Hanura

Kedai Puisi

Rumah Kaca  MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 , 14:26:00 WIB | OLEH: RAMON DAMORA

Kedai Puisi

Ramon Damora/Net

SETELAH hari puisi itu,
kalau tak salah aku,
ada seorang penyair
masih muda dia
kawan kau juga
mengantar formulir pilkada

kedai tiba-tiba ramai

cerpenis, pelukis, esais,
jurnalis, kartunis, novelis,
memakai atribut seragam
warna biru-rindu,
dan hitam-dendam

"kau adalah telinga kami
di pemerintahan nanti,"
kata mereka sama-sama
begitu sempurna
tapi semua politis
tak satupun yang puitis

sampai seorang politisi mampir
menghumban cibir
"potong ini, kalau
penyair kalian jadi,"
suaranya tinggi
menunjuk telinga sendiri
sebelah kiri

dan kedai tiba-tiba landai

sesaat semua merasa seronok
dipersuakan Tuhan kembali
pada sekeping puisi
yang menyimpan
kuping van gogh

aduhai
Tuhan yang politis
sekaligus puitis[***]



Komentar Pembaca
Cerpen: Penyesalan Kapten Bayu

Cerpen: Penyesalan Kapten Bayu

SELASA, 03 JULI 2018

Kisah Sepatu Usang Di Sudut Gudang
Kontemplasi Idul Fitri

Kontemplasi Idul Fitri

JUM'AT, 15 JUNI 2018

THR: Tanda Hati Rindu

THR: Tanda Hati Rindu

RABU, 06 JUNI 2018

Perjuangan Terakhir

Perjuangan Terakhir

MINGGU, 20 MEI 2018

<i>Presiden Luar Negeri</i>

Presiden Luar Negeri

SENIN, 16 APRIL 2018

Jokowi Berupaya Mengunci Mitra Koalisi
Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

Menteri Yang Nyaleg Harus Mundur!

, 20 JULI 2018 , 13:00:00

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

RR Terima Kiai Muda Jabodetabek

, 17 JULI 2018 , 20:39:00

Salam Komando Demokrat-PDIP

Salam Komando Demokrat-PDIP

, 14 JULI 2018 , 03:59:00

Kunjungan Khofifah-Emil

Kunjungan Khofifah-Emil

, 13 JULI 2018 , 01:26:00