Berita Politik

Telkom Indonesia
Rita Widyasari

WAWANCARA

Ryamizard Ryacudu: Beli Pesawat Sukhoi Itu Kita Mesti Nego Bolak-balik, Bukan Sehari Seperti Beli Mobil

Wawancara  SELASA, 01 AGUSTUS 2017 , 10:26:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ryamizard Ryacudu: Beli Pesawat Sukhoi Itu Kita Mesti Nego Bolak-balik, Bukan Sehari Seperti Beli Mobil

Ryamizard Ryacudu/Net

RMOL. Terkait rencana pengadaan pesawat Sukhoi-35 dan ka­pal selam Kilo Class, Menteri Rymizard berharap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersabar. Saat ini, dikatakan Menteri Rymizard, dia tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah Rusia, belum lagi prosedur pengadaaan yang harus ditempuh juga cukup panjang. Jadi semuanya kudu bersabar.

Seperti diketahui, sebelumnya Jenderal Gatot mengeluhkan rencana pembelian pesawat Sukhoi 35 yang hingga kini belum terwujud. Gatot berharap, Komisi I DPR dan Menteri Ryamizard segera membahas pembelian Sukhoi 35 dan kapal selam Kilo Class agar TNI bisa memiliki alutsista modern.

Selain bicara soal proses pengadaan alutsista, Menteri Ryamizard juga bicara soal isu nasional lainnya. Berikut penu­turannya;

Panglima TNI mengeluhkan lamanya proses pengadaan pe­sawat Sukhoi 35. Kalau boleh tahu saat ini prosesnya sudah sejauh mana?

Saya saja baru dua tahun lebih. (Beli pesawat Sukhoi) bukan seperti beli kacang goreng, langsung dimakan. Pesan lalu ditanya dulu dengan Menko, kita koordinasi lalu kita tanya dengan Presiden. Itu nego, kita bolak-balik, bukan sehari seperti kita membeli mobil. Ketika kita pesan, mereka langsung buat, nggak gampang buatnya, itu butuh waktu yang lama. Mudah-mudahan selesai. Karena Sukhoi 35 itu setelah Rusia yang meng­gunakan, berikutnya kita juga pakai. Kita juga nego supaya harganya harga dasar. Dulu kita membeli delapan dengan harga segitu, sekarang kita nego 11 pesawat dengan harga yang sama dengan delapan pesawat. Itu kan nego.

Mekanisme pembeliannya dengan imbal dagang?
Iya dong. Sejumlah 50 persen offset bikin pabrik pemeliharaan sendiri daripada harus bolak-balik, mahal harganya. Lagi pula kalau di sini ada (pabrik pemeliharaan), nanti negara seperti Vietnam dan Malaysia yang memiliki pesawat Sukhoi akan ke sini juga.

Berarti dalam rencana strat­egis Kemenhan nanti bisa jadi pembelian pesawat itu akan terwujud?

Iya, pasti, mudah-mudahan ya.

Kalau kapal selam Class Kilo rencananya akan mem­beli berapa unit?

Dua unit. Tapi itu kan baru pengajuan bawah, saya belum koordinasi dengan menteri dan segala macam bahkan sam­pai presiden apakah mau atau tidak. Tidak seperti beli mobil ke dealer bawa uang langsung bawa pulang.

Oh ya kabarnya Kemenhan juga mengalokasikan dana tambahan untuk penguatan di wilayah perbatasan, itu untuk apa saja?
Banyak, itu kan ada yang menjaga, kemudian membina di sana ada bela negara dan di sana juga ada jalan patroli sepanjang wilayah perbatasan yang bisa dilalui oleh mobil juga. Banyak itu. Kemudian adanya pelebaran di Natuna, sekarang sudah bisa tempat pesawat mendarat, diba­gusin, diperpanjang, dan dibuat pangkalan baru agar kapal-kapal yang besar busa masuk.

Soal lain. Indonesia menjadi tuan rumah konferensi Sub Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cri, apa saja yang akan dibahas?
Saya akan mengumpulkan Menhan-Menhan termasuk Menhan Australia. Kita akan bekerja sama terutama dalam melawan terorisme. Nanti ki­ta juga akan mengumpulkan Menhan di Filipina dalam men­gevaluasi Merawi. Kemudian bagaimana kita membuat inteli­jen bersama.

Bicara soal radikalisme, bagaimana pandangan Anda jika ada Purnawirawan TNI yang berpaham radikal?
Ada hukumnya (Sapta Marga dan Sumpah Prajurit). Lupa itu dia. Enggak betul dia dengan sumpahnya sendiri ya. Kami pa­triot Indonesia membela ideolo­gi negara yang bertanggung jawab dan tidak kenal meny­erah. Artinya tentara itu sampai mati membela Pancasila. Sapta Marga dan Sumpah Prajurit itu tidak pernah dicabut, sampai mati.

Oh ya bagaimana pandan­gan Anda tentang penanaman bela negara di lingkungan kampus?
Kampus itu tempat mencetak cendikiawan. Jangan sampai kita mencetak pandainya saja, namun tidak ada rasa untuk bela negara. Itu senjata yang akan membalik bangsa sendiri. Jadi tumbuhkan dulu rasa cinta bela negara, kecintaan pada negara ini dengan ilmunya untuk mema­jukan bangsa ini. Itu guna ilmu­nya. Jangan sampai ilmu untuk radikalisme. Sekarang ini kan sudah mulai banyak yang men­geluh tentang adanya radikal-radukal, karena bela negara nggak ada disitu. Dulu kan pas baru baru masuk ada plonco-plonco, sekarang saya ganti dengan dasar bela negara, tiga hari di dalam kelas, tiga hari di luar kelas. Itu lebih bermanfaat daripada pala diplontos, dipitak-pitak, lucu-lucuan. ***
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Prabowo Puji Mahasiswa UBK

Prabowo Puji Mahasiswa UBK

, 18 AGUSTUS 2017 , 21:00:00

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

Anggota OPM Berikrar Setia NKRI

, 18 AGUSTUS 2017 , 19:00:00

Foto Bersama Presiden

Foto Bersama Presiden

, 17 AGUSTUS 2017 , 02:21:00

HUT RI DI Pyongyang

HUT RI DI Pyongyang

, 17 AGUSTUS 2017 , 10:57:00

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

Cium Merah Putih Dengan Khidmat

, 17 AGUSTUS 2017 , 22:30:00