Indahnya Ramadhan

Menuju Peradaban  KAMIS, 01 JUNI 2017 , 06:37:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Indahnya Ramadhan

Jaya Suprana/Net

SATU di antara keindahan Ramadhan adalah manusia berhenti saling menghujat demi saling mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

Seperti misalnya, "Berharap padi dalam lesung, yang ada cuma rumpun jerami, harapan hati bertatap langsung, cuma terlayang tulisan ini. Sebelum cahaya padam, sebelum hidup berakhir, sebelum pintu tobat tertutup, mohon maaf lahir dan bathin sambil mengucap selamat menunaikan ibadah puasa".

Atau, "Jika semua harta adalah racut maka zakatlah penawarnya, jika seluruh umur adalah dosa maka taqwa dan tobatlah obatnya, jika seluruh bulan adalah noda maka Ramadhan lah pemutihnya".

Atau, "Bila hati saling terpaut rasa cinta terjalin indah. Bila salah telah terjadi maka mohon maaf lahir bathin atas kesalahan".

Atau "Selamat menunaikan ibadah puasa. Semoga kita selalu diberkahi di bulan yang penuh mahrifah".

Atau "Jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung, jika hati seindah bulan hiasi dengan senyuman. Marhaban ya Ramadhan. selamat menunaikan ibadah puasa mohon maaf lahir dan bathin".

Atau "Gersang bumi tanpa hujan, gersang akal tanpa ilmu, gersang hati tanpa iman, gersang jiwa tanpa amal, gersang hidup tanpa Ramadhan".

Atau "Ya Allah. Perkayalah diriku ini dengan keilmuan. Hiasi hatiku dengan kesabaran. Muliakan wajahku dengan ketaqwaan. Perindahlah ragaku dengan kesehatan. Serta terimalah amal ibadahku dengan kelipat gandaan. Karena hanya Engkau penguasa sekalian alam. Marhaban ya Ramadhan. Mohon maaf lahir dan bathin".

Atau "Seiring terbenam mentari di akhir Sya'ban, tibalah kini bulan Ramadhan. Pesan ini sebagai ganti jabat tangan untuk mohon maaf atas  kekhilafan. Marahab ya Ramadhan".

Atau "Gelap malamMU ku terjaga, karenaMU ku bergerak melangkah menuju mentariMU, kusambut pemberianMU, dengan harapan kudapat keridoanMU. Selama menunaikan ibadah puasa".

Atau "Manusia tak pernah luput dari salah dan hilap karena manusia bukan mahkluk yang sempurna. Marilah di bulan yang suci ini mari kita bermaafan agar tak ada dendam dan rasa dengki. Marhaban ya Ramadhan mohon maaf lahir batin".

Atau "Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu. Semua menyambut datangnya malam Seribu Bulan. Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa. Mohon maaf lahir dan bathin".

Atau dengan bahasa gaul "Hidup ini hanya sebentar lagi, bentar marah, bentar ketawa, bentar berduit, bentar boke, bentar senang, bentar susah ooo ye… Bentar lagi bulan puasa met Ramadhan. Maaf lahir bathin".

Atau  "11 bulan berlalu dan kini aku kembali berjumpa denganmu. Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Saatnya menyucikan hati dan membersihkan diri. Semoga kita termasuk orang-orang yang berhasil di bulan puasa ini dan mendapat ridho-Nya".

Atau sesuai Jihad Al-Nafs  "Di jaman penjajahan para pahlawan berjuang mati-matian melawan kompeni dan tentara Jepang. Sementara di bulan Ramadhan ini kita umat Muslim berperang sekuat tenaga melawan hawa nafsu. Semoga di bulan Ramadhan ini kita semua dapat mengalahkan hawa nafsu dan menuju kemerdekaan dalam Idul Fitri".

Melalui naskah sederhana ini kepada segenap sahabat yang menunaikan ibadah puasa, saya menyampaikan ucapan "Marhaban ya Ramadhan. Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1438 H. [***]

Penulis adalah pembelajar keindahan Ramadhan


Komentar Pembaca
Gejala Perubahan Iklim

Gejala Perubahan Iklim

KAMIS, 18 JANUARI 2018

Menerawang Angka Tujuh

Menerawang Angka Tujuh

RABU, 17 JANUARI 2018

Becak

Becak

SELASA, 16 JANUARI 2018

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

SENIN, 15 JANUARI 2018

Bersatu Padu Ketimbang Saling Menyalahkan
Menuju Negara Kesatuan Korea

Menuju Negara Kesatuan Korea

SABTU, 13 JANUARI 2018

Anies Pencitraan Pakai Becak

Anies Pencitraan Pakai Becak

, 17 JANUARI 2018 , 19:00:00

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

Ini Alasan Airlangga Dipertahankan

, 17 JANUARI 2018 , 17:00:00

Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ludes Dilalap Si Jago Merah

, 14 JANUARI 2018 , 03:23:00

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

Tetap Berdagang Di Tengah Puing Kebakaran

, 14 JANUARI 2018 , 05:23:00

Sabam Sirait Dilantik

Sabam Sirait Dilantik

, 15 JANUARI 2018 , 16:34:00