Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Menuju Peradaban  SELASA, 06 JUNI 2017 , 09:20:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Jaya Suprana

SAYA sangat prihatin atas kemelut hujat dan fitnah makin merajalela di era teknologi komunikasi dunia maya yang bahkan meleluasakan pelaku hujat dan fitnah mengumbar angkara murka.

Saya makin prihatin sebab angkara murka hujat dan fitnah disasarkan secara membabibutatuli terhadap para tokoh yang amat sangat tidak layak dihujat dan difitnah seperti  Ir. Joko Widodo,  Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono,  Prof. Dr. Amien Rais, Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif , Prof. Dr. Frans Magnis Suseno,  Dr. Rizal Ramli,  Dr. Anies Baswedan, Dr. Fadli Zon, Jenderal Gatot Nurmantyo, Drs. Kwik Kian Gie,  Sandyawan Sumardi, Ratna Sarumpaet dan lain sebagainya.

Para beliau dihujat dan difitnah oleh pihak yang kebetulan berbeda pendapat, mazhab atau paham politik dengan pihak yang dihujat dan difitnah. Sangat disayangkan bahwa perbedaan pendapat diungkap bukan secara santun dan beradab namun secara tidak santun dan tidak beradab dalam bentuk hujat dan fitnah terhadap bukan pendapat namun pribadi para beliau yang sangat tidak layak dihujat dan difitnah.  

Angkara murka hujat dan fitnah yang disampaikan melalui teknologi komunikasi dunia maya pada hakikatnya merupakan persekusi dalam bentuk verbal demi secara terbuka ke masyarakat, menghancurkan karakter pihak yang kebetulan beda paham dengan sang penghujat dan pemfitnah. Makin parah adalah hujat dan fitnah yang disampaikan tanpa kejelasan identitas diri ibarat lempar batu sembunyi tangan.

Kebebasan berpendapat dan mengungkap pendapat yang sebenarnya merupakan anugerah demokrasi disalah-tafsirkan kemudian disalah-gunakan sebagai kebebasan menghujat dan memfitnah.  Hujat dan fitnah jelas tidak selaras dengan Pancasila, terutama sila yang ke dua yaitu: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri untuk memohon kepada yang terhormat segenap sesama warga bangsa, negara dan rakyat Indonesia untuk  berkenan menjunjung tinggi Pancasila dengan menghentikan angkara murka hujat dan fitnah terhadap siapa pun apalagi para tokoh yang seharusnya bukan dihujat dan difitnah namun dihargai dan dihormati.

Marilah kita dalam semangat saling mengerti, saling menghormati dan saling menghargai, bersatupadu, bergotong royong, bahu membahu,  bersama berjuang mengejawantahkan sila-sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia menjadi kenyataan sikap dan perilaku perjuangan bangsa, negara dan rakyat Indonesia demi meraih cita-cita terluhur yaitu masyarakat adil, makmur dan beradab. Merdeka!

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
<i>Berkunjung Ke Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk</i>
Mahakarya Upacara 17 Agustus 2017

Mahakarya Upacara 17 Agustus 2017

RABU, 23 AGUSTUS 2017

<i>Pengosongan Rusunawa Secara Paksa Sesuai Pancasila?</i>
<i>Perubahan Iklim</i>

Perubahan Iklim

JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017

Kekerasan Oleh Manusia Terhadap Manusia
Pemailitan Nyonya Meneer

Pemailitan Nyonya Meneer

SELASA, 08 AGUSTUS 2017

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

Bappenas Ikut Saran Rizal Ramli

, 23 AGUSTUS 2017 , 23:00:00

KPK Harus Diformat Ulang!

KPK Harus Diformat Ulang!

, 23 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

OSO Terima Presiden Jurnalis Korea

, 23 AGUSTUS 2017 , 17:46:00

Miniatur Masjid Al Aqsa

Miniatur Masjid Al Aqsa

, 23 AGUSTUS 2017 , 00:34:00

Sarapan Colenak

Sarapan Colenak

, 22 AGUSTUS 2017 , 10:10:00