Berita Politik

IndiHome Digital Home Experience

Tambang Batubara Hapus Mimpi Swasembada Pangan

Empat Juta Hektare Lahan Berubah Fungsi

Bongkar  RABU, 17 MEI 2017 , 09:32:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tambang Batubara Hapus Mimpi Swasembada Pangan

Foto/Net

RMOL. Ekspansi pertambangan batubara di Indonesia mengan­cam target pemerintah mencapai kedaulatan pangan.
Ekspansi tersebut menjadi salah satu penyebab alih fungsi lahan pertanian hingga rusaknya siklus air dan sistem irigasi.

Dalam laporan yang disusun Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) bersama Waterkeeper Alliance, diperkirakan 1,7 juta ton beras di Indonesia hilang setiap tahunnya akibat pertam­bangan batubara.

Koodinator nasional JATAM, Merah Johansyah menyebutkan, sekitar 4 juta hektare lahan per­tanian di Indonesia telah diubah menjadi tambang batubara. Situasi ini berdampak pada ru­saknya tanah dan kualitas air untuk kepentingan pertanian dan perikanan.

"Penambangan bebas merusak potensi produksi pangan suatu lahan yang didudukinya. Hal tersebut bisa membuat darurat pangan," ujarnya di Jakarta.

Pihaknya memperkirakan, Indonesia akan kehilangan 7,7 juta ton beras per tahun akibat eksplorasi tambang yang dilakukan di atas lahan pertanian yang luasnya mencapai 6,5 juta hektar.

"Kita akan kehilangan 7,7 juta ton padi. Dan angka itu enam kali lipat dari jumlah impor be­ras kita, kalau dikatakan impor beras kita 1,2 sampai 1,6 (juta ton) per tahun," ungkapnya.

JATAM sendiri menuntut pemerintah dapat bersikap tegas dan memberikan sanksi pada pe­rusahaan tambang batubara yang tidak melakukan reklamasi pada bekas galian tambang. Selama ini banyak perusahaan tam­bang batubara tidak patuh pada peraturan untuk melakukan re­habilitasi lahan pasca tambang. Bahkan banyak lahan tambang ditinggalkan begitu saja hingga membuat sumber air menjadi rusak dan tidak dapat digunakan untuk produksi pangan.

Merah menyebutkan, aki­bat pemerintah tidak mengatur sanksi pidana untuk perusahaan yang tidak menutup lubang bekas tambang, di Kalimantan Timur saja terdapat 2.800 lubang bekas tambang yang tidak ditu­tup atau direklamasi. "Ada yang luasnya sekitar 1.300 hektar. Itu seluas bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Selain tak adanya sanksi, pe­nutupan lubang juga sering tak dilakukan dengan alasan ongkos yang dikeluarkan cukup besar. Akibatnya, marak terjadi korupsi dalam kasus reklamasi pasca tambang tersebut. Reklamasi malah dialihkan menjadi pem­bangunan sarana-prasarana war­ga di lokasi dekat pertambangan dengan bekerjasama dengan pejabat daerah setempat.

Juru Kampanye Energi Internasional dari Waterkeeper Alliance, Paul Winn menerang­kan, air asam dari bekas galian tambang batubara menyebab­kan kontaminasi sumber air bagi perikanan dan pertanian sehingga membunuh ikan dan menghancurkan panen padi.

"Selain itu, di Indonesia belum ada peraturan mengenai ambang batas aman logam berat untuk melindungi lahan pertanian dan perikanan," ujarnya.

Paul memaparkan, seban­yak 15 dari 17 sampel air di situs-situs tambang batubara Kalimantan Timur menunjukkan konsentrasi logam berat yang tingkat keasamanannya melebihi ambang batas aman untuk perta­nian dan air tanah.

Petani dan peternak ikan di lokasi tersebut mengatakan terjadi penurunan hingga 50 persen pada lahan pertanian dan 80 persen pada produksi ikan mereka.

Uji sampel yang dilakukan di sebuah laboratorium di Bogor menunjukkan air di dalam lubang tambang dan sekitarnya mengandung konsentrasi alumunium, besi, dan mangan. Pihaknya mengusulkan agar pemerintah membuat regulasi tentang standar-standar kualitas air pasca tambang yang dapat digunakan bagi sistem irigasi. ***

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Puisi Jenderal Rasa Kopral

Puisi Jenderal Rasa Kopral

, 25 MEI 2017 , 23:00:00

Terorisme Bukan Ajaran Islam

Terorisme Bukan Ajaran Islam

, 25 MEI 2017 , 21:00:00

Tangisan Pemain Sinetron

Tangisan Pemain Sinetron

, 24 MEI 2017 , 09:54:00

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

Usut Kasus BLBI, Century, E-KTP

, 25 MEI 2017 , 01:03:00

Istri Ahok Menangis

Istri Ahok Menangis

, 24 MEI 2017 , 04:13:00