Rita Widyasari

Tingkatkan Produksi Sapi Indukan, Peternak Perlu Terapkan Prinsip Kesrawan

Kementerian Pertanian  RABU, 06 SEPTEMBER 2017 , 15:59:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

Tingkatkan Produksi Sapi Indukan, Peternak Perlu Terapkan Prinsip Kesrawan

RMOL

RMOL. Meningkatkan produksi sapi eks impor yang dipelihara kelompok peternak di Provinsi Aceh, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita meminta peternak menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan atau kesrawan dalam budidaya ternak sapi potong.

Dalam rangka percepatan penambahan populasi sapi dalam negeri, pemerintah telah memberikan bantuan pengadaan sapi indukan Brahman Cross yang berasal dari Australia pada 2016 sebanyak 4.397 ekor kepada 182 kelompok peternak terpilih di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.  

Ketut menyampaikan, mengingat Aceh merupakan salah satu daerah penerima bantuan sapi indukan Brahman Cross tahun 2016, maka diharapkan bantuan pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan populasi sapi potong di dalam negeri.

"Hal ini mengingat sebagai negara besar, kita  mempunyai cita-cita untuk mewujudkan swasembada dan ekspor ternak beserta produknya, maka untuk mencapainya harus diupayakan dengan sungguh-sungguh," kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (6/9).

Berdasarkan data per 16 Agustus 2017 telah terjadi peningkatan populasi sebanyak 300 ekor dari total populasi awal pemeliharaan yaitu 4.397 ekor menjadi 4.697 ekor atau sekitar 6,8 persen. Kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Riau yaitu 12,1 persen (jumlah kelahiran 165 ekordari 1.362 ekor), diikuti Aceh sebesar 8,1 persen (kelahiran 92 ekor dari 729 ekor), dan Sumatera Utara 3,3 persen (kelahiran 318 ekor dari total populasi awal 2.306 ekor). Sementara itu, data menunjukkan bahwa tingkat kematian mencapai 331 ekor atau 7,53 persen dari populasi awal. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kelahiran sebesar 6,8 persen.

"Kami sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras yang telah dilakukan, baik oleh petugas maupun kelompok peternak dalam upaya mensukseskan upaya peningkatan populasi serta kesejahteraan peternak melalui pengembangan sapi indukan ini," kata Ketut.

Bila dilihat dari data per provinsi, maka terjadi pertumbuhan populasi di Provinsi Aceh dari total populasi awal 729 ekor menjadi 788 ekor dengan kelahiran sebanyak 92 ekor, kematian sebanyak 33 ekor atau terjadi penambahan sebanyak 59 ekor (8,1 persen).

"Namun demikian, kami juga mengetahui dan dapat memahami berbagai permasalahan-permasalahan yang dialami oleh petrugas dan kelompok di lapangan dalam hal memelihara dan mengembangkan ternak Sapi Indukan Brahman Cross yang tentunya berbeda dengan sapi local, sehingga memerlukan pengetahuan, keterampilan, keuletan dan kesabaran untuk dapat mencapai hasil sebagaimana yang kita harapkan," ujar Ketut.  

Lebih jauh dia menjelaskan, di negara asalnya, sapi-sapi Brahman Cross dipelihara dengan cara ekstensif, dilepas bebas di padang penggembalaan. Sapi-sapi tersebut sangat jarang bertemu dengan manusia sehingga sulit dikendalikan. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap cara penanganan dan pemeliharaannya pada saat mereka tiba dan dikembangkan di Indonesia. Untuk itu, diperlukan SDM yang terampil dan memiliki kecakapan khusus untuk menangani sapi-sapi indukan eks Australia tersebut.

Menurut Ketut, saat ini kesejahteraan hewan menjadi hal-hal yang dipertimbangkan dalam perdagangan internasional. Berdasarkan amanat UU 18/2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang telah diubah dengan UU 41/2014 khususnya pasal 67, penyelenggaraan kesrawan dilaksanakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah bersama Masyarakat.

"Dengan demikian penerapan kesrawan merupakan tanggung jawab bersama," katanya. [wah]

Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00