Rita Widyasari

Persatuan Dan Kesatuan Korea

Menuju Peradaban  SABTU, 09 SEPTEMBER 2017 , 06:57:00 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Persatuan Dan Kesatuan Korea

Jaya Suprana/net

15 AGUSTUS 2017, kami memperoleh kehormatan diundang oleh pemerintah Chosŏn Minjujuŭi Inmin Konghwaguk (Republik Rakyat Demokratik Korea) ke Gedung Teater Nasional Korea di Pyongyang untuk menyaksikan pergelaran konser lagu-lagu perjuangan Korea menyambut hari raya pembebasan Korea dari penjajahan Jepang.

Dengan penuh gelora semangat para warga Pyongyang bersama para tamu kehormatan dari mancanegara selalu antusias bertepuk tangan gegap gempita menyambut setiap penampilan lagu perjuangan Korea oleh orkes simfoni dan paduan suara RRDK. Pada hari dan tanggal bersamaan sama-sama 15 Agustus ternyata warga Korea Selatan juga merayakan hari kemerdekaan Korea dari pejajahan Jepang.

Ternyata baik para warga Korea yang berada di kawasan yang disebut sebagai Korea Utara maupun para warga Korea yang berada di kawasan yang disebut sebagai Korea Selatan memiliki hari raya kemerdekaan yang sama yang jatuh pada hari dan tanggal yang sama. Persamaan hari raya kemerdekaan tersebut merupakan fakta tak terbantahkan bahwa  para warga Korea yang berada di Korea Utara memang merupakan saudara sebangsa dan setanah-air-udara dengan para warga Korea yang berada di Selatan

Tuan Rumah Sepakbola Dunia
Korea Selatan dan Korea Utara memang sama-sama Korea. Maka sudah benar bahwa Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengemukakan gagasan mempersatukan Korea Selatan dengan Korea Utara sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030.

Menurut Moon, Korea Selatan dan Korea Utara punya potensi bagus untuk menjadi tuan rumah bersama perhelatan Piala Dunia. Gagasan Moon ini merupakan sebuah upaya untuk memperbaiki hubungan Pyongyang dan Seoul.  Peluang itu, kata Moon, bisa diberikan pada 2030 mendatang.
Moon berpendapat, turnamen seperti Piala Dunia U-20 baik kiranya kalau FIFA membaginya ke negara-negara di kawasan Asia Timur Laur, termasuk Korea Utara. Jika negara-negara Asia Timur Laut yang berdekatan, termasuk Korea Selatan dan Korea Utara, dapat menjadi tuan rumah Piala Dunia, maka diharapkan akan memberi kontribusi positif dan konstruktif terhadap pemersatuan Korea yang akan membawa perdamaian di wilayah Asia Timur Laut.  

Inti permasalahan yang sebenarnya justru terletak pada apakah Donald Trump berkenan mengikhlaskan bangsa, negara dan rakyat Korea bersatupadu .

Persatuan dan Kesatuan
Dalam wawancara pribadi dengan para warga Korea Utara mau pun Korea Selatan, senantiasa diperoleh kesan bahwa mereka sangat mendambakan persatuan dan kesatuan Korea.

Korea terpecah belah sampai masa kini bukan atas kemauan bangsa Korea sendiri namun akibat kehendak Amerika Serikat yang di masa pasca Perang Dunia II memang gemar memecah belah bangsa sebagai bagian dari jurus imperialisme divide et empera (memecah dan menjajah).
Bersamaan dengan Korea , Amerika Serikat memecah belah Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, kemudian juga Vietnam yang dipecah belah menjadi Vietnam Utara dan Vietnam Selatan.  

Sayang, sementara Vietnam disusul Jerman kini telah bersatu menjadi satu bangsa,  Korea masih terpecah belah menjadi Korea Selatan dan Korea Utara. Padahal para warga Korea di Utara mau pun di Selatan mendambakan persatuan dan kesatuan Korea menjadi negara, bangsa dan rakyat Korea yang tidak terpecah belah.

Insya Allah, dalam perjalanan waktu ke masa depan yang lebih baik, Korea segera kembali bersatupadu yang jelas sangat positif dan konstruktif mempengaruhi perdamaian di planet bumi.

Penulis adalah pembelajar sejarah bangsa-bangsa


Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
100%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Polemik Film G30S

Polemik Film G30S

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017

<i>Tragedi 17-18 September</i>

Tragedi 17-18 September

SABTU, 23 SEPTEMBER 2017

<i>Pilpres Ulang Kenya</i>

Pilpres Ulang Kenya

JUM'AT, 22 SEPTEMBER 2017

Melestarikan Mahakarya Kebudayaan Nusantara
<i>Tribhuwana Wijayatunggadewi Menyetarakan Gender</i>
Presiden Moon Versus Presiden Trump

Presiden Moon Versus Presiden Trump

MINGGU, 17 SEPTEMBER 2017

Kesehatan Setnov Belum Stabil

Kesehatan Setnov Belum Stabil

, 22 SEPTEMBER 2017 , 13:00:00

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

Rizieq Pulang, Polisi Tunggu Di Bandara

, 21 SEPTEMBER 2017 , 21:00:00

HUT TNI 72

HUT TNI 72

, 22 SEPTEMBER 2017 , 05:10:00

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

Dukung Kemajuan Ekonomi Digital

, 22 SEPTEMBER 2017 , 00:35:00

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

Kunjungi Booth BCA Di Banking Expo

, 22 SEPTEMBER 2017 , 01:23:00