Berita Politik

Telkom Indonesia
Ramadhan

Terima Kasih, Presiden Jokowi!

Menuju Peradaban  SENIN, 08 MEI 2017 , 07:45:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Terima Kasih, Presiden Jokowi<i>!</i>

Petani Teluk Jambe Kubur Diri/Net

6 Mei 2017 petugas Jamu Jago dan MURI, Pak Slamet membawa jamu dan air minum dalam botol untuk disumbangsihkan kepada 63 anak petani Karawang yang sejak delapan bulan terpaksa mengungsi di Masjid Al-Istiqomah, Jakarta akibat konflik agraria. Namun Pak Slamet gagal menyerahkan sumbangsih Jamu Jago dan MURI.
Ternyata anak-anak petani sudah tidak berada di Masjid Al-Istiqomah karena ternyata Presiden Jokowi telah menemui para petani Karawang di Istana Kepresidenan hari Rabu 3 Mei 2017. Seusai pertemuan, Ketua Umum Serikat Tani Telukjambe Bersatu, Maman Nuryawan menyatakan bahwa Presiden Jokowi akan segera membuat keputusan untuk menyelesaikan konflik agraria di Telukjambe, Karawang.  

Para petani menempati kawasan itu sejak 1962. Perusahaan PT Pertiwi Lestari mengklaim sebagai pihak yang sah menduduki lahan seluas 791 hektare itu mulai 2012. Ada tiga desa yang dinyatakan petani mengalami konflik, yakni Margakaya, Wanajaya, dan Margamulya. Ada 600 sampai 800 orang petani di situ yang merasakan intimidasi.
"Banyak rumah-rumah kami dirobohkan, lahan pertanian kami dihancurkan, dan anak-anak 64 orang putus sekolah selama delapan bulan," kata Maman.

Salah seorang petani, Budiono, menyatakan sudah tak punya tempat lagi di kampung halaman. Bila kawan-kawan seperjuangan dari Rembang Jawa Tengah bisa pulang, mereka yang dari Telukjambe ini mengaku sudah tak ada tempat untuk dipulangi.  

"Lahan, rumah sudah tidak ada, sudah digusur rata. Makanya kalau ada imbauan pulang ke lokasi, pulang ke mana?" kata Budiono. Para petani Karawang percaya sepenuhnya kepada kebijaksanaan Presiden Jokowi yang niscaya berpihak kepada rakyat.  

Sampai saat naskah yang dimuat Kantor Berita Politik RMOL ini saya tulis, masih belum ada keputusan Presiden Jokowi mengenai konflik agraria Teluk Jambe. Namun dari lubuk santubari terdalam, saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Presiden Jokowi yang telah berkenan menjumpai para petani Karawang untuk secara langsung mendengar ratapan penderitaan rakyat langsung dari rakyat yang sedang menderita.

Insya Allah, Presiden Jokowi yang memang saya senantiasa yakini ketulusan semangat kerakyatan dan kemanusiaan yang melekat di lubuk sanubarinya, juga akan berkenan mendengar ratapan penderitaan rakyat langsung dari warga kawasan Pasar Ikan Akuarium yang setelah lebih dari 20 tahun bermukim di kawasan Pasar Ikan Akuarium, kini terpaksa bermukim di atas puing-puing reruntuhan bangunan yang digusur secara paksa pada tanggal 11 April 2016, namun kini terancam dalam waktu dekat akan digusur kembali secara paksa oleh pemerintah Daerah Khusus Istimewa Jakarta.

Terima Kasih, Presiden Jokowi![***]

Penulis adalah pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Anakronisme Nasionalisme

Anakronisme Nasionalisme

RABU, 26 JULI 2017

Para Simpatisan

Para Simpatisan

SELASA, 25 JULI 2017

<i>Pemisalan Andi Mallarangeng</i>

Pemisalan Andi Mallarangeng

SENIN, 24 JULI 2017

<i>Bohong</i>

Bohong

MINGGU, 23 JULI 2017

Tingkat Kemiskinan Menurun

Tingkat Kemiskinan Menurun

JUM'AT, 21 JULI 2017

Kenisbian Toleransi

Kenisbian Toleransi

KAMIS, 20 JULI 2017

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

Ada Niat Buruk Di Pansus KPK

, 26 JULI 2017 , 23:00:00

UU Pemilu Cacat Fundamental

UU Pemilu Cacat Fundamental

, 26 JULI 2017 , 21:00:00

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

Konpres Sesudah Bertemu Habibie

, 25 JULI 2017 , 00:52:00

Mengajar Anak Papua

Mengajar Anak Papua

, 26 JULI 2017 , 02:11:00

Tukaran Topi

Tukaran Topi

, 26 JULI 2017 , 00:18:00