Verified

Lorong Sunyi Menuju Tuhan (10)

Spiritual Contemplations: Ittihad

Tau-Litik  SELASA, 16 MEI 2017 , 10:25:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Spiritual Contemplations: Ittihad

Nasaruddin Umar/Net

SALAH satu puncak penca­paian para pencari Tuhan (salikin) ialah penyatuan spiritual antara hamba dengan Tuhan yang dalam dunia tasawuf sering disebut den­gan ittihad (mystical union). Sebetulnya dalam kosep itti­had tidak jauh beda dengan fana'-baqa'. Ketika terjadi fana' dan baqa,' bagi yang bersangkutan mera­sa berada dalam suasana ittihad, sehingga ter­jadi apa yang sering disebut dalam tasawuf: al- 'abi wa al-Ma’bud wahid (yang menyembah dan yang disembah sudah menjadi satu).

Namun perlu dijelaskan sekali lagi bahwa penyatuan itu adalah penyatuan spiritual atau batin. Bagi kita yang menyaksikan orang yang sedang fana' dan baqa' biasa saja. Kita menyaksikan yang bersangkutan sedang tertidur atau sedang tadzakkur di tempatnya.

Proses ittihad terjadi manakala jiwa manusia melakukan pendakian (taraqqi) menuju Tuhan hing­ga kemudian menyatu dengan-Nya tanpa melalui proses reinkarnasi, sebagaimana sering dibahas dalam teori reinkarnasi. Mungkin yang bersangku­tan tidak melihat dan tidak menyadari sendiri kar­ena dirinya terlebur dalam diri Tuhan. Konsep al-hulul dari Ibn Mansur al-Hallaj, yaitu Tuhan memilih tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya, setelah sifat-sifat kemanusiaan yang ada dalam tubuh itu dilenyapkan. Sifat-sifat kema­nusiaan dapat dilenyapkan dengan upaya pember­sihan diri secara bertahap atau saksama. Jika sifat-sifat kemanusiaan sudah hilang maka yang tinggal hanyalah unsur kedua yang dikenal dengan sifat-sifat ketuhanan (lahut). Pada saat menghilang­kan sifat-sifat kemanusiaannya, pada saat itu pula manusia akan fana', dan pada saat ini pula Tuhan dapat mengambil tempat dalam diri yang bersang­kutan. Di situlah roh Tuhan dan roh manusia ber­satu. Pengalaman seperti ini digambarkan dalam syair sebagai berikut: "Jiwamu disatukan dengan jiwaku sebagaimana anggur disatukan dengan air suci. Dan jika ada sesuatu yang menyentuh Eng­kau, ia menyentuh aku pula dan ketika itu dalam tiap hal Engkau adalah Aku." Dalam syair lain dika­takan: "Aku adalah Dia yang kucintai dan Dia yang kucintai adalah aku. Kami adalah dua jiwa yang bertempat dalam satu tubuh, jika engkau lihat aku engkau lihat Dia. Dan jika engkau lihat Dia engkau lihat kami."

Dalam literatur tasawuf, konsep hulul dikenal dua macam, yaitu Tuhan memilih tubuh orang-orang tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya set­elah sifat-sifat kemanusiaannya dihilangkan. Kedua, hulul yang menyatakan keadaan dua esensi yang satu mengambil tempat pada yang lain (tanpa per­satuan), seperti air mengambil tempat dalam beja­na. Konsep hulul pertama kali dikembangkan oleh Husain Ibnu Mansur Al-Hallaj yang terkenal dengan ucapannya: "Ana Al-Haqq" (Aku adalah kebenaran Absolut) atau sering diterjemahkan dengan "Aku adalah Tuhan". Konsep hulul berbeda dengan itti­had. Yang pertama tidak mesti melalui proses peng­hancuran karena yang terjadi hanya penyatuan da­lam level sifat. Sedangkan yang kedua mesti melalui penghancuran, yaitu penghancuran sifat-sifat kema­nusiaan seperti amarah, keinginan pada materi ber­lebihan, dan berbagai jenis ego lainnya. Sedangkan yang kedua mensyaratkan adanya proses peng­hancuran dan peleburan.

Orang-orang yang sudah sampai ke tingkat it­tihad sering melontarkan statmen spiritual yang kedengarannya aneh bagi orang awam, seperti ungkapan: "Aku tahu pada Tuhan melalui diriku, hingga aku hancur, kemudian aku tahu pada-Nya melalui diri-Nya maka akupun hidup". "Ia membuat aku gila pada diriku sehingga aku mati; kemudian Ia membuat aku gila pada diri-Nya, dan akupun hidup. Aku berkata: Gila pada diriku adalah kehan­curan dan gila pada-Mu adalah kelanjutan hidup."

Ketika salik sampai pada maqam tingkat tinggi seperti ittihad dan hulul, maka pada saat itu ia akan merasakan sebuah kepuasan dan ketenangan batin yang amat dalam jauh lebih nikmat dirasakannya ketimbang sedang menda­patkan keuntungan dunia materi semata tanpa keagungan spiritual di dalam dirinya.
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00