Rita Widyasari

Bangkit Memimpin Dunia Membangun Peradaban Lebih Beradab-Berkeadilan

Suara Publik  SABTU, 20 MEI 2017 , 08:42:00 WIB | OLEH: HENDRA J KEDE

BANGSA Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) setiap tanggal 20 Mei merujuk pada tanggal lahirnya organisasi pergerakan Boedi Oetomo tanggal 30 Mei 1908.

Boedi Oetomo merupakan organisasi pergerakan pertama yang lahir di Indonesia dengan tujuan jelas yaitu memerdekakan Indonesia dari kolonialisme. Kebangkitan Nasional juga dimaknai sebagai bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Lahirnya Boedi Oetomo, baik secara langsung maupun tidak langsung, mendorong lahirnya banyak pergerakan teroganisir dalam banyak bidang. Tanggal 18 November 2012 Muhammadiyah lahir sebagai organisasi keagamaan, pendidikan, dan sosial. Terhitung 20 September 1912 Serikat Islam (SI) disahkan sebagai organisasi politik dan keagamaan, disamping ekonomi dan sosial sebagaimana pada awal berdirinya 16 Oktober 1905. Pada 31 Januari 1926 Nahdhatul Ulama berdiri sebagai organisasi keagamaan dan sosial. Dan organisasi-organisai sejenis lainnya yang walaupun tidak dengan tegas menyatakan sebagai organisasi pergerakan untuk tujuan politik kemerdekaan namun segala sepak terjangnya mengarah pada Indonesia Merdeka.

Para pemuda pelajar tidak ketinggalan mengorganisir perkumpulan-perkumpulan. Tanggal 9 Desember 1917 berdiri Jong Sumatra Bond (JSB) yang bertujuan untuk mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatra, mendidik pemuda Sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa. Diikuti dengan lahirnya Batak Bond beberapa waktu kemudian. Tanggal 7 Maret 1915 berdiri Tri Koro Dharmo (TKD) sebagai cikal bakal Jong Java. TKD berubah menjadi Jong Java pada12 Juni 1918 dalam kongres Pertama TKD di Solo. Mengembangkan bahasa nasional merupakan salah satu konsen TKD dan Jong Java. Tanggal 1 Januari 1925 lahir Jong Islamieten Bond sebagai wadah perkumpulan pemuda-pemuda Islam pergerakan. Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Minahasa, Pemoeda Kaoem Betawi, dan lain sebagainya lahir dan tumbuh untuk membangun kesadaran sebagai sebuah bangsa.

Puncaknya adalah dideklarsikannya Soempah Pemoeda tanggal 28 Oktober 1928. Sebuah sumpah yang mengesampingkan semua ego sektoral dan menyatu dalam satu ego bersama, ego sebagai sebuah bangsa, Bangsa Indonesia.  Ego kebangsaan yang dengan jelas dan tegas bertujuan melahirkan sebuah negara yang merdeka, Negara Indonesia.

Para pemuda aktivis pergerakan atau pemuda melek politik bertekad menyatukan seluruh ego yang terpisah-pisah menjadi sebuah ego bersama yaitu sebuah ego untuk bertanah air satu, tanah air Indonesia; bangsa satu, bangsa Indonesia; berbahasa satu, bahasa Indonesia. Satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa yaitu tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Itulah sebuah visi besar yang ingin direalisasikan oleh pemuda-pemuda dengan Soempah Pemoeda tersebut. Tidak bisa dipungkiri, visi tersebut adalah visi yang sangat visioner dari para pemuda aktifis politik kenegaraan zaman itu. Dan generasi sekarang patut bersyukur memiliki pemuda-pemuda hebat dan brilian tersebut, dan generasi sekarang sudah sepatutnya berterima kasih pada pemuda-pemuda aktifis politik tersebut. Tanpa adanya Soempah Pemoeda, entah bagaimana wajah Indonesia saat ini. Boleh jadi Indonesia belum menjadi sebuah negara-bangsa yang merdeka yang berbahasa satu, bahasa Indonesia.

Kebangkitan Nasional Indonesia Dan Ruh Kebangkitan Asia Afrika


Tidak bisa disangkal sedikitpun bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan bagian keberhasilan dari Soempah Pemoeda, seluruh teks yang terkait dengan dokumen kemerdekaan Indonesia ditulis dalam bahasa Indonesia. Konsepsi negara-bangsa juga merupakan perwujudan dari Soempah Pemoeda. Dan kemerdekaan Indonesia telah menginspirasi banyak negara di dunia untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Dan Indonesia sangat aktif membantu negara-negara terjajah di dunia untuk meraih kemerdekaan.

Konferensi Asia Afrika, konferensinya negara-negara di Asia Afrika yang baru saja merdeka di Bandung antara 18-24 April1955 dengan Indonesia sebagai leading sector bertujuan untuk mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, dan negara imperialis lainnya. Dan semangat kebangkitan nasional Indonesia akhirnya mewujud menjadi semangat kebangkitan negara-negara di Asia-Afrika.

Kebangkitan Nasional Indonesia Dan Gerakan Non Blok


Gerakan Non Blok berawal dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang diadakan di Bandung tahun 1955. Ruh kebangkitan yang berbangun dalam Konferensi Asia-Afrika membawa kesadaran lebih dari 100 (seratus) negara-negara didunia untuk tidak berpihak pada salah satu blok dunia dan mendeklarasikan keinginan untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur.

Presiden Indonesia, Bung Karno merupakan inisiator dan pendiri utama  dari Gerakan Non Blok bersama Josip Broz Tito Presiden Yugoslavia, Gamal Abdul Nasser Presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru Perdana Menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.

Gerakan Non Blok dilahirkan sebagai sebuah gerakan untuk menjamin "kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara non blok" dalam perjuangan menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik di dunia.

Gerakan Non Blok membawa Indonesia pada posisi yang sangat diperhitungkan dalam percaturan politik dunia dan sekaligus mengukuhkan posisi kepemimpinan Indonesia dalam pentas dunia untuk merealisasikan sebuah visi yang sangat visioner.

Itulah makna kebangkitan nasional menurut para pendiri bangsa, sebuah kebangkitan yang tidak saja punya dimensi nasional namun juga memiliki visi besar tentang tatanan dunia dan bagaimana Indonesia mengambil peran sentral untuk itu.

Tekad Suci Untuk Indonesia, Kebangkitan Indonesia Pemimpin Dunia

Sebagaimana para pemuda aktivis politik telah berdiskusi dan mengesampingkan ego sektoral mereka pada tahun 1928 sehingga melahirkan Soempah Pemoeda sebagai wujud kebangkitan nasional Indonesia dengan visi mendunia, para pemuda politisi yang terpilih dalam pemilu 2009 juga telah melakukan pertemuan dan berdiskusi dari tanggal 3-4 November 2010 dengan mengesampingkan ego sektoralnya. Pemuda politisi anggota parlemen dari seluruh Indonesia dan dari seluruh partai politik tersebut dengan menanggalkan simbol-simbol kepartaian menyatu dalam simbol dan semangat ke-Indonesia-an. Mereka mendiskusikan sebuah rujukan moral bangsa Indonesia kedepan, mendiskusikan tujuan bersama bangsa Indonesia ke depan setelah meyakini bahwa Soempah Pemoeda sudah terealisasi dan tinggal dipelihara dan dikembangkan.

Setelah berdiskusi bersama selama dua hari, akhirnya para pemuda politisi dengan hati jernih dan tulus demi bangsa Indonesia, demi bangsa lain yang merasa senasip sepenanggungan dengan bangsa Indonesia, demi tatanan dunia yang lebih beradab dan lebih berkeadilan dimasa depan, mengeluarkan sebuah tekad bersama. Sebuah tekad yang diharapkan menjadi rujukan moral bersama bangsa Indonesia, rujukan moral seluruh bangsa yang senasip sepenanggungan dengan bangsa Indonesia, sebuab tekad untuk memaknai setiap gerak langkah dalam menatap dan menuju masa depan Indonesia, masa depan dunia, masa depan peradaban dan keadilan global. Tekad kepemimpinan dunia yang berbasis pada inspirasi bukan infansi, baik infansi militer maupun infansi dalam bentuk lain yang melahirkan dominasi yang tidak beradab dan tidak berkeadilan.

Tekad yang dideklarasikan dalam sebuah acara resmi kenegaraan yang dihadiri Presiden Kepala Negara, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Pimpinan Partai Politik, Pimpinan Pers, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan.

Tekad Suci Untuk Indonesia

Kami bertekad, membangun kesejahteraan rakyat dan budaya bernegara yang mulia dan bermartabat berdasarkan Pancasila; Kami bertekad, menjadikan Indonesia inspirasi dan pemimpin dunia; Kami bertekad, menjadikan Indonesia terdepan menjaga perdamaian dan persaudaraan dunia.

Dideklarasikan oleh Pemuda Politisi Anggota Parlemen Seluruh Indonesia di hadapan Kepala Negara Republik Indonesia pada tanggal 4 November 2010.

Inilah rujukan moral menuju Indonesia inspirasi dan  pemimpin dunia yang dipersembahkan Pemuda Politisi Anggota Parlemen hasil pemilu 2009 kepada bangsa Indonesia dan dunia. Sekarang tinggal bagaimana mengejawantahkannya dalam kehidupan keseharian berbangsa dan bernegara oleh segenap elemen bangsa.

Semoga Indonesia sumber inspirasi dan pemimpin dunia untuk membangun peradaban dunia yang lebih beradab dan lebih berkeadilan segera terwujud, Allahumma Amien.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional Indonesia 2017

Penulis adalah Redaktur Khusus Kantor Berita Politik RMOL dan Sekjen Community for Press and Democracy Empowerment (PressCode)

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

Zulhas: Jangan Semua Urusan Presiden!

, 20 SEPTEMBER 2017 , 19:00:00

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

Golkar Resmi Utus Nurul Arifin

, 20 SEPTEMBER 2017 , 17:00:00

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

Optimalisasi Penerimaan Dana Bagi Hasil

, 19 SEPTEMBER 2017 , 02:25:00

Pengungsi Kebakaran

Pengungsi Kebakaran

, 19 SEPTEMBER 2017 , 03:31:00

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

Pansus Akan Laporkan Hasil Kerja Ke Jokowi

, 19 SEPTEMBER 2017 , 05:02:00