Rita Widyasari

Kementan Terapkan Pola Kemitraan Untuk Lindungi Petani Cabai

Kementerian Pertanian  SELASA, 22 AGUSTUS 2017 , 19:47:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Kementan Terapkan Pola Kemitraan Untuk Lindungi Petani Cabai

Amran Sulaiman

RMOL. Ketersediaan pasokan aneka cabai, khususnya menjelang Hari Raya Idul Adha, aman dan terkendali. Tetapi, pasokan yang melimpah karena masa panen dapat memicu penurunan harga cabai di beberapa wilayah, terutama di Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Spudnik Sudjono, mengatakan, Kementan telah mengantisipasi anjloknya harga cabai dengan menerapkan pola kemitraan antara petani dengan pedagang cabai besar dan industri pengguna cabai.
 
"Pola kemitraan ini yang kami lakukan untuk atasi harga cabai, termasuk untuk solusi jangka panjang. Beberapa pola kemitraan yang sudah kami dorong selama ini diharapkan mampu mengatasi masalah cabai. Kami buat kemitraan antara produsen bubuk cabai, produsen sambal, dan kemitraan petani langsung ke konsumen lewat Toko Tani. Jadi cabainya petani dibeli langsung, ada kontraknya," ungkap Spudnik.
 
Pola kemitraan juga dilakukan melalui petani-petani andalan yang dikategorikan sebagai petani champion. Petani champion berkoordinasi dengan industri sehingga cabai di tingkat petani bisa terserap maksimal. 

"Saat ini misalnya, champion di Magelang sudah membangun kerjasama dengan industri, khususnya untuk cabai rawit merah. Kerjasama dilakukan antara lain dengan rumah makan dan industri kecil lainnya," ujar Spudnik.

Menurut data Direktorat Jenderal Hortikultura, ketersediaan cabai rawit merah di bulan Agustus adalah 81.864 ton, kebutuhan sebesar 73.197 ton, surplusnya 8.667 ton. Pada September, ketersediaan cabai 78.606 ton, sedangkan kebutuhan 69.615 ton, sehingga surplus 8.991. Juga di Oktober, cabai surplus hingga 8.669 ton, ketersediaan 77.983 ton dan kebutuhan 69.314 ton.

"Bahkan ketersediaan aneka cabai mulai Agustus, September sampai Oktober nanti, dapat dikatakan mencukupi, bahkan surplus jika dibandingkan dengan kebutuhan secara nasional,” ujar Spudnik Sujono saat melakukan panen cabai di Kabupaten Malang, pekan lalu.
 
Begitu juga dengan cabai besar, produksi masih surplus sampai Oktober. Ketersediaan di Agustus 104.148 ton, kebutuhan 95.328 ton, surplus 8.820 ton. Di September, ketersediaan 100.378 ton, kebutuhan 91.469 ton, sedangkan surplus 8.904 ton. Sedangkan di Oktober, surplus 8.905 ton, ketersediaan 100.373 ton dan kebutuhan 91.468 ton.
 
Kementerian Pertanian juga telah mengatur manajamen tanam cabai sesuai yang tertuang dalam UU 13/2010 tentang Hortikultura yang mewajibkan pemerintah pusat dan daerah menjamin ketersediaan distribusi dan pemasaran di dalam ataupun luar negeri. Manajemen Tanam diatur dalam rangka menjaga agar ketersediaan dapat berlangsung setiap bulan dan sepanjang tahun, sehingga pertanaman terjaga setiap saat. Hal ini telah disepakati bersama antara Dirjen Hortikultura dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten Kota dalam mengatur pola tanam di lapangan.
 
Pola tanam juga turut diatur dengan mematok target luas untuk mengantisipasi permintaan. Sehingga, fluktuasi yang timpang bisa diatasi dengan memeratakan produksi antarbulan sekaligus menyebar di banyak daerah sentra.

"Untuk panen bulan Agustus telah dirancang dan diperoleh dari luas tanam pada bulan Mei seluas 16.878 ha dan panen bulan September telah dirancang dan disiapkan dari areal tanam pada bulan Juni seluas 15.976 hektare," jelas Spudnik
 
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, juga sudah melakukan koordinasi untuk menolong petani cabai karena produksi melimpah saat masa panen dan ada gerakan tanam cabai serentak seluruh Indonesia. Koordinasi dilakukan antara lain dengan Bulog dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Mentan menegaskan, pemerintah selalu hadir dan berpihak pada petani. Ia sudah minta Bulog dan Kementerian Perdagangan untuk bergerak cepat menolong petani.

"Kita harus bela petani seperti petani jagung, bawang merah dan beras. Petani cabai juga, Insya Allah, akan kita bantu," ucap Amran. [ald]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00