OPINI JAYA SUPRANA

Perubahan Iklim

Menuju Peradaban  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 07:12:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

<i>Perubahan Iklim</i>

Jaya Suprana/Net

GEJALA perubahan iklim nyata melanda berbagai penjuru dan pelosok planet bumi masa kini termasuk di kawasan-kawasan yang sulit untuk dipercaya bisa mengalami perubahan iklim.

Istanbul

Sedikitnya 10 orang terluka, dua di antaranya cukup serius, ketika badai dahsyat yang membawa butiran es sebesar bola golf menghantam Istanbul, Turki, Kamis 27 Juli 2017.

Badai hujan es itu berlangsung 20 menit melumpuhkan lalu lintas dan mengirim banjir bandang yang menggenangi senjumlah ruas jalan.

Akibat lain dari badai ini adalah sebanyak 230 pohon tumbang, 90 atap bangunan runtuh, dan muncul kebakaran di beberapa titik meski bisa langsung diatasi.

Sementara itu, sebanyak 16 pesawat terbang yang dijadwalkan mendarat di bandara internasional Ataturk terpaksa mengalihkan pendaratan ke tempat lain.

Kantor berita Anadolu mengabarkan, pemerintah kota Istanbul kemudian mengerahkan 7.000 petugas untuk mengatasi masalah setelah badai berakhir.

Badai ini muncul hanya sembilan hari setelah Istanbul diguyur hujan lebat diiringi angin kencang berkecepatan 80 kilometer per jam membuat sejumlah jalan dan stasiun kereta bawah tanah tergenang air.

Pada waktu nyaris bersamaan, sebaliknya udara di Kuwait mencapai rekor panas 54 derajat Celsius

Bandung

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengungkapkan bahwa ada 16 titik lokasi terdampak hujan es disertai angin kencang yang menerpa ibukota Provinsi Jawa Barat pada Rabu siang, 19 April 2017.

Dengan rincian 12 pohon tumbang, tiga baliho roboh, dan satu tiang listrik lepas.

Titik-titik lokasi terdampak hujan es dan angin kencang tersebut terjadi di Jalan RE Martadinata, Jalan Ir H Djuanda (Dago), Jalan Buah Batu, Jalan Babakan Sari, Jalan Ibrahim Adji, Jalan Sekejati, Jalan Cilaki, Jalan Dipatiukur, Jalan Kiaracondong, Jalan Gatot Subroto, Jalan Cisanggarung, Jalan Jakarta, Jalan Kebon Gedang dan Jalan Cicalengka.  

Mekkah

Banyak pihak menduga hari kiamat telah tiba ketika hujan deras dengan butir-butir kecil es disertai angin kencang dan suara gemuruh melanda kota suci Mekah, Jumat sore, 11 September 2015.

Tak lama kemudian pada pertengahan bulan Januari 2016 mendadak sepanjang jalan raya di antara Mekkah dan Madinah menjadi putih bersih akibat dipadati tumpukan bukan pasir namun salju. Suasana di Arab Saudi mendadak berubah seperti di Kutub Utara atau Selatan.

Mungkin akibat secara pribadi tidak mengalami turun hujan es di Istanbul, Bandung, Arab Saudi serta suhu udara terpanas di Kuwait, maka Donald Trump tidak percaya pada kekuatiran climate change sehingga nekad menarik keluar Amerika Serikat dari Kesepakatan Konvensi Paris 2015. [***]

Penulis adalah pembelajar fenomena perubahan iklim

Komentar Pembaca
Becak

Becak

SELASA, 16 JANUARI 2018

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

Gareng Pung Tujuhbelas Tahunan

SENIN, 15 JANUARI 2018

Bersatu Padu Ketimbang Saling Menyalahkan
Menuju Negara Kesatuan Korea

Menuju Negara Kesatuan Korea

SABTU, 13 JANUARI 2018

Pedro Arrupe

Pedro Arrupe

JUM'AT, 12 JANUARI 2018

Menghayati Makna Marhaenisme

Menghayati Makna Marhaenisme

KAMIS, 11 JANUARI 2018

Musim Panen Kok Impor Beras

Musim Panen Kok Impor Beras

, 12 JANUARI 2018 , 19:00:00

Gerindra: Minta 40 Miliar? Untuk Saksi Saja 61,5 Miliar
Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

Punggawa Golkar Di Rapat Pleno Fraksi

, 11 JANUARI 2018 , 23:13:00

Menemui Ketua Umum

Menemui Ketua Umum

, 11 JANUARI 2018 , 04:21:00

Rapat Gabungan Persiapan Pilkada Serentak 2018