Verified

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (7)

Menghayati Nasionalisme Indonesia

Tau-Litik  RABU, 02 AGUSTUS 2017 , 10:08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menghayati Nasionalisme Indonesia

Nasaruddin Umar/Net

NASIONALISME Indonesia bukan hanya untuk diketa­hui tetapi untuk dihayati. In­donsia adalah anugrah Ilahi. Indonesia adalah negara be­sar, yang terdiri atas ribuan pulau berikut kondisi objek­tif suku bangsa, agama dan bahasanya berbeda satu sama lain. Ditambah lagi dengan keberadaan geografis Indonesia yang menduduki posisi silang di tengah percaturan gelombang peradaban dan globalisasi. Ujian dan tantangan nasionalisme akan semakin be­rat. Untuk itu sebagai warga bangsa sebaiknya kita ikut merawat nasionalisme Indonesia agar tetap konsisten seperti sejak awal diperkenal­kan oleh the founding father kita.

Salah seorang arsitektur nasionalisme Indonesia, Prof Soenario, pernah menyatakan bahwa dasar dan tujuan nasionalisme Indonesia adalah persamaan keturunan, persamaan ke­percayaan dan agama, bahasa, dan kebu­dayaan. Asal usul orang-orang Indonesia dari rumpun bangsa Ostronesia (Indo Cina) dan bentuk fisiknya mirip satu sama lain yang da­lam antropologi disebut Palaemongoliden (Mongolide tua). Persamaan agama di sini bukan persamaan substansi agama, tetapi semua agama dan kepercayaan di dalamnya sama-sama menjadi kekuatan dan sumber motifasi untuk melawan dan mengusir penjajahan. Kar­ena Indonesia mayoritas umat Islam maka per­an Islam sedemikian besar di dalam mewarnai nasionalisme Indonesia, namun tidak berarti agama lain tidak terakomodasi di dalamnya. Kesemuanya memiliki saham dalam kemerde­kaan Indonesia. Bahkan kesemuanya juga memiliki andil di dalam pembentukan nilai-nilai dasar nasionalisme Indonesia.

Konsep dasar Nasionalisme Indonesia tercermin di dalam Pembukaan UUD 1945. Jika dicer­mati maka ada lima unsur utama yang men­dasari terbentuknya nasionalisme Indonesia di dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu: Bertujuan untuk mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa, mewujudkan dan mem­pertahankan persatuan nasional, mewujudkan dan memelihara keaslian dan keistimewaan, mewujudkan dan memelihara pembedaan dan ciri khas di antara bangsa-bangsa yang ada, dan berperan serta mewujudkan ketertiban dan kesejahteraan dunia.

Pada mulanya konsep nasionalisme Indo­nesia lebih identik dengan kultur keislaman, namun setelah National Indische Party (peng­ganti Indische Partij) dalam kongres nasional se Hindia tahun 1922 yang memperkenalkan konsep nasionalisme Hindia. Perkembangan berikutnya faktor kultur Jawa ikut lebih dikenal­kan, terutama setelah peristiwa "Jawi Hisworo", yang menghasilkan konsep nasionalisme Jawa (Committee voor Het Java Ansche National­ism). Karena kultur Jawa juga banyak identik dengan kultur Islam maka kedua konsep nilai ini tidak berhadap-hadapan satu sama lain.

Islam dan nasionalisme di masa awal bang­sa Indonesia tidak banyak dipermasalahkan. Bahkan HOSTjokrooaminoto selaku pemimpin Sarekat Islam pada tahu 1925 menyatakan: Ïs­lam sepertujuh bahagian rambutpun tak men­ghalang dan merintangi kejadian dan kemajuan nasionalisme ang sejati’tetapi memajukan dia. Perkembangan menjadi lain setelah Soekarno terlalu kencang menyuarakan konsep nasional­isme Indonesia yang lebih menekankan kepada rasa cinta tanah air. Agus Salim banyak mem­peringatkan dan mengeritik konsep nasional­isme Soekarno, lalu diikuti oleh kelompok Islam lainnya yang merasa lebih berkeringat tetapi tiba-tiba disalib oleh pendatang baru yang me­nawarkan konsep nasionalisme yang lebih ter­tutup. Islam sebagai agama universal sudah mulai diperhadapkan dengan nilai-nilai local. Dari sinilah kelak muncul nasionalis sekuler dan nasionalis islami oleh berbagai penulis dan peneliti.

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
AHY Kandidat Terkuat Demokrat

AHY Kandidat Terkuat Demokrat

, 20 OKTOBER 2017 , 19:00:00

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

Rakyat Makin Susah Dipimpin Jokowi

, 20 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Sigit Diperiksa KPK

Sigit Diperiksa KPK

, 20 OKTOBER 2017 , 03:50:00

Salat Maghrib Berjamaah

Salat Maghrib Berjamaah

, 21 OKTOBER 2017 , 00:50:00

Tumpeng Ulang Tahun

Tumpeng Ulang Tahun

, 21 OKTOBER 2017 , 02:25:00