Hanura

Penas XV Aceh Dinilai Sukses Wujudkan Pertukaran Teknologi

Kementerian Pertanian  KAMIS, 11 MEI 2017 , 14:48:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Penas XV Aceh Dinilai Sukses Wujudkan Pertukaran Teknologi

Penas XV Aceh/Net

RMOL. Penyelenggarakan Pekan Nasional (Penas) XV di Provinsi Aceh berjalan sukses dan secara resmi telah ditutup, Kamis (11/5).

Penutupan ini dihadiri oleh Gubernur Provinsi Aceh Zaini Abdullah, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) Hari Priyono, Ketua Umum KTNA Nasional Winarto Tohir, dan peserta Penas dari berbagai daerahdaerah.

Dalam kesempatan ini, Sekjen Kementan Hari Priyono mengatakan bahwa Penas merupakan wahana bagi petani dan nelayan untuk melakukan tukar informasi dan teknologi pertanian guna meningkatan produksi dan pemberdayaan serta penguatan kelembagaan. Menurutnya, pelibatan petani sangat penting  dalam mempercepatan upaya peningkatkan hasil dan nilai guna komoditas pangan.

"Oleh karena itu, Penas memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan petani untuk meningkatkan peran aktif guna menyongsong peningkatan produksi dan kesejahteraan," kata Hari Proyono saat memberikan sambutan.

Ia menjelaskan, Penas berikutnya akan diselenggarakan di Provinsi Sumatera Barat dan diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan kontribusi atau peran petani dan nelayan.

"Selain itu, Penas nantinya dapat juga menjadi acuan untuk mewujudkan hubungan sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan produksi pangan peningkatan kesejahteraan," jelas Hari.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Aceh, Zaini Abdullah mengatakan pelaksanaan Penas XV berlangsung sukses, aman dan damai. Ia menilai, Penas ini mampu menyatukan pemangku kepentingan, petani dan nelayan seluruh Indonesia.

"Hasilnya, terjadi pertukaran informasi dan teknologi untuk kemajuan pertanian dan perikanan di masing-masing daerah," ujarnya.

"Segala informasi dan teknologi yang didapat di Penas harus mampu ditularkan kepada petani dan nelayan tidak sempat hadir. Dengan begitu, masyarakat secara keseluruhan mampu meningkatkan produksi melakui penerapan teknologi pertanian," tambah Zaini.

Zaini menegaskan pelaksanaan Penas ini telah menumbuhkan 3 manfaat besar bagi petani dan nelayan. Pertama, mempermudah akses petani dan nelayan untuk mendapatkan teknologi, jaminan pasar, kredit, dan pemangku kepentingan. Kedua, Penas pun telah mampu meningkatkan ilmu dan pengetahuan. Ketiga, meningkatkan semangat petani dan nelayan dalam mewujudkan Indonesia yang swasembada pangan.

"Untuk itu petani dan nelayan merupakan penggerak utama dalam memajukan perekonomian," tegasnya.

Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir mengungkapkan pelaksanaan gelar teknologi dalam rangkaian kegiatan Penas sangat baik diterapkan masyarakat petani di seluruh daerah khususnya Provinsi Nangro Aceh Darussalam. Selain itu, pelaksanaan Penas kali ini mampu menciptakan tukar menukar informasi dan teknologi pertanian antar petani dengan petani, petani dengan akademisi atau peneliti.

"Selain pertukaran teknologi, hasil yang diperoleh pada Penas Aceh yakni telah terjadi transaksi pasar lelang komoditas di antaranya antara jambu biji, kopi, bawang merah, dan jagung mencapai Rp 16,1 milyar," ungkap Winarno.

Oleha karena itu, Winarno menyampaikan apresiasi atas kontribusi Kementan yang telah memberikan doorprise berupa alat mesin pertanian dan benih kepada peserta Penas sehingga pelaksanaan Penas berjalan sukses. [ian]

Komentar Pembaca
Elektabilitas Rizal Ramli Susul Prabowo Dan Jokowi
Korut Hancurkan Lokasi Uji Coba Nuklirnya
RR Bertemu Anwar Ibrahim

RR Bertemu Anwar Ibrahim

, 21 MEI 2018 , 00:45:00

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

Mencoblos Di Kedubes Venezuela

, 20 MEI 2018 , 10:20:00

Usai Memberikan Suara

Usai Memberikan Suara

, 21 MEI 2018 , 01:42:00