Hanura

Mempersiapkan Khaira Ummah (60)

Lintas Aliran dan Mazhab

Tau-Litik  JUM'AT, 21 APRIL 2017 , 09:58:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Lintas Aliran dan Mazhab

Nasaruddin Umar/Net

Umat masa depan bebas dari dominasi aliran dan ma­zhab. Aliran dan mazhab dalam lintasan sejarah Is­lam cukup ramai. Aliran-aliran aliran dan mazhab tersebut juga berpengaruh luas di dalam masyarakat Islam di kepulauan Nusan­tara. Alran lebih banyak dikonotasikan pada perbedaan perinsip teolo­gi, sedangkan mazhab lebih banyak mengacu keoada pemikiran fikih. Aliran As'ariyah pal­ing pertama eksis di wilayah Nusantara kare­na merupakan kelanjutan ajaran lebih fatalistic (Jabariyah) yang memiliki persamaan banyak dengan agama Hindu dan aliran kepercayaan local yang sudah eksis. Belakangan, anak-anak bangsa dari Timur Tengah dan dunia Barat kembali mengurus negerinya membawa alam pikiran baru yang sedikit lebih rasional (baca: moderat), terutama yang berasal dari Univer­sitas Al-Azhar Kairo Mesir, ditambah dengan generasi Islam yang belajar di Eropa dan di Amerika dimana mereka banyak berinteraksi dengan pelajar-pelajar dari berbagai Negara muslim, termasuk Turki yang dikenar sebagai negara sekuler.

Modernisasi pendidikan Tinggi Islam, khusus­nya dengan lahirnya UIN, IAIN dan STAIN serta Perguruan Tinggi Islam Swasta lainnya mere­bak lahir di daerah-daerah dan diperkotaan. Aliran teolologi yang dikembangkan di Indo­nesia, terutama setelah Prof Dr. Harun Na­sution, Prof. Dr. H.M. Rasyidi, dan beberapa tokoh pembaharu lainnya yang datang kemu­dian seperti Prof. Dr. Nurcholish Madjid, Prof. Dr. H.M Quraisy Syihab, Prof Dr. Mukti Ali, Prof. K.H. Ali yafi, Gusdur, dll. Mereka mengembang­kan aliran pemikiran dalam Islam yang tidak monitos tetapi betul-betul membumi di dalam masyrakat Nusantara. Akhirnya teologi Matu­ridi Bukhara yang setingkat lebih moderat dari Asy’ari berkembang dengan pesat. Bahkan set­erusnya ke Maturidi Samarkand yang dua ting­kat lebih moderat dari Asy'ari dan hanya set­ingkat di bawah Mu'tazilah. Setelah Program Pascasarjana PTAIS dikembangkan dengan dimotori dua tokoh yang disertasinya memba­has Muhammad Abduh, yaitu Prof Harun Nasu­tion dari segi pemikiran dan Prof Quraisy Syi­hab dari segi tafsir, maka teologi dan pemikiran Abduh, dua tingkat lebih moderat daripada Mu'tazilah, merebak di di seluruh Indonesia.

Jauh sebelum Islam datang, agama mayori­tas dianut di wilayah Nusantara ini ialah agama Hindu dan aliran kepercayaan lokal. Ptolemaus, sang penemu banyak negeri, menggambarkan adanya kepulauan yang disebut Khersonesos (Yunani: Pulau emas) dan sejarah Cina yang disebutnya dengan Ye-po-ti yang di antaran­ya diperkenalkan dengan Jabadiou/Jawa. Di zaman ini sudah dikenal wilayah Jawadwipa, Swarnadwipa, Bugis, dan lain-lain. Masyarakat yang menghuni kepulauan ini sudah mengenal sistem religi dan mempercayai adanya kekua­tan gaib dan sistem penyembahan terhadap kekuatan gaib tersebut. Ini membuktikan bah­wa kemudahan masyarakat bangsa Indonesia memeluk agama yang baru dikenalnya karena mereka sudah memiliki pengalaman batin, yang antara satu sama lain agama-agama yang da­tang ke negeri ini memiliki unsur persamaan.
Analisis sistem budaya juga menggambar­kan masa ini sebagai masa akulturasi yang amat penting, di mana budaya dan sistem re­ligi luar bisa beradabtasi dalam konteks budaya kepulauan Nusantara. Di dalamnya ada pen­garuh Hindu, Arab (Islam), Cina, Portugis, dan Inggeris. Sistem budaya, sistem religi, sistem ekonomi, dan sistem teknologi sudah banyak ditemukan di pusat-pusat kerajaan Nusantara sejak dahulu kala. Dengan demikian, wilayah Nusantara ini sudah terbiasa dengan pluralitas agama dan kepercayaan. Meskipun system re­liginya berbeda tetapi masyarakat tetap bersatu karena diikat oleh ikatan-ikatan nilai-nilai local yang spesifik sebagai warga pulau. 

Komentar Pembaca
Mengidolakan Tokoh Garis Keras

Mengidolakan Tokoh Garis Keras

JUM'AT, 22 JUNI 2018

Lihai Memainkan Emosi Umat

Lihai Memainkan Emosi Umat

KAMIS, 21 JUNI 2018

Membenahi Kurikulum Pelajaran Agama
Bahaya Politisasi Dalil Agama

Bahaya Politisasi Dalil Agama

SENIN, 11 JUNI 2018

Fenomena Max Gabril

Fenomena Max Gabril

MINGGU, 10 JUNI 2018

Menyalahi Filosofi Agama

Menyalahi Filosofi Agama

JUM'AT, 08 JUNI 2018

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati

, 22 JUNI 2018 , 11:00:00

Rachmawati: Ada Deal Politik Di SP3 Kasus Sukma
Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

Laporkan Penganiayaan Oleh Dewan PDIP

, 21 JUNI 2018 , 14:53:00

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

Jenguk Abuya Saifuddin Amsir

, 20 JUNI 2018 , 18:51:00

Antre Di Tol Fungsional

Antre Di Tol Fungsional

, 19 JUNI 2018 , 06:58:00