Hanura

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (14)

Fungsi Agama Di Dalam NKRI

Tau-Litik  JUM'AT, 11 AGUSTUS 2017 , 08:27:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pancasila & Nasionalisme Indonesia (14)

Nasaruddin Umar/Net

DIANTARA fungsi utama agama dalam kehidupan berne­gara dalam NKRI ialah mencerahkan umat dan segenap warga negara. Bagaimana agar nilai-nilai agama diarahkan mendukung tujuan negara tanpa harus mengenyampingkan prinsip-prinsip agama itu sendiri. Dalam NKRI, fungsi agama seperti ini sudah teruji selama puluhan tahun. Agama dan negara saling mendukung satu sama lain. Agama bisa berkontribusi untuk mewujudkan tujuan negara tanpa menafikan substansi ajarannya. Bahkan ajaran agama digunakan sebagai motivasi di dalam mempercepat proses pencapaian tujuan negara dan tujuan pembangunan manusia In­donesia seutuhnya. Sebaliknya negara juga bisa memfasilitasi dan sekaligus melindungi keberadaan nilai-nilai ajaran agama di dalam masyarakat.

Salah satu fungsi konkret agama ialah menjanjikan ketenangan, kedamaian, kearifan, keadilan, dan ketenteraman kepada pemeluknya. Namun semua ini bisa terjadi tentu saja jika agama diberi peran efektif untuk memberikan pencerahan ter­hadap umatnya. Persoalannya sekarang, siapa yang bertanggung jawab untuk mengaktualkan fungsi pencerahan agama di dalam masyarakat? Efektif atau tidaknya sebuah agama mencerah­kan dapat diukur bagaimana peran dan partisipasi tokoh dan pemeluk agama. Jika agama semakin menyatu dengan pemeluknya berati pencerahan agama efektif. Akan tetapi sebaliknya jika agama dan pemeluknya semakin berjarak maka pertan­da pencerahan agama itu tidak efektif. Apalagi nilai-nilai agama dan Negara berhadap-hadapan, sudah pasti ada sesuatu yang salah, menyala­hi konsep dasar yang telah dirumuskan pendiri bangsa.

Fenomena dalam kehidupan masyarakat juga bisa diukur, yaitu apa kata agama dan apa yang dilakukan pemeluknya? Searahkah pro­gram-program yang diterapkan negara dengan ajaran-ajaran dasar agama yang dianut di da­lam masyarakat? Jika masih berseberangan, misalnya jika program pembangunan Negara berseberangan dengan ajaran agama, atau sebaliknya, ajaran-ajaran agama tidak sejalan bahkan menjegal tujuan pembangunan Nega­ra, maka pada saat itu ada persoalan konsep­tual yang harus segera diatasi. Jika tidak maka keduanya bisa berhadap-hadapan yang pada saatnya akan membingungkan masyarakat.



Komentar Pembaca
Apa Dan Siapa Kelompok Radikal Itu?
Islam & Local Wisdom Nusantara

Islam & Local Wisdom Nusantara

JUM'AT, 13 JULI 2018

Bersahabat Dengan Makhluk Spiritual
Bersahabat Dengan Burung

Bersahabat Dengan Burung

SELASA, 10 JULI 2018

Bersahabat Dengan Api

Bersahabat Dengan Api

SENIN, 09 JULI 2018

Bersahabat Dengan Laut

Bersahabat Dengan Laut

JUM'AT, 06 JULI 2018

PKS: Prabowo-Anies Hanya Sebatas Wacana
Wagub DKI: Anak SMAN 68 Hebat!

Wagub DKI: Anak SMAN 68 Hebat!

, 13 JULI 2018 , 15:00:00

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

Istana Kaget Airlangga Bertemu SBY

, 11 JULI 2018 , 19:24:00

Kampanyekan Gatot-Anies

Kampanyekan Gatot-Anies

, 08 JULI 2018 , 03:42:00

Asyik Bergoyang

Asyik Bergoyang

, 08 JULI 2018 , 09:41:00