Satlak Prima Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi Atlet

Kemenpora  KAMIS, 12 OKTOBER 2017 , 00:43:00 WIB | LAPORAN: SAMRUT LELLOLSIMA

Satlak Prima Jangan Sampai Ganggu Konsentrasi Atlet

Imam Nahrawi/Net

RMOL. Peraturan Presiden (Perpres) 15/2016 tentang Satlak PRIMA masih tetap berjalan sebelum ada peraturan baru.

Begitu dikatakan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi jumpa pers di lantai 10, Kemenpora, Rabu sore (11/10). Hadir dalam jumpa pers itu Ketua Umum Indonesia Olympian Association (IOA) Richard Sambera.

"Mengenai PRIMA tetap berjalan sampai ada perubahan Perpres. Apapun kondisi ini tidak boleh menganggu konsentrasi atlet yang sekarang sudah mulai masuk pelatnas. Tidak boleh secara psikologis mempengaruhi atlet-atlet kita untuk tetap konsentrasi,” tegasnya.  

Imam mengajak semua masyarakat untuk menunggu pembahasan tentang Perpres tersebut. "Selama ini memang saya terus terang belum mengajak semua stakeholder olahraga untuk melihat secara obyektif, bahwa kita punya  tanggungjawab bersama-sama terhadap prestasi Indonesia," katanya.

"Karenanya, saya bersyukur para olimpian bersama-sama melangkah untuk memotivasi sekaligus mengajak kepada pelaku olahraga untuk bertanggung jawab bersama terhadap prestasi olahraga kita. Saya, selaku Menpora tentu  harus bekerja bersama-sama dengan PB cabang olahraga,” jelas Imam.

Sementara itu, Richard Sambera menyampaikan kekhawatirannya terhadap atlet. "Kami berharap persiapan atlet menuju Asian Games 2018 tidak terpengaruh wacana pembubaran Satlak Prima agar target kita menuju Asian Games 2018 tercapai,” ucapnya.

Richard mengatakan, bahwa dulu kami menghadapi persiapan olimpiade hitungannya tahunan. "Persiapan menuju Asian Games 2018 ini menjadi lebih penting karena kaitanya dengan kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020,” ujarnya.

Richard menjelaskan, pihaknya memberikan masukan cabor harus ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan cabor itu sendiri sesuai dengan target yang diajukan. Jadi PB dan pemerintah harus sama-sama bertanggungjawab.
 
"Kita sudah memiliki UU Sistem Keolahragaan Nasional tapi belum cukup, karena belum menyentuh pada atletnya. Kita juga ini ada UU pembentukan atlet nasional  apapun itu namanya myamng statsusnyan jelas, jenjangnya jelas dan sebagai atlet pun juga jelas,” tandasnya. [sam] 


Komentar Pembaca
Darmin Nasution Ngeles Terus!

Darmin Nasution Ngeles Terus!

, 12 DESEMBER 2017 , 19:00:00

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

Istri Panglima Hadi Bukan Tionghoa

, 12 DESEMBER 2017 , 15:00:00

Nekat Terobos Busway

Nekat Terobos Busway

, 10 DESEMBER 2017 , 00:42:00

Membaca <i>Moeslim Choice</i>

Membaca Moeslim Choice

, 10 DESEMBER 2017 , 11:37:00

Aktivis Komtak Dukung Palestina

Aktivis Komtak Dukung Palestina

, 10 DESEMBER 2017 , 11:15:00