Verified

Petani Harus Jadi Kelompok Badan Usaha Rebut Nilai Tambah Produksi

Kementerian Pertanian  SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 , 22:31:00 WIB | LAPORAN: ELITHA TARIGAN

RMOL. Presiden RI, Joko Widodo menyambangi Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah" Desa Kalibening, Kec. Tingkir, Kota Salatiga, Senin (25/9).

Dalam rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah ini, Jokowi menyapa petani serta menyampaikan rasa hormat dan bangga bisa hadir diantara masyarakat tani Salatiga.

"Bertemu dengan Petani merupakan Kehormatan bagi Saya. Kalau bukan  karena Petani kita mau makan apa, bangsa ini mau makan apa," ujar Jokowi kepada para petani.

"Negara manapun pasti membutuhkan makan dan orang manapun pasti juga butuh makan, bahkan ke depan urusan pangan akan  menjadi rebutan di seluruh negara manapun," imbuhnya.

Jokowi mengatakan, saat ini petani tidak lagi hanya menanam dan memanen bila hanya itu yang di kerjakan, petani hanya kebagian capek dan lelah saja sedang yang untung pedagang bakul hingga pedagang besar dan tengkulak.

Dia mencontohkan, saat ini petani harus memiliki 5 hal yaitu, berkelompok, berkoperasi, membangun Korporasi (Usaha Bisnis), memiliki sarana usaha pasca panen dan yang terpenting Petani harus punya divisi marketing.

"Kita akan arahkan seperti itu agar petani Sejahtera," tegas Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, kelompok tani yang baru saja dikunjungi di Sukabumi Jawa Barat, seraya menunjukkan contoh produksi petani sukabumi yang baru saja dikunjungi, Pakaging beras organik milik kelompok tani di sukabumi ini sangat bagus ujar presiden seraya menunjukkan ke petani salatiga.

"Saya berharap Serikat Paguyuban Petani Qarya Thayyibah harus bisa seperti ini, tidak lagi berkutat hanya menanam dan memanen bils hanya itu yang dilakukan petani Qarya Thayyibah tidsk akan perna mendapat keuntungan," ungkapnya.

Jokowi menjelaskan, usaha Tani yang sangat memberikan keuntungan adalah yang memiliki unit usaha mulai produksi hingga pemasaran.

Presiden juga memberikan kesempatan berdialog dengan petani anggota Qarya Thayyibah Salatiga dan persoalan yang muncul masih selalu pada sisih lemah petani untuk memiliki sarana usaha.

Dia berharap, agar petani tidak selalu menunggu bantuan pemerintah, petani harus mau berkelompok dan urunan untuk membangun usaha, minimal dengan luasan 1000 hektar hingga 5000 hektar, bisa membangun korporasi dan bisa mengakses perbankan tidak lagi menunggu bantuan pemerintah.

"Saya minta petani Salatiga melihat kelompok tani sukabumi agar ilmunya dilihat langsung," pungkas Jokowi.

Di akhir sambutan presiden membagikan 3 Sepeda Gunung kepada 3 petani," pintanya.

Sementara itu Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah tetap berkomitnen membangun kesejahteraan petani, sebagaimana arahan yang diberikan Presiden untuk menghadirkan negara di tengah-tengah petani dan rakyat Indonesia.

"Kita sudah lakukan dalam 3 tahun ini. Kita sudah tidak impor beras, jagung dan bawang bahkan kita sudah ekspor, berkaitan dengan sumur resapan," jelas dia.

Menteri asal Bone ini menjelaskan, sedari awal ditugaskan sebagai Menteri Pertanian Kabinet Kerja, berkomitmen untuk menyelesaikan Irigasi 3 juta hektar.

"Dan itu kita kerjakan dalam tempo 2 tahun irigasi 3 juta hektar selesai, di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Nusa Tenggara Timur maupun Barat. Kita juga membangun 1000 sumur dangkal dan bendung," ujarnya.

Ia mengungkapkan pada Rapat Kerja Nasional tahun lalu 2016, Presiden Jokowi menugaskan untuk membangun 30.000 Embung, serta parit-parit resapan. Penugasan ini agar dilakukan dengan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal. [sam]
Baper Meter
 Loading...
Suka
Suka
0%
Kocak
Kocak
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Tidak Peduli
Tidak Peduli
0%
Waspada
Waspada
0%
Takut
Takut
0%

Komentar Pembaca
Panglima TNI Dipermalukan!

Panglima TNI Dipermalukan!

, 23 OKTOBER 2017 , 17:00:00

Melihat Lebih Luas Konflik Semenanjung Korea
Bahas Wacana Densus Tipikor

Bahas Wacana Densus Tipikor

, 22 OKTOBER 2017 , 00:25:00

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

Wakil Ketua DPRD Banjamasin Diperiksa KPK

, 22 OKTOBER 2017 , 01:33:00

Rider Photo Challenge

Rider Photo Challenge

, 22 OKTOBER 2017 , 21:09:00