Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Oso: Meski Kurus, Presiden Mampu Ratakan Harga Kebutuhan Pokok Di Papua

DPD RI  KAMIS, 18 MEI 2017 , 14:16:00 WIB | LAPORAN: JOHANNES NAINGGOLAN

Oso: Meski Kurus, Presiden Mampu Ratakan Harga Kebutuhan Pokok Di Papua

Oso/Net

RMOL. Perawakan Presiden Joko Widodo menang kurus kecil. Namun di balik itu, dia mampu menyamaratakan harga kebutuhan pokok di Papua dengan daerah lain, yang belum pernah dilakukan oleh presiden sebelumnya.

Begitu puji Ketua DPD RI Osman Sapta Odang saat menjadi pembicara dalam pertemuan usaha pedangaan, investasi pariwisata Indonesia-Tiongkok-Malaysia bertajuk One Belt One Road (OBOR) Forum for Indonesia, China and Malaysia di Gedung Dhanapala, Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Ia mencontohkan harga semen di Papua yang dulu seharga Rp 1,2 juta per sak, kini menjadi Rp 150 ribu per sak.

"Sejak presiden Jokowi itu tercapai selama ini berpuluh-puluh tahun belum tercapai. Termasuk harga bensin di Papua yang dulu hingga Rp 90 ribu per liter. Di Jakarta Rp 8 ribu, presiden bilang samakan harga minyak Papua dengan Jakarta dan ternyata bisa. Presiden Jokowi bisa melakukan itu," ungkap Oso.

Dijelaskan Oso bahwa program pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla sekarang adalah mengedepankan pembangunan infrastruktur di daerah-daerah untuk menurunkan harga dan pengeluaran dalam transportasi. Hal itu, menurut Oso untuk menjamin investor bisa menanamkan modal di Indonesia.

"Itu sebabnya beliau (Presiden Joko Widodo) melangkah kemana-mana cari partner yang mengerti dan berperan dalam membangun ekonomi nasional secara bersama-sama dengan negara tetangga dan negara sahabat," pungkasnya. [ian]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Bendera RI Dilecehkan, Dubes Rusdi Diam Saja?
OTT Di PN Jaksel

OTT Di PN Jaksel

, 21 AGUSTUS 2017 , 15:00:00

Duet Putra SBY

Duet Putra SBY

, 19 AGUSTUS 2017 , 19:44:00

Panjat Pinang Kemerdekaan

Panjat Pinang Kemerdekaan

, 19 AGUSTUS 2017 , 03:37:00

Memeriksa Tubuh Pelaku

Memeriksa Tubuh Pelaku

, 19 AGUSTUS 2017 , 20:31:00