Pembakaran Karangan Bunga dan Darma Bakti Negara

Menuju Peradaban  RABU, 03 MEI 2017 , 02:28:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Pembakaran Karangan Bunga dan Darma Bakti Negara

Jaya Suprana

SAYA merasa sangat prihatin atas pembakaran papan bunga yang berjejer di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pada tanggal 1 Mei 2017.

Saya tidak hadir di lokasi pembakaran namun sanubari saya merasa sangat prihatin ketika melihat foto dan video adegan pembakaran papan bunga yang beredar di media sosial. Namun kemudian saya menyimak pemberitaan Kantor Berita Politik RMOL edisi Senin 1 Mei 2017, pukul 15:11:00 WIB.

Tertulis sang pelapor adalah Ruslan Tambak. Lalu saya copy-paste sebagai berikut:

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Jupan Royter mengatakan pimpinan Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) sudah menyampaikan permohonan maaf atas pembakaran karangan bunga Ahok-Djarot.

"Ketua FSP LEM SPSI sudah minta maaf. Tidak disengaja. Mungkin mereka merasa kenapa nggak tidak diangkatin, menurut mereka. (Jadi) dibersihkan," ucap Jupan, Senin (1/5).

Memperingati Hari Buruh (May Day) di depan Balaikota Jakarta, massa buruh FSP LEM SPSI membakar sejumlah karangan bunga Ahok-Djarot yang berjejer di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Jelas Jupan, anggota Satpol PP sudah sempat mencegah aksi membakar karangan bunga tersebut.

"Spontan saja mereka bakar. Katanya mereka spontan, mereka sudah minta maaf tadi," tukasnya.
Saat ini, tim dari Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Jakarta dibantu petugas Satpol PP membersihkan sisa karangan bunga yang terbakar di jalanan.

Saya menghargai laporan wartawan RMOL, Ruslan Tambak yang telah mewujudkan jurnalisme tabayyun dengan melakukan pemberitaan yang aktual dan faktual secara bukan memprofokasi namun menyejukkan suasana. 

Saya juga menghargai sikap Kepala Satpol PP, Jupan Royter yang memberikan pernyataan bahwa pimpinan FSP LEM SPSI sudah meminta maaf atas peristiwa pembakaran karangan bunga tersebut.

Dan tentu saja saya juga menghargai sikap kekesatriaan pimpinan FSP LEM SPSI yang telah meminta maaf atas peristiwa pembakaran karangan bunga yang berjejer di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Tak lupa saya menyampaikan penghargaan kepada Tim PPSU dan petugas Satpol PP yang telah membersihkan sisa karangan bunga yang terbakar di jalanan.

Saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ruslan Tambak, Jupan Royter dan pimpinan FSP LEM (mohon dimaafkan saya tidak tahu nama beliau), tim PPSU, dan petugas Satpol PP yang telah bersatupadu dalam upaya bersikap dan berperilaku sangat positif dan konstruktif demi bukan memanaskan namun menyejukkan suasana sosio-politik pasca Pilkada Jakarta.

Para beliau telah memberikan suri teladan sikap dan perilaku bukan memecah belah namun menyatupadu dalam bersama mempersembahkan darma bakti kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia. MERDEKA! [***]

Penulis adalah warga Indonesia anti kekerasan


Komentar Pembaca
Menerawang Angka Tujuh

Menerawang Angka Tujuh

RABU, 17 JANUARI 2018

Becak

Becak

SELASA, 16 JANUARI 2018

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

SENIN, 15 JANUARI 2018

Bersatu Padu Ketimbang Saling Menyalahkan
Menuju Negara Kesatuan Korea

Menuju Negara Kesatuan Korea

SABTU, 13 JANUARI 2018

Pedro Arrupe

Pedro Arrupe

JUM'AT, 12 JANUARI 2018

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

50 Ribu Advokat Akan Boikot KPK

, 16 JANUARI 2018 , 19:00:00

Anwar
Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ludes Dilalap Si Jago Merah

, 14 JANUARI 2018 , 03:23:00

Adegan KPK Tahan Fredrich

Adegan KPK Tahan Fredrich "Baso"

, 13 JANUARI 2018 , 16:40:00

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

, 14 JANUARI 2018 , 05:23:00