Hanura

Kemenpora: Koordinasi Dan Komunikasi Jadi Akar Polemik Sandra

Kemenpora  JUM'AT, 26 MEI 2017 , 23:28:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kemenpora: Koordinasi Dan Komunikasi Jadi Akar Polemik Sandra

Sandra/Net

RMOL. Koordinasi dan komunikasi menjadi penghambat yang membuat lifter angkat berat putri asal Sumatera Barat, Sandra biaya sehari-hari dan persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional Angkat Berat di Medan, Oktober mendatang. Akibat masalah ini, Sandra bahkan terpaksa mencari dana dengan mengumpulkan recehan di jalanan

Temuan masalah itu sebagaimana hasil koordinasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan PB PABBSI.

Dijelaskan pelaksana tugas (Plt) Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Washinton Galingging bahwa Menpora Imam Nahrawi sangat menaruh perhatian dengan atlit berprestasi. Atas alasan itu juga, Kemenpora langsung melakukan koordinasi dengan PB PABBSI, mengingat Sandra merupakan atlet potensial.

"Dari hasil koordinasi itu, ternyata masalah koordinasi dan komunikasi yang menjadi penghambat sehingga Sandra tidak mendapatkan biaya dari KONI Provinsi Sumbar dalam menjalani persiapan menuju Kejurnas Angkat Berat di Medan, Oktober mendatang," ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (25/5).

Menurut Washinton, stakeholder olahraga dalam hal ini pemilik klub, Pengprov PABBSI Sumbar dan KONI Provinsi Sumbar perlu bertemu untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi Sandra.

"Semuanya kan sudah ada aturan dimana atlit mendapatkan fasilitas harus diusulkan melalui Pengprov PABBSI kepada KONI Provinsi. Jika tidak ada koordinasi dan komunikasi yang baik antar stakeholder, maka kesan positif olahraga prestasi sulit ditingkatkan," katanya.

Hal senada juga dilontarkan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB PABBSI, Alamsyah Wijaya. Menurutnya, inti persoalan adalah Sandra merasa tidak diperhatikan oleh KONI Provinsi Sumbar.

"Sementara KONI Provinsi Sumbar mengatakan persyaratan mendapatkan anggaran persiapan menuju Kejurnas dari KONI Sumbar harus ada usulan dari Pengprov PABBSI Sumbar. Dan, itu memang aturannya," katanya.

Terkait masalah Kejurnas di Medan, kata Alamsyah, biaya persiapan atlet memang menjadi tanggungan KONI Provinsi atas usulan Pengprov PABBSI.

"Soal biaya persiapan dan keberangkatan setiap atlet Sumbar yang terpilih ke Kejurnas memang menjadi tanggungan KONI Provinsi Sumbar. Tetapi, perlu dicatat bahwa Sandra telah mendapatkan tunjangan uang makan dari Pengprov PABBSI Sumbar sebesar Rp 2,5 juta sebulan," katanya.

Pada saat Kejuaraan Angkat Berat Asia di Bandung, Mei lalu, kata Alamsyah, Sandra yang mendapat medali emas kelas 52kg putri memang mengikuti seleksi dengan biaya patungan antara Sandra dan pelatihnya. Namun, saat tampil di Kejuaraan Asia, seluruh biaya ditanggung penuh PB PABBSI.

"Saat seleksi memang mereka biaya sendiri. Tetapi, saat tampil di Kejuaraan Asia, PB PABBSI menanggung tiket pp dan uang sakunya," pungkasnya. [ian]

Komentar Pembaca
Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00