangan Buruh Masih Panjang

Bongkar  KAMIS, 20 APRIL 2017 , 09:36:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Peringatan May Day Tetap Digelar

Foto/Net

RMOL. Jelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei mendatang, pemerintah melalui Men­teri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengeluarkan surat imbauan agar buruh tidak melakukan aksi turun ke jalan.

Di Kalangan buruh, im­bauan tersebut tidak diden­gar. Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Ilhamsyah mengatakan, aksi demonstrasi peringatan May Day masih perlu dilaku­kan kaum buruh. Apalagi hak untuk berdemonstrasi dilindungi oleh undang-undang. Sementara pemerintah sendiri terus menunjukkan inkonsis­tensi dalam menyusun kebi­jakan ketenagakerjaan.

"Seperti dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, pe­merintah justru tidak melibatkan buruh dan menutup ruang dialog," katanya.

Ilham menjelaskan, dalam PP Pengupahan itu pemerin­tahan Jokowi-JK menutup ruang dialog buruh dalam menetapkan upah. PP tersebut juga melanggar Undang-Undang Ketenagakerjaan yang menetapkan upah minimum berdasarkan pada inflasi nasional dan per­tumbuhan ekonomi versi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ruang berunding buruh dan pengusaha untuk menetapkan upah berdasarkan survei harga kebutuhan nyata di pasaran malah ditutup rapat-rapat," sebutnya.

Pada hakikatnya, peringatan Hari Buruh Internasional adalah bentuk penghormatan atas pen­gorbanan dan hasil perjuangan panjang buruh untuk menuntut delapan jam kerja. "Maka, kami lebih pantas memperingati May Day dengan aksi massa, yang lebih mendekati ruh perjuan­gan," kata Ilham.

Sekjen KPBI, Damar Panca Mulya, mengatakan dalam aksi May Day nanti KPBI juga akan menuntut agar PP Pengupahan segera dicabut. "Pencabutan PP Pengupahan akan meningkatkan daya beli buruh dan pada akh­irnya mendongkrak daya beli masyarakat," ujarnya.

KPBI sendiri juga mengajak berbagai elemen rakyat untuk ikut berdemo pada Hari Buruh. Pihaknya juga telah menja­lin kesepakatan dengan elemen mahasiswa, petani, dan gerakan perempuan.

"Ini ditujukan untuk menyeru­kan perlawanan terhadap rezim neoliberalisme di bawah pemer­intahan Jokowi," katanya.

Menurut Damar, rezim Jokowi hanya menjembatani kepent­ingan pemodal-pemodal besar dan mengesampingkan rakyat. Akibatnya, pembangunan bertu­juan untuk memperbanyak profit pengusaha.

"Partisipasi rakyat tidak lagi dilibatkan sehingga menghasilkan kebijakan-kebijakan seperti pem­bangunan pabrik Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng yang mengorbankan ratusan ribu petani untuk profit bagi segelintir pe­modal," tandasnya.

Sebelumnya, dalam su­rat bernomor B.122/M.Naker/PHIJSK-KKHI/IV/2017, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh guber­nur di Indonesia untuk mendorong kegiatan dan agenda positif saat peringatan May Day. Kemenaker menghimbau agar Hari Buruh Internasional tidak digunakan sebagai aksi unjuk rasa, melainkan aksi sosial dan dialog.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker Hayani Rumondang mengatakan pihaknya mendorong agar Hari Buruh Internasional (May Day) di­jadikan sebagai kegiatan yang menyenangkan (May Day is a happy day) bagi pekerja dan masyarakat Indonesia.

"Muncul dari kalangan buruh untuk memperingati May Day dengan kegiatan lebih positif daripada turun demo di jalanan," katanya. Selama ini peringatan Hari Buruh Internasional yang jatuh setiap 1 Mei itu dimanfaatkan para pekerja untuk aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

Konten Mahal, Operator TV Kabel Menjerit

, 21 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

Unpad-RMOL dalam Kerangka Pentahelix

, 20 SEPTEMBER 2017 , 14:10:00

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

Apresiasi Keterbukaan Informasi Bank DKI

, 20 SEPTEMBER 2017 , 05:05:00

Bijak Menggunakan Internet

Bijak Menggunakan Internet

, 20 SEPTEMBER 2017 , 15:23:00